Para ilmuwan dari Jerman menggali tanah sedalam 50 meter dan mereka telah menemukan potongan-potongan tembaga kecil. Setelah lama meneliti potongan-potongan tembaga tersebut, Jerman mengumumkan bahwa nenek moyang orang Jerman di jaman 25000 tahun yang lalu telah memiliki JARINGAN TELEKOMUNIKASI.
Tetapi hal ini tidak membuat pemerintah Amerika Serikat (USA) terkagum-kagum. Mereka lalu menyuruh para ilmuwan mereka untuk menggali lebih dalam lagi. Pada kedalaman 100 meter, mereka menemukan potongan-potongan gelas dan mereka segera mengumumkan bahwa nenek moyang bangsa AS sekitar 35000 tahun yang lalu telah memiliki JARINGAN SERAT OPTIK.
Para ilmuwan Indonesia yang berada di LIPI dan BPPT tentu saja merasa lucu mendengar hal tersebut. Tetapi dengan semangat yang menyala-nyala para ilmuwan Indonesia malah menggali tanah jauh lebih dalam lagi sampai 200 meter. Dan tentu saja mereka tidak menemukan apapun. Akhirnya dengan semangat 45 pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia sekitar 50000 tahun yang lampau telah menggunakan TELEPON SELULER sebagai media komunikasi.
Belajar dan berbagi kisah kasih kehidupan yang penuh kehangatan dan kebersahajaan
Monday, July 27, 2009
PELUIT
Seorang lelaki yang telah menghabiskan hampir sepanjang hidupnya di hutan, berniat hendak mengunjungi temannya. Dia sebelumnya sama sekali belum pernah melihat kereta api ataupun relnya. Ketika berdiri di tengah sebuah rel, dia mendengar suara peluit kereta api, tapi dia sedikitpun tidak peduli karena dia tidak tahu itu apa. Diluar dugaannya dia telah tertabrak kereta api dan terlempar, dia terluka berat dan mengalami patah tulang serta memar disekujur tubuhnya.
Sekembali dari setelah hampir selama sebulan diopname dirumah sakit, dia tinggal dirumah temannya untuk istirahat. Saat berada didapur tiba2 dia mendengar suara peluit lagi, yang rupanya berasal dari cerek pemanas air. Segera saja dia mengambil stik bisbol dekat lemari dan menghantam itu cerek hingga menjadi tak berbentuk sama sekali.
Temannya yang mendengar suara berisik dari dapur segera saja menuju dapur dan melihat apa yang terjadi, kemudian bertanya kepada lelaki dari hutan itu,
"Kenapa kamu rusak cerek saya itu ?".
Lelaki dari hutan itu menjawab, " Kawan.., benda seperti ini tak boleh kita biarkan sampai besar...".
Sekembali dari setelah hampir selama sebulan diopname dirumah sakit, dia tinggal dirumah temannya untuk istirahat. Saat berada didapur tiba2 dia mendengar suara peluit lagi, yang rupanya berasal dari cerek pemanas air. Segera saja dia mengambil stik bisbol dekat lemari dan menghantam itu cerek hingga menjadi tak berbentuk sama sekali.
Temannya yang mendengar suara berisik dari dapur segera saja menuju dapur dan melihat apa yang terjadi, kemudian bertanya kepada lelaki dari hutan itu,
"Kenapa kamu rusak cerek saya itu ?".
Lelaki dari hutan itu menjawab, " Kawan.., benda seperti ini tak boleh kita biarkan sampai besar...".
Saturday, July 25, 2009
Pengakuan Pariyem: Dunia batin seorang wanita Jawa
Pengakuan Pariyem: Dunia batin seorang wanita Jawa
Linus Suryadi AG
Kepustakaan Populer Gramedia – Jakarta, 2009
314 hal
Buku novel yang aslinya diterbitkan di tahun 1990-an. Saya membaca pertama kali tahun 1994-an dan langsung terkesan oleh buku ini. Komentarku: LUAR BIASA !!!!
Buku ini bercerita tentang Pariyem seorang perempuan ndeso dari Wonosari yang kemudian menjadi babu di keluarga Cokro Sentono yang merupakan keluarga ningrat modern di Yogyakarta. Buku ini mengungkap banyak aspek nilai-nilai kehidupan, budaya orang Jawa serta perubahan social yang ada. Semua cerita itu dikemas dengan bahasa prosa lirik yang sangat indah namun sarat makna dengan alur cerita yang mengalir ringan…
Buku ini akan relative mudah dicerna bagi orang yang mengenal kultur Jawa (khususnya kultur Jogja/solo), namun bagi pembaca yang belum memiliki pengalaman dengan nilai-nilai dan kultur Jawa, mungkin akan menemui sedikit kesulitan karena ada banyak terminology Jawa dan bahasa Jawa yang medhok atau kental…
Linus Suryadi AG
Kepustakaan Populer Gramedia – Jakarta, 2009
314 hal
Buku novel yang aslinya diterbitkan di tahun 1990-an. Saya membaca pertama kali tahun 1994-an dan langsung terkesan oleh buku ini. Komentarku: LUAR BIASA !!!!
Buku ini bercerita tentang Pariyem seorang perempuan ndeso dari Wonosari yang kemudian menjadi babu di keluarga Cokro Sentono yang merupakan keluarga ningrat modern di Yogyakarta. Buku ini mengungkap banyak aspek nilai-nilai kehidupan, budaya orang Jawa serta perubahan social yang ada. Semua cerita itu dikemas dengan bahasa prosa lirik yang sangat indah namun sarat makna dengan alur cerita yang mengalir ringan…
Buku ini akan relative mudah dicerna bagi orang yang mengenal kultur Jawa (khususnya kultur Jogja/solo), namun bagi pembaca yang belum memiliki pengalaman dengan nilai-nilai dan kultur Jawa, mungkin akan menemui sedikit kesulitan karena ada banyak terminology Jawa dan bahasa Jawa yang medhok atau kental…
Tuesday, July 21, 2009
BAGAIMANA ANTISIPASI KEMUNGKINAN TEROR BOM?
Langkah untuk antisipasi teror bom:
1. Sebaiknya jangan pergi ke daerah konflik atau kota besar yang banyak turisnya karena kemungkinan sasaran terror-nya besar.
2. Jangan menginap di hotel mewah yang banyak orang asingnya, nginep aja di losmen kelas melati. Kalau di sengata – Kutim, mungkin sebaiknya nginep di hotel kecil macam Sengata Prima yang tarifnya Rp. 125.000-an atau hotel Jamrud yang dekat kuburan, dan jangan nginep di hotel Victoria yang kelas Rp. 600.000,-. Dijamin teroris akan mikir kalau ngebom hotel kecil macam Sengata Prima atau Jamrud itu.
3. Jangan makan di restoran yang berkelas. Makanlah di warung kelas kaki lima model warung pecel Ponorogo, warung Lamongan dll. Teroris sendiri akan mikir kalau ngebom warung itu karena mereka juga biasa langganan makan di warung kaki lima itu sendiri. Kalo warungnya dibom, mereka pasti kesulitan sendiri cari sarapan dan makan yang murah meriah.
4. Jangan suka tepe-tepe (tebar pesona) di mall, kalau tepe-tepe sebaiknya di pasar tradisional macam Pasar Segiri - Samarinda. Dijamin aman karena disitu banyak preman dan terorisnya sendiri suka belanja terasi untuk nyambel dan belanja bahan dasar pembuat bom di pasar tradisional.
5. Jangan ikut hadir di acara seremoni pejabat, karena pejabat sering jadi incaran. Demikian pula selebrity dan diskotik yang banyak orang asingnya juga sering jadi sasaran. Mending nonton kesenian tradisional macam kethoprak, wayang, ludruk dll karena teroris biasanya juga hobby nonton kesenian tradisional sejenis itu.
6. Jangan tinggal didaerah yang dekat obyek vital Negara. Sebaiknya kalo tinggal, cari rumah didaerah yang kumuh dan banyak orang miskinnya. Teroris akan mikir seribu kali untuk ngebom orang miskin karena mereka sendiri banyak yang hidup prihatin.
1. Sebaiknya jangan pergi ke daerah konflik atau kota besar yang banyak turisnya karena kemungkinan sasaran terror-nya besar.
2. Jangan menginap di hotel mewah yang banyak orang asingnya, nginep aja di losmen kelas melati. Kalau di sengata – Kutim, mungkin sebaiknya nginep di hotel kecil macam Sengata Prima yang tarifnya Rp. 125.000-an atau hotel Jamrud yang dekat kuburan, dan jangan nginep di hotel Victoria yang kelas Rp. 600.000,-. Dijamin teroris akan mikir kalau ngebom hotel kecil macam Sengata Prima atau Jamrud itu.
3. Jangan makan di restoran yang berkelas. Makanlah di warung kelas kaki lima model warung pecel Ponorogo, warung Lamongan dll. Teroris sendiri akan mikir kalau ngebom warung itu karena mereka juga biasa langganan makan di warung kaki lima itu sendiri. Kalo warungnya dibom, mereka pasti kesulitan sendiri cari sarapan dan makan yang murah meriah.
4. Jangan suka tepe-tepe (tebar pesona) di mall, kalau tepe-tepe sebaiknya di pasar tradisional macam Pasar Segiri - Samarinda. Dijamin aman karena disitu banyak preman dan terorisnya sendiri suka belanja terasi untuk nyambel dan belanja bahan dasar pembuat bom di pasar tradisional.
5. Jangan ikut hadir di acara seremoni pejabat, karena pejabat sering jadi incaran. Demikian pula selebrity dan diskotik yang banyak orang asingnya juga sering jadi sasaran. Mending nonton kesenian tradisional macam kethoprak, wayang, ludruk dll karena teroris biasanya juga hobby nonton kesenian tradisional sejenis itu.
6. Jangan tinggal didaerah yang dekat obyek vital Negara. Sebaiknya kalo tinggal, cari rumah didaerah yang kumuh dan banyak orang miskinnya. Teroris akan mikir seribu kali untuk ngebom orang miskin karena mereka sendiri banyak yang hidup prihatin.
SIAPA YANG DIUNTUNGKAN OLEH TEROR BOM?
Dari tragedy ledakan bom di Hotel JW. Marriott dan Ritz Charlton tanggal 17 Juli lalu, ada pihak-pihak yang diuntungkan, yakni:
1. Di level Negara; (a) negara sedang berkembang yang menjadi competitor/pesaing bagi Indonesia sebagai tujuan wisata dan tujuan investasi missal China, Vietnam, Malaysia dll. Mereka bisa promo ke calon investor dan wisatawan bahwa Negara mereka jauh lebih aman untuk investasi dan wisata dibanding Indonesia, (b) Negara adidaya bisa mendesakkan dan menyetir Indonesia untuk berbuat ini itu guna melawan teroris, padahal apa yang didesakkan itu sebenarnya merupakan hidden agenda mereka untuk memerangi pihak-pihak yang selama ini kritis terhadap kepentingan Negara adidaya tersebut, (c) Negara adidaya dengan dalih “membantu” Indonesia bisa menyusup masuk ke jaringan intelijen Indonesia.
2. Di level organisasi “teroris”, ledakan bom itu bermanfaat untuk menunjukkan kepada public bahwa eksistensi mereka masih bertahan.
3. Di level daerah dan pengusaha: (a) bagi daerah di luar Jakarta, ledakan bom bisa digunakan sebagai promo bahwa Jakarta kurang aman, sehingga sebaiknya calon wisatawan mencari daerah tujuan wisata lain. (b) bagi hotel lain, ledakan bom bisa dijadikan promo bahwa hotel kelas macam Mariott ternyata tidak aman, sehingga mereka bisa promo tentang hotel mereka sebagai alternative. (c) perusahaan security dan safety bisa jualan alat detector, CCTV dll karena perangkat pengamanan pasti akan semakin dibutuhkan untuk antisipasi teror. (d) Lembaga bisnis yang kapitalis (mikirin untungnya sendiri) macam Manchester United yang untung gede tanpa keluar keringat karena mereka diuntungkan kontrak yang bisa dibatalkan kalo ada force majeur tanpa harus mengembalikan duit yang sudah masuk rekening mereka. Ini bisa jadi modus kerjasama ke depan. Alangkah bermanfaatnya duit 21 milyar yang masuk ke kantong MU bila digunakan untuk menyantuni korban bom itu...
4. Level Individu atau Instansi: (a) meningkatnya pengamanan membutuhkan tenaga security yang sepadan. Hal ini membuka lowongan tenaga kerja sebagai security yang andal dan profesional. (b) ledakan bom bisa jadi bisnis untuk instansi yang terlibat pengamanan untuk bikin proyek baru (c) bagi pihak instansi/perusahaan dan individu yang sedang terkena kasus hukum, ledakan bom yang dimuat di media massa akan menutupi kasus mereka, sehingga mereka bisa kong kalikong dengan pihak tertentu karena kasus mereka agak luput dari pengamatan public. Kasus ini juga bis aterjadi untuk kasus penyusunan kebijakan tertentu.
1. Di level Negara; (a) negara sedang berkembang yang menjadi competitor/pesaing bagi Indonesia sebagai tujuan wisata dan tujuan investasi missal China, Vietnam, Malaysia dll. Mereka bisa promo ke calon investor dan wisatawan bahwa Negara mereka jauh lebih aman untuk investasi dan wisata dibanding Indonesia, (b) Negara adidaya bisa mendesakkan dan menyetir Indonesia untuk berbuat ini itu guna melawan teroris, padahal apa yang didesakkan itu sebenarnya merupakan hidden agenda mereka untuk memerangi pihak-pihak yang selama ini kritis terhadap kepentingan Negara adidaya tersebut, (c) Negara adidaya dengan dalih “membantu” Indonesia bisa menyusup masuk ke jaringan intelijen Indonesia.
2. Di level organisasi “teroris”, ledakan bom itu bermanfaat untuk menunjukkan kepada public bahwa eksistensi mereka masih bertahan.
3. Di level daerah dan pengusaha: (a) bagi daerah di luar Jakarta, ledakan bom bisa digunakan sebagai promo bahwa Jakarta kurang aman, sehingga sebaiknya calon wisatawan mencari daerah tujuan wisata lain. (b) bagi hotel lain, ledakan bom bisa dijadikan promo bahwa hotel kelas macam Mariott ternyata tidak aman, sehingga mereka bisa promo tentang hotel mereka sebagai alternative. (c) perusahaan security dan safety bisa jualan alat detector, CCTV dll karena perangkat pengamanan pasti akan semakin dibutuhkan untuk antisipasi teror. (d) Lembaga bisnis yang kapitalis (mikirin untungnya sendiri) macam Manchester United yang untung gede tanpa keluar keringat karena mereka diuntungkan kontrak yang bisa dibatalkan kalo ada force majeur tanpa harus mengembalikan duit yang sudah masuk rekening mereka. Ini bisa jadi modus kerjasama ke depan. Alangkah bermanfaatnya duit 21 milyar yang masuk ke kantong MU bila digunakan untuk menyantuni korban bom itu...
4. Level Individu atau Instansi: (a) meningkatnya pengamanan membutuhkan tenaga security yang sepadan. Hal ini membuka lowongan tenaga kerja sebagai security yang andal dan profesional. (b) ledakan bom bisa jadi bisnis untuk instansi yang terlibat pengamanan untuk bikin proyek baru (c) bagi pihak instansi/perusahaan dan individu yang sedang terkena kasus hukum, ledakan bom yang dimuat di media massa akan menutupi kasus mereka, sehingga mereka bisa kong kalikong dengan pihak tertentu karena kasus mereka agak luput dari pengamatan public. Kasus ini juga bis aterjadi untuk kasus penyusunan kebijakan tertentu.
Subscribe to:
Posts (Atom)