Belajar dan berbagi kisah kasih kehidupan yang penuh kehangatan dan kebersahajaan
Showing posts with label Istriku. Show all posts
Showing posts with label Istriku. Show all posts
Sunday, May 15, 2016
Monday, August 31, 2009
Wanita idamanku...
Di bulan ramadhan, saya menyukai acara televisi sinetron "Para pencari Tuhan". Memang hebat Bang Dedy Mizwar itu, sinetron dia bisa laris manis dengan rating tinggi. Padahal dia tidak menjual seksualitas, atau gaya hidup glamour. Beliau pinter menemu kenali kebutuhan bawah sadar masyarakat yang haus dengan sentuhan religi dan mengemasnya dengan cerdas tanpa kesan menggurui...
Dalam sinetron itu, aku menemukan dua profil yang menurutku pantas jadi wanita idaman. Mereka adalah istri ustadz Ferry dan istri Asrul. Selain mempunyai raut muka yang jelita namun bersahaja, keduanya digambarkan memmpunyai inner beauty yang luar biasa: penyabar, setia pada keluarga, sanggup hidup menderita tanpa mengeluh, bijaksana, lembut, makmum yang baik, penuh sikap welas asih.... Ah alangkah bahagianya bagi laki-laki yang mendapatkan istri dengan karakter seperti itu...Pulang kerja, pikiran stress dan rasa capek pun akan segera sirna ketika mendapatkan sambutan hangat nan mesra dari istri yang sholihah seperti mereka...anak-anakpun akan dibesarkan dengan penuh mesra dan tuntunan... Rumah akan senantiasa penuh dengan kesejukan, senyuman, dan kebahagiaan...
Wahai istriku, besok kamu mulai belajar lebih sabar seperti mereka ya.... he..he...he..
Dalam sinetron itu, aku menemukan dua profil yang menurutku pantas jadi wanita idaman. Mereka adalah istri ustadz Ferry dan istri Asrul. Selain mempunyai raut muka yang jelita namun bersahaja, keduanya digambarkan memmpunyai inner beauty yang luar biasa: penyabar, setia pada keluarga, sanggup hidup menderita tanpa mengeluh, bijaksana, lembut, makmum yang baik, penuh sikap welas asih.... Ah alangkah bahagianya bagi laki-laki yang mendapatkan istri dengan karakter seperti itu...Pulang kerja, pikiran stress dan rasa capek pun akan segera sirna ketika mendapatkan sambutan hangat nan mesra dari istri yang sholihah seperti mereka...anak-anakpun akan dibesarkan dengan penuh mesra dan tuntunan... Rumah akan senantiasa penuh dengan kesejukan, senyuman, dan kebahagiaan...
Wahai istriku, besok kamu mulai belajar lebih sabar seperti mereka ya.... he..he...he..
Sunday, August 23, 2009
Pilih Buku atau Madu?
Di hari kedua bulan puasa, aku mengantar ponakanku beli rice cooker untuk dibawa ke sengata. Rice cooker itu dibutuhkan agar ponakanku nggak perlu repot-repot masak nasi untuk sahur atau buka puasa. Sehingga nanti tinggal cari sayur dan lauk pauknya.
Habis belanja rice cooker dan gas untuk kompor, aku meluangkan waktu untuk cuci mata di gramedia. Alhamdulillah kulihat bazar buku murah disana. Ternyata banyak judul buku murah tersebut yang sudah menjadi koleksiku. Setelah pilih sana-pilih sini aku dapatkan sekitar 7 buah buku murah seharga Rp. 15.000 - 20.000 per eksemplar.
Saat aku asyik memilih buku, istriku menelponku: " Lagi dimana".
Kujawab: " tadi hanbis belanja rice cooker. Sekarang lagi di gramedia, beli buku murah nih"
Istri: "buku terus yang dipikirin, lemarinya sudah penuh tuh..."
(Memang lemariku walaupun baru beli lemari rak besar baru, rak itu sudah mulai terisi penuh dengan buku. Kecepatanku membaca bukupun tidak sebanding dengan kecepatanku beli buku karena terkadang satu buku baru selesai dalam waktu 2 minggu. Sementara hampir setiap bulan aku beli rata-rata 5 buku lebih).
Istri: "udah berhenti beli bukunya. Nanti mau ditaruh dimana?"
Saat istriku ngomel tiba-tiba aku teringat kemarin baru cerita tentang kawannya yang mau cerai karena tidak mau dipoligami. Aku langsung dapat inspirasi jawaban cerdas: "ah mama, jangan kuatir ...aku kan cuma hobby beli buku kok ...nanti bisa diatur deh tempatnya.... atau mama lebih suka aku hobby cari madu seperti Mr X suami kawanmu itu? Mama mau aku nggak beli buku tapi aku bawain madu? itu madu istri baru he..he...he..."
Mendengar jawabanku yang tidak diduga-duga dan kusampaikan sambil cengengesan tersebut...istriku akhirnya mengalah....akhirnya dia merelakanku untuk membeli buku daripada aku pulang membawa madu....
Habis belanja rice cooker dan gas untuk kompor, aku meluangkan waktu untuk cuci mata di gramedia. Alhamdulillah kulihat bazar buku murah disana. Ternyata banyak judul buku murah tersebut yang sudah menjadi koleksiku. Setelah pilih sana-pilih sini aku dapatkan sekitar 7 buah buku murah seharga Rp. 15.000 - 20.000 per eksemplar.
Saat aku asyik memilih buku, istriku menelponku: " Lagi dimana".
Kujawab: " tadi hanbis belanja rice cooker. Sekarang lagi di gramedia, beli buku murah nih"
Istri: "buku terus yang dipikirin, lemarinya sudah penuh tuh..."
(Memang lemariku walaupun baru beli lemari rak besar baru, rak itu sudah mulai terisi penuh dengan buku. Kecepatanku membaca bukupun tidak sebanding dengan kecepatanku beli buku karena terkadang satu buku baru selesai dalam waktu 2 minggu. Sementara hampir setiap bulan aku beli rata-rata 5 buku lebih).
Istri: "udah berhenti beli bukunya. Nanti mau ditaruh dimana?"
Saat istriku ngomel tiba-tiba aku teringat kemarin baru cerita tentang kawannya yang mau cerai karena tidak mau dipoligami. Aku langsung dapat inspirasi jawaban cerdas: "ah mama, jangan kuatir ...aku kan cuma hobby beli buku kok ...nanti bisa diatur deh tempatnya.... atau mama lebih suka aku hobby cari madu seperti Mr X suami kawanmu itu? Mama mau aku nggak beli buku tapi aku bawain madu? itu madu istri baru he..he...he..."
Mendengar jawabanku yang tidak diduga-duga dan kusampaikan sambil cengengesan tersebut...istriku akhirnya mengalah....akhirnya dia merelakanku untuk membeli buku daripada aku pulang membawa madu....
Thursday, June 11, 2009
Antara Istriku, Rossa, Mulan Jameela, dan Manohara
Aku suka Rossa,
Karena wajah imutnya,
Pipi penuhnya,
Ceria di wajahnya,
mengingatkan aku pada gadis yang kucinta.
Aku suka Mulan Jameela,
Karena body mulusnya,
Gemulai tubuhnya,
suara sexynya.
Membuat anganku mengembara.
Aku suka Manohara,
karena bibir indahnya
matanya bak kejora
gerai rambut lebatnya
membuat aku jadi terpana
Meski mereka ada bertiga,
aku tetap suka istriku tercinta,
yang mungkin tidak secantik mereka,
tapi dia penuh pengertian dan rela
mempersilahkan aku menonton Rossa, Mulan dan Manohara
setiap kali mereka tampil di media..
Karena wajah imutnya,
Pipi penuhnya,
Ceria di wajahnya,
mengingatkan aku pada gadis yang kucinta.
Aku suka Mulan Jameela,
Karena body mulusnya,
Gemulai tubuhnya,
suara sexynya.
Membuat anganku mengembara.
Aku suka Manohara,
karena bibir indahnya
matanya bak kejora
gerai rambut lebatnya
membuat aku jadi terpana
Meski mereka ada bertiga,
aku tetap suka istriku tercinta,
yang mungkin tidak secantik mereka,
tapi dia penuh pengertian dan rela
mempersilahkan aku menonton Rossa, Mulan dan Manohara
setiap kali mereka tampil di media..
Keringat oh...keringat
Soal keringat, Titi kamal yang istriku itu punya kebiasaan yang unik. Waktu Dudi anakku masih kecil sampai SD suka menciumi ketiak Dudi. Katanya ketiak Dudi itu meski bau asem tapi enak dan ngangeni. Makanya kalo anakku sedang santai nonton TV atau baca buku, istriku suka ngusel untuk menciumi ketiak anakku.... Kebiasaan ini mulai berubah ketika anakku masuk SMP. Kata istriku, bau keringat ketiak anakku sudah tidak enak lagi...sudah bau apek he..he... Mungkin karena anakku sudah mulai ABG sehingga terjadi perubahan hormon sehingga bau ketek-nya nggak enak lagi.....
Minggu lalu aku ke Mall Lembusuana. Ketika turun dari elevator dari lantai dua ke lantai satu, ada tiga orang gadis ABG sambil bergaya pede dan penuh gaya juga turun di elevator yang sama dan berdiri didepan ku sejauh 2-3 meter. Istriku sendiri berdiri tepat di depanku. Ketika elevator berjalan, aku mencium aroma keringat yang kurang sedap....bau sengak, kata orang Jawa. setelah nyampai di lantai satu, aku cium bahu istriku untuk mengecek apakah bau sengak itu muncul dari istriku...ternyata hanya bau harum tubuh yang kujumpa...Istriku menoleh dan bertanya: "kenapa pa, bau keringatku apek ya?" Ku jawab: "ah enggak". Istriku kemudian ngomong; " aku juga cium bau sengak itu tadi, mungkin 3 ABG tadi yang baunya apek ya".. "Iya, kupikir tadi bau keringatmu, tapi kenyataan bau tubuh mama harum kok...kupikir bau itu datang dari 3 ABG yang pede dan penuh gaya tadi" jawabku...
Soal keringatku sendiri, istriku jarang complain...kecuali kalo aku memang sedang berkeringat banyak dan malas mandi... Meski demikian aku tahu kalau istriku lebih menyukai kalau aku berbau wangi....buktinya, kalo aku habis mandi dan tidur dengannya dia menjadi bobo pulas dan nempel lengket kayak prangko di sampingku...
Minggu lalu aku ke Mall Lembusuana. Ketika turun dari elevator dari lantai dua ke lantai satu, ada tiga orang gadis ABG sambil bergaya pede dan penuh gaya juga turun di elevator yang sama dan berdiri didepan ku sejauh 2-3 meter. Istriku sendiri berdiri tepat di depanku. Ketika elevator berjalan, aku mencium aroma keringat yang kurang sedap....bau sengak, kata orang Jawa. setelah nyampai di lantai satu, aku cium bahu istriku untuk mengecek apakah bau sengak itu muncul dari istriku...ternyata hanya bau harum tubuh yang kujumpa...Istriku menoleh dan bertanya: "kenapa pa, bau keringatku apek ya?" Ku jawab: "ah enggak". Istriku kemudian ngomong; " aku juga cium bau sengak itu tadi, mungkin 3 ABG tadi yang baunya apek ya".. "Iya, kupikir tadi bau keringatmu, tapi kenyataan bau tubuh mama harum kok...kupikir bau itu datang dari 3 ABG yang pede dan penuh gaya tadi" jawabku...
Soal keringatku sendiri, istriku jarang complain...kecuali kalo aku memang sedang berkeringat banyak dan malas mandi... Meski demikian aku tahu kalau istriku lebih menyukai kalau aku berbau wangi....buktinya, kalo aku habis mandi dan tidur dengannya dia menjadi bobo pulas dan nempel lengket kayak prangko di sampingku...
Sakhrukh Khan datanglah....
Keluarga istriku merupakan penggemar TPI (Televisi Pilm India). Mereka betah berjam-jam di depan televisi nonton Sakhrukh Khan, Amitabh Bachan, Maduri Dixit, Aishwara Ray dll.. memang orangnya ganteng dan cantik2 plus sexy sich.....
Kebiasaan nonton film India itu juga diwariskan pada Titi Kamal yang istriku itu. Aku inget dia sempat nguber-uber rental untuk cari VCD Kuch-kuch Hota Hai yang legendaris itu. Dan setelah dapat dia sampai berurai air mata menyaksikan kisah cinta yang begitu agung dalam film itu...
Beberapa minggu lalu, di malam sabtu dia nonton film cinta-nya Sakhrukh Khan. Saking menghayatinya, dia sampai terkenang-kenang dan terbawa mimpi. Di malam sabtu, saya sendiri biasanya dalam perjalanan pulang ke Samarinda dari sengata dan biasanya tiba di rumah jam 12 malam. Saat itu kuketuk pintu gerbang dan istriku yang masih setengah ngantuk--setengah sadar membukakan pintu buatku trus dia kembali tidur.
Pagi harinya dia bilang: "Pa, tadi malam aku nonton filmnya sakhrukh sampai terbawa mimpi. Makanya ketika papa ngetuk pintu aku setengah sadar dan kupikir Sakhrukh Khan tampan yang datang. Tak tahunya di pagi hari bukan Sakhrukh Khan yang ada di sampingku, malah Sakhrukh Khan lokal yang gendut yang ada he....he..he..."
Kebiasaan nonton film India itu juga diwariskan pada Titi Kamal yang istriku itu. Aku inget dia sempat nguber-uber rental untuk cari VCD Kuch-kuch Hota Hai yang legendaris itu. Dan setelah dapat dia sampai berurai air mata menyaksikan kisah cinta yang begitu agung dalam film itu...
Beberapa minggu lalu, di malam sabtu dia nonton film cinta-nya Sakhrukh Khan. Saking menghayatinya, dia sampai terkenang-kenang dan terbawa mimpi. Di malam sabtu, saya sendiri biasanya dalam perjalanan pulang ke Samarinda dari sengata dan biasanya tiba di rumah jam 12 malam. Saat itu kuketuk pintu gerbang dan istriku yang masih setengah ngantuk--setengah sadar membukakan pintu buatku trus dia kembali tidur.
Pagi harinya dia bilang: "Pa, tadi malam aku nonton filmnya sakhrukh sampai terbawa mimpi. Makanya ketika papa ngetuk pintu aku setengah sadar dan kupikir Sakhrukh Khan tampan yang datang. Tak tahunya di pagi hari bukan Sakhrukh Khan yang ada di sampingku, malah Sakhrukh Khan lokal yang gendut yang ada he....he..he..."
Thursday, August 07, 2008
Gandrung untuk istriku
Kata "Gandrung" setahuku berasal dari bahasa Jawa yang artinya jatuh cinta atau menyukai dengan amat sangat atau tergila-gila. Istilah gandrung dulu biasanya digunakan untuk melukiskan perasaan tergila-gila terhadap lawan jenis (biasanya laki-laki terhadap perempuan karena dalam budaya Jawa perempuan diposisikan pasif dalam percintaan atau menunggu ungkapan cinta laki-laki).
Dulu aku sangat suka nonton show kethoprak (sandiwara Jawa berlatar belakang sejarah jaman kerajaan) atau wayang orang. Dalam show kethoprak atau wayang orang tradisional, waktu pertunjukan bisa 6 jam atau lebih sehingga acara pertunjukannya bisa lebih lengkap. Termasuk ketika adegan seorang ksatria jatuh cinta kepada seorang puteri, biasanya akan disertai dengan tembang gandrung. Mungkin karena dalam budaya Jawa, tabu terhadap adegan yang erotis vulgar maka ungkapan cinta dituangkan dalam bentuk tembang. Saya sangat menyukai tembang gandrung itu karena kalimat tembangnya sangat puitis dan penuh metafora. Putri mana yang tidak akan bertekuk lutut ketika dirayu oleh sang Arjuna dengan untaian kata yang indah merayu dan dendang yang merdu????
Tembang gandrung ini tidak semata-mata menjadi dominasi kaum ksatria. Seorang tokoh antagonis yang brangasan atau kasarpun akan mendendangkan tembang gandrung ketika dia jatuh cinta atau merayu wanita. Ternyata benar kata pepatah bahwa "ketika seseorang jatuh cinta, dia akan menjelma menjadi seorang pujangga", tidak peduli apakah dia ksatria, raja atau kaum paria atau sudra sekalipun.....
Kethoprak atau wayang orang di televisi sekarang ini biasanya instant dan menghilangkan adegan gandrung ini. Padahal adegan ini menarik bagiku, dan seorang aktor yang memerankan tokoh ksatria yang jatuh cinta tidak cukup modal wajah ganteng, pinter dialog merayu tapi juga harus pinter nembang cinta....
Sayang sekali saya tidak bisa belajar nembang gandrung ini, karena tidak ada yang mengajari dan referensinya sulit didapat. Oleh karenanya, maafkanlah aku wahai istriku karena aku tidak bisa mendendangkan tembang gandrung untukmu. Walau sungguh mati, aku gandrung padamu....
Thursday, July 03, 2008
Sudah sakit masih diledek...
Si Dudi, anakku yang 12 tahun itu suka meledek mamanya. Seperti kemarin pada saat kepala istriku terantuk kran air di kamar mandi. Ledekannya:
Mama ini payah...
Kalau bersih-bersih rumah
kaki kesandhung kaki tempat tidur...
Kalau lagi masak,
air panas disiramkan ke kaki...
Kalau lagi nyuci baju,
kepala dibenturkan pada kran air...
Mendengar ledekan anakku, istriku cuma bisa meringis menahan sakit plus geli karena secara statistik apa yang diomongkan anakku itu benar adanya, yakni:
kejadian kaki bengkak karena nendang kaki tempat tidur memang sudah 3 kali terjadi
kejadian kaki kesiram air panas saat masak sudah 1 kali
kejadian kepala kejedhuk (kebentur) kran sudah terjadi 4-5 kali....
Ternyata seorang anak seringkali memperhatikan kejadian dan perilaku orangtua dan sekelilingnya ya.....
Mama ini payah...
Kalau bersih-bersih rumah
kaki kesandhung kaki tempat tidur...
Kalau lagi masak,
air panas disiramkan ke kaki...
Kalau lagi nyuci baju,
kepala dibenturkan pada kran air...
Mendengar ledekan anakku, istriku cuma bisa meringis menahan sakit plus geli karena secara statistik apa yang diomongkan anakku itu benar adanya, yakni:
kejadian kaki bengkak karena nendang kaki tempat tidur memang sudah 3 kali terjadi
kejadian kaki kesiram air panas saat masak sudah 1 kali
kejadian kepala kejedhuk (kebentur) kran sudah terjadi 4-5 kali....
Ternyata seorang anak seringkali memperhatikan kejadian dan perilaku orangtua dan sekelilingnya ya.....
Wednesday, May 28, 2008
Mama Cemburu tuh..
Di malam Rabu kemarin, sambil santai aku dan istriku menonton acara Empat Mata yang dipandu oleh Thukul Arowana. Malam itu, topik yang dibicarakan adalah budaya dari Arab. Nampak di TV, para pengunjung di studiopun sebagian keturunan Arab. Hal itu terlihat dari wajah mereka yang khas Arab termasuk cara berpakaiannya. Acara dibuka, dengan suguhan musik dan tari arab. Ditengah irama musik yang didominasi oleh rebana berirama riang, tampil 2 orang laki-laki penari yang licah gemulai. Setelah acara pembukaan, Thukul mengundang bintang tamu yang ternyata Nayla Alatas. Melihat penampilan Nayla, aku terkesiap dan berucap pada istriku: "Wah si Nayla ini cantik dan manieez banget ya ma?. Namun istriku sambil melengos malah ngomong: "ah kayak gitu kok cantik. Si Nayla nggak cantik ah". Aku nggak terima dengan pendapat istriku, maka aku cari dukungan pada si Dudi yang saat itu lewat ruang keluarga sehabis dari kamar mandi. Aku bilang: "Si Nayla cantik kan Dud? Mosok maniez kayak gitu kok dibilang nggak cantik sama Mama. Dia cantik kan? Si Dudi dengan cuek tapi senyam-senyum bilang: "Papa mosok nggak tahu sih. Mama bilang Nayla nggak cantik karena cemburu. Habis papa memuji wanita lain di depan Mama sih". Mendengar jawaban Dudi itu aku tertawa ngakak... sedangkan mamanya Dudi tersenyum malu-malu mendengar tuduhan anaknya yang polos itu....
Monday, May 12, 2008
Istriku dikutuk malaikat
Hari Minggu biasanya menjadi alasan aku agak lambat bangun dan bermalas-malasan di tempat tidur. Biasanya ketika hari libur aku agak malas bangun, istri dan terkadang anakku kemudian mengganggu tidurku dengan menggelitiki, menjahili atau berisik di tempat tidurku. Mereka lakukan itu agar aku cepat bangun dan tidak malas-malasan.
Hari minggu tanggal 11 Mei ini, aku masih tidur-tidur ayam setelah subuh. aku yang setengah sadar dikagetkan oleh istriku yang sudah bangun kemudian mengendap-endap ke kamar tidurku yang gelap dan kemudian menggelitiki aku. Melihat aku terbangun dan istriku kemudian mengendap-endap mau keluar kamar. Tak berapa lama istriku berteriak keras sambil mengaduh karena ketika dia mengendap-endap kakinya menendang ujung kaki tempat tidur. Sakit banget katanya sambil terus mengaduh dan mau menangis tapi juga sambil ketawa.... Aku yang masih setengah ngantuk hanya ikutan ketawa melihat penderitaaannya.
Sampai sore hari, istriku masih merasa kesakitan dengan jari kakinya itu... Akhirnya aku coba urut/pijat kaki dia dengan lembut...katanya sih pijatanku lumayan juga, karena sakit kakinya kok sudah berkurang...Sambil kuurut, aku mengolok-olok istriku; "Kamu kena kutuk malaikat tuh... wong pagi-pagi suami lagi istirahat kok digangguin. Harusnya kamu pijitin suami, manjain dengan sarapan dan kopi..he..he...he... Makanya kamu harus shalat taubat tuh agar kakimu cepat sembuh hi...hi...."
Friday, April 25, 2008
Istriku yang gelisah
Istriku masih satu,dari dulu yang itu-itu,
yang kupinang dari mertuaku,
sekitar tigabelas tahun lalu.
Umurnya 36tahun terus merambat,
perjalanan waktu yang cepat,
membuat kami ternganga,
karena tanpa sadar kami telah beranjak tua.
Istriku sekarang sedang gelisah,
karena bodynya terus berubah,
berat badan terus bertambah,
membuat pikiran terus resah,
Aku dan anakku sering menggoda,
berkomentar bahwa bodynya makin besar saja,
bahwa pinggangnya makin tidak kelihatan,
bikin pakaiannya jadi kekecilan
Istriku sudah berusaha,
ikut fitness dan senam,
untuk melangsingkan body,
tapi hasilnya belum terlalu kelihatan kini.
Istriku sudah berupaya,
untuk diet di kala malam,
kurangi ngemil dan makan,
tapi terkadang dia kelupaan..
Aku sendiri nggak terlalu peduli,
Istriku dulu kurus,
Istriku kini gemuk,
Yang penting istriku tetap sayang padaku
Walau demikian,
sejatinya aku suka seorang istri,
yang enak dan sedap dipandang mata,
yang setia menemani dan melayani sepanjang hari.
Seandainya ada yang menawari,
Istriku di tukar tambah dengan selebriti,
macam Mpok Ati,
atau Omas,
atau Dorce,
akupun tetap memilih istriku
karena kau yang tercantik di mataku
Seandainya ada yang menawari,
Istriku ditukar tambah dengan artis jelita,
macam Ikke Nurjanah,
atau siti Nurhaliza,
atau si cantik Rossa pelantun ayat cinta,
akupun masih mikir-mikir,
tapi mikir untuk menerimanya..ha..ha..ha....
habis mereka juga cantik sih....
Istriku yang gelisah ...
Tiada perlu kau gundah
Karena ku kan terus menyayangimu
di sepanjang perjalanan hidupku..
I love you....
Thursday, March 06, 2008
Cinta Jilid VI
Ah kalau cintaku jilid VI ini merupakan cintaku pada mantan pacarku yang bernama Dewi Setiawati. Cintaku ini berakhir di pelaminan dan doi akhirnya jadi ibu dari anakku. Nggak perlu diceritain di sini ya perjalanan cintaku ini karena itu bisa dibaca di rubrik istriku di blog ini.
Monday, December 31, 2007
Culture shock
Istriku dibesarkan di daerah kota kecil Bumiayu - Brebes. Di keluarganya mereka memasak memakai kompor minyak dan kompor gas. Hal ini berbeda dengan di rumahku yang berada di pelosok kabupaten Magelang yang ketika memasak masih memakai tungku (luweng) kayu bakar.
Di suatu hari ketika kami masih pengantin baru, dia menginap di rumahku yang ndeso itu sementara aku sudah mulai kerja kembali di jakarta. Pagi-pagi ibuku sudah pergi ke sawah dan dia menitip pesan agar istriku menanak nasi dan masak sayur untuk makan siang. (Di daerahku ini orang jarang sarapan pagi). Karena ingin menunjukkan bahwa dia merupakan seorang menantu yang baik, istriku kemudian berusaha memasak memakai kayu bakar. Karena dia tidak biasa menggunakan tungku maka kayu-kayu yang ada dijejalkan ke mulut tungku kemudian di siram minyak tanah dan dibakar. Tapi apa daya... karena kayunya terlalu penuh maka apinya nggak mau membakar kayu di tungku itu walau istriku sudah menghabiskan sisa persediaan minyak tanah termasuk sisa minyak yang ada di lampu dapur....
Sambil keringat bercucuran karena "kondite" atau performance sebagai menantu yang baik dipertaruhkan dalam acara masak itu, dia kemudian cari kertas koran bekas yang tidak terpakai. Tapi walaupun persediaan koran sudah habis, apinya nggak membakar kayu tersebut.... Dia sudah tiup apinya berluang-ulang, tapi tetap nggak menyala jua...
Istriku makin frustasi dan akhirnya menangis.... Untunglah pada saat itu kakakku yang kerja ngantor pulang kerja lebih awal dan melihat Dewi menangis, dia bertanya ke istriku kenapa menangis... akhirnya sambil senyum-senyum malu istriku cerita sama kakakku bahwa dia nggak bisa bikin api di tungku... kakakku ngakak dengan keluhan istriku dan kemudian dia membantu bikin api dan berhasil..... Akhirnya istriku berhasil menunaikan tugasnya untuk masak di hari itu dan dia lulus ujian dari ibuku sebagai seorang istri yang baik he..he...he... Meski demikian kejadian lucu istriku yang menangis karena nggak bisa bikin api di tungku terdengar juga oleh ibu bapakku...dan ibu bapakku malah ketawa terpingkal-pingkal mendengar cerita itu.... Sampai sekarangpun beliau masih ingat kejadian-kejadian itu dan seringkali bernostalgia mengungkap kejadian-kejadian lucu itu....
Di suatu hari ketika kami masih pengantin baru, dia menginap di rumahku yang ndeso itu sementara aku sudah mulai kerja kembali di jakarta. Pagi-pagi ibuku sudah pergi ke sawah dan dia menitip pesan agar istriku menanak nasi dan masak sayur untuk makan siang. (Di daerahku ini orang jarang sarapan pagi). Karena ingin menunjukkan bahwa dia merupakan seorang menantu yang baik, istriku kemudian berusaha memasak memakai kayu bakar. Karena dia tidak biasa menggunakan tungku maka kayu-kayu yang ada dijejalkan ke mulut tungku kemudian di siram minyak tanah dan dibakar. Tapi apa daya... karena kayunya terlalu penuh maka apinya nggak mau membakar kayu di tungku itu walau istriku sudah menghabiskan sisa persediaan minyak tanah termasuk sisa minyak yang ada di lampu dapur....
Sambil keringat bercucuran karena "kondite" atau performance sebagai menantu yang baik dipertaruhkan dalam acara masak itu, dia kemudian cari kertas koran bekas yang tidak terpakai. Tapi walaupun persediaan koran sudah habis, apinya nggak membakar kayu tersebut.... Dia sudah tiup apinya berluang-ulang, tapi tetap nggak menyala jua...
Istriku makin frustasi dan akhirnya menangis.... Untunglah pada saat itu kakakku yang kerja ngantor pulang kerja lebih awal dan melihat Dewi menangis, dia bertanya ke istriku kenapa menangis... akhirnya sambil senyum-senyum malu istriku cerita sama kakakku bahwa dia nggak bisa bikin api di tungku... kakakku ngakak dengan keluhan istriku dan kemudian dia membantu bikin api dan berhasil..... Akhirnya istriku berhasil menunaikan tugasnya untuk masak di hari itu dan dia lulus ujian dari ibuku sebagai seorang istri yang baik he..he...he... Meski demikian kejadian lucu istriku yang menangis karena nggak bisa bikin api di tungku terdengar juga oleh ibu bapakku...dan ibu bapakku malah ketawa terpingkal-pingkal mendengar cerita itu.... Sampai sekarangpun beliau masih ingat kejadian-kejadian itu dan seringkali bernostalgia mengungkap kejadian-kejadian lucu itu....
Misunderstanding
Istriku yang dilahirkan di Brebes biasa menggunakan bahasa Jawa untuk percakapan sehari-hari. Meski demikian dia awal mulanya agak sungkan berbicara dengan ibu bapakku karena istriku tidak terlalu lancar berbahasa Jawa halus (kromo inggil). Sehingga sewaktu aku baru menikah dia hanya bicara "nggih" (ya) atau "mboten" (tidak)..persis kayak wawancara dengan kuesioner tertutup..he..he...
Pada suatu saat ketika kami tinggal di rumah ibuku, ibu sedang menanak nasi . Tapi karena ada keperluan panen maka beliau harus segera pergi sawah. Ibu menitip pesan agar istriku nanti menanak nasi yang sudah setengah matang dan saat itu sedang didinginkan. Saat itu istriku hanya bilang "inggih, bu". Setelah beberapa lama istriku hendak menanak nasi, tapi dia cari nasi setengah matang itu nggak ketemu. Akhirnya dia nemu kelapa parut dalam panci... Istriku berpikir jangan-jangan ibu mau bikin kue dan tadi menyuruh dia untuk menanak kelapa tersebut. Tanpa pikir panjang kelapa parut tadi dituang dalam kukusan (kerucut) kemudian ditanak di dandang.
Setelah satu jam, ibuku pulang dari sawah dan melihat dandang masih di atas tungku. Beliau berpikir istriku sudah menanak nasi tapi belum dituang ke bakul. Maka ibuku mengambil bakul dan akan menanak nasi tersebut....Alangkah terkejutnya beliau ketika melihat kelapa parut dalam kukusan itu. Istriku yang menyadari kedatangan ibuku kemudian menyusul ke dapur... Di sana kemudian meledaklah tawa ibu dan bapakku sambil berkata: "Oalah...Dewi, ini ampas kelapa parut kok kamu tanak...ini kan untuk kasih makan ayam". Melihat komentar ibuku istriku mukanya merah padam malu bercampur geli.....Bapakku yang melihat kejadian itu tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar air matanya... Gara-gara malu bertanya akhirnya ampas kelapa ditanak jua he..he...
Pada suatu saat ketika kami tinggal di rumah ibuku, ibu sedang menanak nasi . Tapi karena ada keperluan panen maka beliau harus segera pergi sawah. Ibu menitip pesan agar istriku nanti menanak nasi yang sudah setengah matang dan saat itu sedang didinginkan. Saat itu istriku hanya bilang "inggih, bu". Setelah beberapa lama istriku hendak menanak nasi, tapi dia cari nasi setengah matang itu nggak ketemu. Akhirnya dia nemu kelapa parut dalam panci... Istriku berpikir jangan-jangan ibu mau bikin kue dan tadi menyuruh dia untuk menanak kelapa tersebut. Tanpa pikir panjang kelapa parut tadi dituang dalam kukusan (kerucut) kemudian ditanak di dandang.
Setelah satu jam, ibuku pulang dari sawah dan melihat dandang masih di atas tungku. Beliau berpikir istriku sudah menanak nasi tapi belum dituang ke bakul. Maka ibuku mengambil bakul dan akan menanak nasi tersebut....Alangkah terkejutnya beliau ketika melihat kelapa parut dalam kukusan itu. Istriku yang menyadari kedatangan ibuku kemudian menyusul ke dapur... Di sana kemudian meledaklah tawa ibu dan bapakku sambil berkata: "Oalah...Dewi, ini ampas kelapa parut kok kamu tanak...ini kan untuk kasih makan ayam". Melihat komentar ibuku istriku mukanya merah padam malu bercampur geli.....Bapakku yang melihat kejadian itu tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar air matanya... Gara-gara malu bertanya akhirnya ampas kelapa ditanak jua he..he...
Monday, December 17, 2007
Istriku yang pekerja keras
Dewi Setiawati, itu nama istriku. Dia lahir tahun 1972 dan menikah denganku di usia 23 tahun. Setahun kemudian lahirlah buah hati kami yang kami beri nama Dudi. Istriku rajin membersihkan rumah, mencuci baju, menyeterika, mengepel lantai dan segala urusan rumah tangga beres ditangannya. Dia juga rajin antar jemput si Dudi ke sekoilah dan kursus. Tak lupa dia juga selalu siap sedia melayani kebutuhanku. Walau kalau lagi kumat manjanya, dia malas masak dan malah minta aku yang masak bikin indomie. Kata istriku dan anakku, indomie buatanku memang mak nyuuuusssss.. nggak kalah rasanya sama mie kuah Mie Jogja-nya Pak Karso.
Ibuku memang wong ndeso, beliau punya indikator yang ndeso pula untuk menilai sesamanya. Seorang istri yang baik adalah istri yang trampil di dapur serta mampu membereskan urusan rumah tangga, itu katanya. Melihat segenap kerja keras istriku, ibuku jadi sangat sayang sama istriku. Saudara-saudaraku menyebutnya "menantu kesayangan". Istriku tidak hanya rajin di rumahku...kalo pas tinggal di rumah ibuku, di rumah mertuaku atau di rumah mbak Tatik kakakku, dia juga rajin beres-beres rumah...
Istriku seorang ibu rumah tangga yang luar biasa. Dulu waktu gadis pernah bekerja di BKIA atau poliklinik sebagai asisten perawat. Tapi semenjak menikah denganku, dia kuminta untuk fokus ngurus rumah. Aku kuatir kalo istriku juga kerja nanti anak dan keluarga nggak terurus... Alhamdulillah istriku setuju dengan ideku....
Istri yang rajin dan pekerja keras mrupakan suatu karunia bagiku. Dia rela mengorbankan segenap kepentingan pribadinya demi keluarga.....Walau terkadang ada hal-hal yang kurang sempurna, tapi kusadari itu merupakan fitrahnya sebagai manusia...
Istriku, I love you......
Friday, September 28, 2007
Boleh nampar dan mukul asal jangan ngomong nylekit
Ketika saat pacaran dulu, istriku pernah bilang padaku: "Mas, kalo kita sudah jadi suami istri, mas kalau marah padaku boleh memukulku atau menamparku. Tapi tolong jangan ngomong kasar atau nylekit yang menyakiti hatiku".
Dalam perjalanan hidup rumahtanggaku yang sudah lebih dari 12 tahun, seperti wajarnya rumah tangga orang awam, terkadang aku berselisih paham atau marah dengan istriku. Kalau aku pas marah sama istriku, aku hanya bersikap diam (sampai maksimal 3 hari) untuk cooling down dan mencegah suasana makin panas/buruk. Melihat diriku biasanya jahil, banyak canda kemudian berubah jadi diam seribu basa ("seperti kuburan" kata istriku), istriku jadi bingung. Akhirnya dialah yang memulai mencairkan suasana.
Kalau suasana sudah rukun dan mesra kembali biasanya istriku ngomel; "Papa ini nggak ngenaki, kalo marah nggak pernah minta maaf...nggak pernah mau ngomong lagi ". Biasanya aku menjawab: "ma, dulu kamu bilang aku boleh memukulmu tapi aku nggak boleh ngomong kasar. Sekarang aku nggak pernah ngomong kasar padamu dan nggak memukulmu ketika aku marah , berarti dengan diam-ku aku sudah memenuhi permintaanmu kan? berarti aku nggak melanggar janji kan?. Istriku biasanya hanya ngomel: "iya sih, tapi dengan diam-nya papa, suasana menjadi nggak nyaman dan sepi kayak muka kuburan".
Yah begitulah misteri wanita, dituruti kemauanya malah bingung sendiri...he..he...
Tuesday, August 21, 2007
Cari Mama Baru yuk...
Suatu ketika saat berkumpul dengan istri dan anakku, sering muncul isengku. Dudi anakku kuprovokasi: "dik, kita jalan-jalan yuk...cari Mama baru yang cantik dan baik hati". Saat itu Dudi sedang berantem dengan mamanya, sehingga dengan semangat Dudi menjawab: "Iya pah...kita cari mama baru saja... nanti mama kita jadikan pembantu kita saja". Mendengar jawaban itu mamanya hanya bisa ngomel:" anak dan suami sama-sama sablengnya. Mosok mama turun derajat jadi pembantu"...ha..ha...ha...
Tapi suatu saat ketika Dudi sedang baikan dengan Mamanya kucoba provokasi Dudi untuk cari mama baru. Eh, Dudinya malah menjawab:" ah nggak mau.. papa nanti kulaporkan sama Mbah uti Jawa biar dimarahi karena meninggalkan mama. Kan kasihan mama." Mamanya biasanya lalu tersenyum bangga penuh kemenangan kalau mendapatkan pembelaan dari anak semata wayangnya.....
Tuesday, August 14, 2007
Mama dulunya dipungut dari tong sampah?
Kalo anakku mau bobo, dia biasa minta didongengi. Aku biasanya menemani sambil mendongeng tentang masa kecilku di desa yang menyenangkan, masa sekolahku, sampai pacaran dan berumah tangga. Dudi sangat senang kalau kudongengi dan biasanya dia minta didongengi ketika "papa masih kecil hingga aku lahir".
Salah satu dongeng fiktif yang kuceritakan adalah sebagai berikut:
"Di suatu senja yang berkabut, nan temaram kota Bumiayu diguyur hujan lebat. Semua orang lebih suka tinggal di rumah untuk menghindarkan diri dari sengatan hawa dingin yang menusuk tulang dan guyuran air yang deras. Setelah beberapa lama, di tengah malam hujanpun reda. Di saat yang dingin, gelap nan kelam itu terdengar rengekan suara tangis bayi dari sebuah bak sampah. Sepasang suami istri mendengar tangisan itu dan mencari arah suara itu berasal. Di tumpukan sampah yang lembab nan busuk, terlihat seorang bayi perempuan berselimut kain kumal sedang dirubung ribuan lalat hijau. Pasangan tua itu kemudian segera mengambil dan menggendong bayi yang kurus kering nan bau busuk itu untuk segera di bawa ke rumah. Karena bayi itu dirubung lalat, maka sampai gadis itu besar tahi lalat yang bertebaran di tubuh gadis itu tiada hilang. Gadis itulah yang kemudian dikenal dengan nama Dewi Setiawati."
Kalau mendengar cerita itu Dudi langsung bertanya pada mamanya (karena mamanya juga bernama Dewi Setiawati): "benarkah mama ditemukan di tong sampah dulu? benarkah mama hanya anak nemu atau anak pungut?
Sebelum mamanya menjawab, aku bilang ke Dudi: " Itu benar dik, coba lihat aja badan mama banyak tahi lalatnya. Itu karena waktu kecil dia dirubung lalat hijau di tong sampah. Dulu dia ditemukan di tong sampah oleh mbah kakung dan mbah uti"
Mendengar provokasiku yang menyesatkan itu, mamanya Dudi biasanya complain sambil bersungut-sungut : "Itu bohong dik, papamu aja kok dipercaya untuk dongeng gituan...Dasar papa...nanti kubilangin ke Bapak ibu biar dimarahin."
Tapi dasar Dudi juga suka ngeyel, dia terkadang nanyain terus dan membumbuin agar mamanya makin keki... he..he...he... Tinggal Mamanya yang ngomel-ngomel karena di-diskreditkan oleh cerita bualanku dan ledekan Dudi he..he...he...
Ehm..ehm....Malam pertamaku....
Acara resepsi pernikahanku dilakukan pada malam hari. Pak De dan Bude Abdulah, Bude Muhtohari, Mas Heru, Mbak Tri, Mbak Marsih, Dik Rin, Mas Sukiyat dll merupakan rombongan kerabat dekat keluargaku yang ikut acara resepsi itu. Setelah acara resepsi yang sampai larut, aku dan keluarga istriku membuka kado-kado pernikahan kami. Bermacam rupa kado yang kami terima dari para undangan seperti gelas, jam dinding, alat dapur dll... cuma belum ada kado yang berupa kunci mobil BMW atau kunci rumah ..he..he...he.... Saat itu kami rame-rame membuka kado di atas ranjang pengantin. Karena kelebihan beban dan sewaktu memasang dipan ada sekrup yang nggak pas maka..gedubrak...dipannya ambrol....
Karena capek seharian resepsi dan banyak tamu, saya dan istri segera tertidur sampai pagi harinya bangun kesiangan jam 8 pagi. Karena kami bangun kesiangan, saya dan istri eyel-eyelan untuk menentukan siapa yang harus keluar kamar duluan karena malu sama mertua dan keluarga he..he..he..
Setelah mandi, kami segera ke Losmen Tentram-Bumiayu, tempat keluargaku menginap. Di sana keluargaku sudah siap-siap benah-benah mau berangkat pulang ke Magelang. Mereka juga complain; hei mengapa telat bangun nih...? Mentang-mentang pengantin baru ha.ha...ha...
Sehabis menghantar keluargaku berangkat pulang ke Magelang, kami mau pulang ke rumah mertua dan dicegat sama serombongan ibu-ibu. Mereka menanyai:" Kudengar semalam dipannya ambrol ya? pakai gaya apa sih kok bisa sampe ambrol gitu?". Mendengar pertanyaan itu, aku dan istriku ketawa ngakak...dan akhirnya kami jelaskan bahwa dipan itu ambrol karena diduduki rame-rame sewaktu membuka kado dan bukan karena gaya smackdown kami yang dahsyat ..he....... he...he...
Karena capek seharian resepsi dan banyak tamu, saya dan istri segera tertidur sampai pagi harinya bangun kesiangan jam 8 pagi. Karena kami bangun kesiangan, saya dan istri eyel-eyelan untuk menentukan siapa yang harus keluar kamar duluan karena malu sama mertua dan keluarga he..he..he..
Setelah mandi, kami segera ke Losmen Tentram-Bumiayu, tempat keluargaku menginap. Di sana keluargaku sudah siap-siap benah-benah mau berangkat pulang ke Magelang. Mereka juga complain; hei mengapa telat bangun nih...? Mentang-mentang pengantin baru ha.ha...ha...
Sehabis menghantar keluargaku berangkat pulang ke Magelang, kami mau pulang ke rumah mertua dan dicegat sama serombongan ibu-ibu. Mereka menanyai:" Kudengar semalam dipannya ambrol ya? pakai gaya apa sih kok bisa sampe ambrol gitu?". Mendengar pertanyaan itu, aku dan istriku ketawa ngakak...dan akhirnya kami jelaskan bahwa dipan itu ambrol karena diduduki rame-rame sewaktu membuka kado dan bukan karena gaya smackdown kami yang dahsyat ..he....... he...he...
Monday, August 13, 2007
Mau nikah kok klayapan ke pasar hewan....
Sehari sebelum "hari H" pernikahanku, kawan-kawan kerjaku di Bina Swadaya seperti mas Haryo, Mas Ruruh dkk. datang di Bumiayu untuk menyaksikan pernikahanku. Pagi harinya mereka kuajak jalan-jalan melihat keadaan kota kecil Bumiayu. Kebetulan hari itu hari Wage yang merupakan hari pasaran untuk pasar hewan Bumiayu, sehingga rombongan kuajak ke sana untuk melihat transaksi jual beli hewan, alat pertanian dll...Aku sendiri punya hobby untuk berkunjung ke pasar tradisional. Kemanapun aku pergi ke suatu daerah, aku senang lihat pasar tradisional. Karena bagiku, pasar tradisional itu merupakan potret gamblang kondisi sosio kultural masyarakat di situ...
Sehabis jalan-jalan, Dewi yang saat itu jadi calon istriku ngomel-ngomel karena jam 10 pagi kami mau akad nikah kok masih sempat-sempatnya klayaban ke pasar hewan ha..ha...ha...
Akhirnya akad nikah dilaksanakan tanggal 15 Mei 1995 jam 10 an pagi. Dengan disaksikan keluargaku, keluarganya dan kerabat dekat, akad nikah yang berlangsung di musholla Baitul Amin, Kauman - Bumiayu berjalan lancar karena aku sudah hafal ucapan ijab-qabulnya. Bapak mertuaku sendiri yang bertindak sebagai wali istriku. Terus terang semula aku agak deg-degan karena malu kalau keliru (bukan deg-degan karena hendak memikul tanggungjawab berat sebagai seorang suami lho....). Dengan selesainya acara akad nikah ini, resmilah sudah aku menjadi suami dari Dewi Setiawati dan meninggalkan status bujanganku untuk menyambut statusku yang baru sebagai seorang suami dan kepala keluarga......
Subscribe to:
Posts (Atom)
