Dr. Akram Ridha
Penerjemah Hj Umma
Farida Lc MA.
Penerbit Khalifa,
Jakarta 2005
ISBN 979 99871-0-5
180 halaman
Buku ini merupakan dari sebuah buku berbahasa
Arab karya Dr. Akram Ridha yang diterbitkan di Mesir. Buku ini berisi tentang
kiat-kiat mengelola keuangan rumah tangga agar
kebutuhan keluarga bisa tercukupi dan suasana harmonis dalam rumah
tangga bisa tercipta. Buku ini sangat relevan dengan kondisi di Indonesia pada
saat ini dimana sekarang banyak perceraian muncul karena faktor tekanan ekonomi.
Untuk menciptakan rumah tangga bahagia, suami istri dan anggota keluarga sebaiknya bermusyawarah dan bekerjasama dalam mengelola keuangan rumah tangga. Pengelolaan keuangan rumah tangga bisa dirumuskan dalam persamaan matematika berikut ini:
- Identifikasi sumber penghasilan Keluarga secara detail baik yang bersifat penghasilan pokok maupun penghasilan tambahan
- Identifikasi pengeluaran Keluarga secara realistis baik yang bersifat harian (misal biaya makan minum, biaya transport anak sekolah dst), mingguan (missal belanja bensin mobil ayah), bulanan missal iuran Listrik, iuran air PDAM, cicilan kredit motor), semesteran (biaya kuliah), tahunan (seperti pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan dll
- Sisihkan penghasilan untuk Tabungan (minimal 10%) dan Sedekah (misal 5-10%)
- Sisa Penghasilan setelah dikurangi tabungan dan sedekah, digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi/pengeluaran Keluarga.
- Uang pengeluaran dibagi dengan menggunakan sistem amplop misal dibuat amplop minggu pertama, kedua, ketiga dst dan amplop2 untuk pengeluaran khusus (misal listrik, PDAM, kredit motor). Jangan lupa sediakan amplop untuk “kebutuhan tidak terduga”. Sistem amplop ini untuk mempermudah alokasi pengeluaran.
- Sistem amplop ini harus dijalankan dengan disiplin, agar keuangan rumah tangga terkontrol.
Bagaimana yang
harus kita lakukan bila Penghasilan jauh
lebih besar dari Pengeluaran?
- Jangan merubah gaya hidup menjadi bersifat boros dengan membeli barang bermerk, barang sekunder dan tersier yang tidak banyak bermanfaat.
- Perbanyak tabungan dan sedekah
Bagaimana strategi yang harus kita lakukan bila Penghasilan lebih kecil dari Pengeluaran?
- Berusaha memperbesar penghasilan halal melalui kerja sampingan oleh suami istri dan anggota Keluarga lain, mengembangkan kegiatan wiraswasta sampingan, mengembangkan investasi untuk menambah penghasilan Keluarga (passive income).
- Menekan pengeluaran Keluarga melalui: (1) menekankan prioritasi pembelian untuk barang-barang primer yang dibutuhkan, (2) mengurangi kuantitas jumlah pembelian barang misal biasanya tiap bulan beli beras 50 kg dikurang 5% menjadi 47,5 kg ,(3) gunakan peralatan hemat energi untuk mengurangi biaya listrik, (4) hemat dalam pemanfaatan barang misal memasak tidak berlebihan agar tidak ada makanan sisa, (5) gunakan tenaga sendiri untuk pekerjaan tertentu misal mencuci sendiri dan bukan di-laundry di luar, (6) beli barang-barang kebutuhan pokok di toko yang murah atau diskon, (7) gunakan barang-barang substitusi yang sesuai misal untuk sumber protein dari daging digantikan dengan tahu atau tempe yang lebih murah.
- Dalam buku ini penulis juga menekankan pentingnya terus bersedekah kepada orang yang membutuhkan serta terus berdoa agar Tuhan memberikan rejeki halal yang penuh berkah kepada kita. Namun selain itu penulis juga menyarankan agar diri kita harus berlatih untuk menjadi orang yang pandai bersyukur, tidak boros dan selalu merasa cukup (qona’ah).
Komentar:
- Buku ini secara sederhana mengajarkan kita untuk mengatur ekonomi rumah tangga. Saya sendiri belajar banyak dari praktik yang dilakukan oleh ibu saya dlaam pengelolaan ekonomi rumah tangga. Ibu saya yang seorang petani padi, ketika habis panen padi beliau sudah menghitung dan membagi uangnya untuk kebutuhan 5-6 bulan ke depan sampai masa panen tiba kembali, baik untuk biaya konsumsi Keluarga, biaya sekolah anak, biaya membajak sawah dst. Pengelolaan ekonomi rumah tangga oleh petani padi sangat besar tantangannya karena penghasilan yang sifatnya 4-5 bulan baru panen, resiko gagal panen senantiasa mengintai, resiko harga pertanian yang fluktuatif dll. Oleh karenanya Keluarga petani padi cenderung tidak mau spekulatif dan suka menyisihkan pendapatannya untuk ditabung dalam bentuk emas maupun investasi ternak yang mudah diuangkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Mereka jarang sekali berfoya-foya ketika panen berhasil dan lebih suka menabung.
- Untuk keluarga petani, terdapat strategi menambah penghasilan misalnya dengan penganeka ragaman sumber penghasilan dengan cara menanam sayuran di pematang, tanaman pisang, beternak ayam dll. Di banyak keluarga buruh petani, strategi mendapatkan tambahan penghasilan dilakukan dengan keterlibatan istri untuk mencari tambahan penghasilan dengan menjadi buruh tanam, buka warung, pedagang dll. Peran kaum perempuan ini cukup signifikan untuk menopang ekonomi rumah tangga.
- Sistem amplop,
saya bersama istri menerapkan system amplop ini saat awal pernikahan kami.
Dengan gaji yang agak pas-pasan, strategi itu kami pakai agar kami bisa
berhemat. Hasilnya?? Sangat manjur.. dik Siti sangat disiplin mengatur keuangan
keluarga dan kebutuhan primer kami terpenuhi dengan baik. Kami
tidak kaya raya, tapi kami merasa cukup…alhamdulillah….
- Suatu pengalaman yang tidak terlupa adalah jangan ragu dan pelit untuk bersedekah kepada orang tua kita. Karena keridhoan mereka akan semakin membukakan pintu rejeki kita..Insya allah.

