Tuesday, April 14, 2026

MANIFESTO MASJID NABI: Rumah Allah yang memihak Rakyat

 


MANIFESTO MASJID NABI: Rumah Allah yang memihak Rakyat

Penulis: Muhammad Jazir ASP

Penerbit: Artisankata Publishing House

Yogyakarta 2024

247 halaman


Buku Manifesto Masjid Nabi ini merupakan kisah pengalaman  ustadz Muhammad Jazir ASP dalam mengembangkan Masjid Jogokaryan di Yogyakarta. Masjid Jogokaryan ini popular dengan pendekatan dakwah ekonomi dan pendekatan ”saldo nol”. Melalui dakwah tersebut, lingkungan Jogokaryan yang di tahun 1960an merupakan basis Partai Komunis Indonesia dan kaum abangan, berubah menjadi masyarakat Islami.

Konsep awal yang dikembangkan oleh masjid Jogokaryan ini adalah (1) mengajak orang untuk shalat dan (2) mengajak orang untuk menunaikan zakat. Untuk mengajak orang mau menjalankan ibadah shalat, masjid Jogokaryan melakukan pendataan warga Masyarakat dengan kategori orang yang belum menjalankan shalat, orang sudah shalat tapi di rumah saja dan orang yang sudah shalat rutin berjamaah di masjid. Untuk mereka yang belum shalat, takmir masjid Jogokaryan membentuk tim untuk melakukan pendekatan personal dan membimbing mereka shalat. Program ini mereka namakan “menshalatkan orang hidup”. Takmir masjid Jogokaryan juga membuat terobosan dengan menyediakan hadiah doorprize bagi mereka yang rajin shalat berjamaah di masjid. Hadiah ini bahkan meningkat menjadi tiket umroh. Program pendataan dan pembinaan juga dilakukan untuk identifikasi warga yang sudah bisa mengaji dan yang belum. Melalui pendataan dan pembinaan yang intensif ini, hampir 99% penduduk muslim Jogokaryan sekarang sudah menjalankan ibadah shalat.

Terkait dengan pembayaran zakat, pada tahun 2003 zakat yang diperoleh berkisar Rp. 5 juta rupiah dari 19 muzaki (pembayar zakat). Pada tahun 2022, zakat yang diperoleh berkisar 3,2 milyar rupiah dari 659 muzaki dan wakaf produktif mencapai 7 milyar rupiah. Infaq dan zakat mal dibiayai digunakan untuk kesejahteraan rakyat seperti perbaikan rumah, beasiswa, modal usaha dll. Infaq dari jamaah, diupayakan segera tersalur ke jamaah yang membutuhkan agar barokahnya segera dirasakan oleh orang yang berinfaq maupun bagi jamaah yang membutuhkan. Pendekatan ini disebut ”saldo nol”.

Keberhasilan mengembangkan kesadaran berzakat ini antara lain didukung dengan dakwah yang intensif serta pendampingan usaha. Banyak warga masyarakat, yang semula miskin dan menerima zakat, diberi modal usaha dan bimbingan usaha. Bimbingan usaha ini berjalan baik sehingga mereka bisa meningkat pendapatannya dan mereka yang semula menjadi penerima zakat berubah menjadi muzaki (pembayar zakat). Bimbingan usaha juga diberikan dalam bentuk pembukaan warung sekitar masjid, dan masjid membeli produk-produk  masyarakat seperti konsumsi jumat berkah biasanya disediakan oleh catering masyarakat setempat yang sudah lolos uji kelayakan dan kesehatan.

Masjid Jogokaryan juga mengembangkan usaha seperti penginapan syariah, dan percetakan yang keuntungannya digunakan untuk membiayai operasional masjid. Konsep ini mengadopsi konsep di Masjidil Haram yang biaya operasionalnya ditopang dari wakaf dan usaha yang dikelola masjid. Dengan dukungan ini, masjid Jogokaryan bisa menggaji Imam Masjid senilai 10 juta rupiah. Pegawai-pegawai masjid, yang ditempat lain disebut marbot, juga digaji minimal setara UMR Yogyakarta. Takmir menggaji karyawan tersebut agar karyawan bisa bekerja dengan fokus. Demikian pula dengan imam masjid, mereka diseleksi dan digaji sangat layak agar mereka bisa fokus dalam membimbing umat.

Dalam perkembangannya, pengembangan masjid Jogokaryan didorong mengadopsi konsep Masjid Nabawi di Madinah pada masa Nabi Muhammad sebagai pusat peradaban Islam, bukan sekadar tempat ibadah ritual semata. Konsep tersebut mencakup:

1.     Baitullah
yakni tempat berdoa, beribadah, berkeluh kesah kepada Allah. Sebagai tempat berkomunikasi dengan Allah, maka masjid harus senantiasa terbuka 24 jam untuk jamaah, fasilitas dan kebersihan memadai sehingga jamaah nyaman, terang benderang sehingga orang tidak takut untuk masuk ke dalamnya.

2.     Baitul Mal,
Yakni tempat menitipkan harta dari mereka yang berkelebihan untuk disalurkan kepada mereka yang miskin dan atau membutuhkan.

3.     Baitul Tarbiyah
Yakni menjadi tempat belajar, pembentukan karakter, tempat belajar berorganisasi, tempat belajar ilmu agama. Masjid Jogokaryan juga menyediakan beasiswa untuk siswa dari keluarga miskin. Mereka juga menyadiakan pelatihan untuk guru-guru.

4.     Baitul Dakwah
Yakni masjid adalah tempat untuk merawat umat. Takmir Masjid harus aktif mendatangi warganya dan tidak pasif menunggu didatangi. Mereka tidak sekedar mengumandangkan adzan, tapi benar-benar door to door mendatangi warga dan mengajak shalat.

5.     Baitu Muamalah
Yakni masjid mempunyai kiprah dalam pengembangan ekonomi. Hal ini untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah, sekaligus sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dan fund raising untuk mendukung operasionalisasi masjid.

Beberapa kunci penting dalam pengembangan masjid Jogokaryan:

  •       Tersedianya kepemimpinan takmir masjid yang kompak, ikhlas, visioner dan bisa diteladani.
  •    Pelibatan anak muda dan anak-anak sejak SD untuk terlibat dalam kegiatan masjid atau kepengurusan masjid. Pelibatan ini penting untuk membangun karakter, ketrampilan berorganisasi dan jiwa kepemimpinan.
  •     Partisipasi aktif jamaah dalam kegiatan masjid. Jamaah didorong untuk bisa saling mengenal dengan intensif sehingga mereka bisa saling berkomunikasi,  saling belajar, dan tumbuh rasa setiakawan antar jamaah.
  •       Masjid harus mengutamakan program-program sebagai baitullah, baitul mal, baitu tarbiyah, baitu dakwah dan baitu muamalah. Takmir hendaknya menghindarkan bermegah-megah dengan bangunan fisik masjid, namun tidak punya program kerja yang jelas.

Di saat kemunduran umat terjadi karena fungsi masjid menyempit, kebangkitan harus dimulai dari revitalisasi masjid. Dalam kehidupan sosial, masjid hendaknya bisa menawarkan pendekatan sosial, politik dan pemerintahan yang lebih beretika, sebagai antitesis situasi politik dan pemerintahan yang  banyak menghalalkan segala cara saat ini.

Pada akhir buku ini, ustadz Jazir selaku penulis  mengungkapkan bahwa keberhasilan masjid Jogokaryan diharapkan bisa memotivasi masjid-masjid lain di Indonesia. Pendekatan ATM (amati, tiru, modifikasi) bisa menjadi salah satu strategi, sehingga pendekatan pengembangan masjid bisa disesuaikan dengan konteks lokal yang ada.

 

Catatan:

Ustadz Jazir mempunyai pengalaman panjang dalam berorganisasi serta pergaulan luas. Hal itu membuat beliau sangat kritis, bahkan sempat di penjara karena kekritisannya di jaman Orba. Luasnya pergaulan beliau  beliau tersebut membuat buku yang ditulis dengan gaya bertutur (story telling) ini terasa mudah dicerna untuk publik. Adapun yang perlu diperbaiki adalah dalam beberapa bagian terkesan ada pengulangan-pengulangan yang sedikit mengganggu.

 

Thursday, March 05, 2026

Panduan Praktis Ibadah Umrah

 


Panduan Praktis Ibadah Umrah

Penulis: Dave Ariant Yusuf Wicaksono

64 halaman

 

Buku ini berisi petunjuk tata cara ibadah Umrah. Secara bahasa, umroh berarti berziarah ke tempat ramai atau berpenghuni. Sedangkan secara istilah, umroh adalah ibadah dengan cara mendatangi Baitullah untuk melaksanakan rangkaian amalan tertentu, seperti thawaf (mengelilingi Ka'bah) dan sa’i (berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah). Berbeda dengan haji, umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun karena tidak terikat oleh waktu tertentu.

Umroh hanya memiliki 5 rukun, di antaranya adalah:

1. Ihram

Pakaian ihram yang digunakan untuk umroh sama dengan ibadah haji. Laki-laki menggunakan kain putih yang tidak terjahit, sedangkan perempuan mengenakan busana yang sopan sesuai ketentuan syariat.

2. Tawaf

Tawaf dalam umrah dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dan merupakan rukun yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan umrah. Thawaf dilakukan dalam keadaan bersuci (wudhu).

3. Sa’i

Sa’i dalam umrah juga sama dengan sa’i dalam haji, yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwah. Seperti dalam haji, sa’i dalam umrah juga dilakukan sebanyak tujuh kali. Jarak antara bukit Shafa dan bukit Marwah sekitar 450 meter. Sa’i boleh dilakukan dlam kondisi tidak bersuci.

4. Tahallul

Tahallul adalah rukun umroh yang keempat atau terakhir. Jamaah Umroh melakukan Tahallul selesai menunaikan Sa’i. Tahallul dilaksanakan di Bukit Marwah. Saat melakukan Tahallul, jamaah mencukur sebagian atau seluruh rambut di kepala.

5. Tertib

Tertib maksudnya semua rukun di atas harus dilakukan secara berurutan. Jika tidak ibadah umroh tidak sah

Selama melakukan ibadah Umroh, dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah seperti shalat, membaca Qur’an, dan i’tikaf. Dalam buku ini juga dikupas tips melakukan ibadah Umroh seperti perlengkapan yang harus dibawa, cara bertayamum di pesawat dan lain-lain.


Tuesday, March 03, 2026

Revolusi di Nusa Damai

 


Revolusi di Nusa Damai

Penulis: K’tut Tantri

PT Gramedia Pustaka Utama

Jakarta 1982

ISBN  979-22-1614-6

368 halaman

 

Buku ini merupkana terjemahan dari buku Revolt in Paradise karya K’tut Tantri. Buku ini berkisah tentang K’tut Tantri, seorang wanita Amerika keturunan Inggris (Skotlandia) yang pernah tinggal lima belas tahun di Indonesia dari 1932-1947.

K’tut Tantri merupakan gadis Skotlandia yang beremigrasi ke Amerika bersama keluarganya setelah Perang Dunia I usai. Dia punya bakat melukis dan nasib baik membawanya dekat dengan dunia artis di Hollywood. Dia banyak menulis tentang kehidupan para selebriti di sana.Suatu saat, dia melihat film tentang Bali dan dia jatuh cinta dengan Bali, Dia kemudian bertekad untuk ke Bali dan hidup di sana sebagai seniman. Dengan menumpang kapal, dia akhirnya sampai di Tanjung Priok Jakarta. Dengan penuh semangat dia membeli mobil dan mengendarainya sendiri menuju Bali. Dalam perjalanan itu dia menemukan Pito, seorang anak gelandangan yang kemudian diajak sampai ke Bali. Tapi anak tersebut kemudian minta dikembalikan ke Banyuwangi karena Bali terkesan masih angker.

K’tut sendiri kemudian melanjutkan perjalanan ke Bali. Suatu ketika tanpa disengaja mobil yang dibawanya menghantar ke sebuah istana raja Bali. Ktut berkenalan dengan istana dan diangkat sebagai anak. Dia diberi nama Ktut Tantri, karena raja sudah punya 3 anak dan dia diangkat jadi anak ke-empat (Ktut merupakan nama tradisional Bali yang menunjukkan statusnya sebagai anak ke empat). Di istana tersebut Ktut belajar budaya lokal Bali, bahasa Bali dan Melayu dari Agung Nura, pangeran istana.Dia pembelajar yang cepat sehingga tidak berapa lama dia fasih berbahasa Melayu dan Bali.

Di Bali sendiri Ktut sering berhadapan dengan pemerintah kolonial Belanda yang rasialis. Pejabat Belanda melarang ktut untuk bergaul dan membaur dengan pribumi, karena dikuatirkan akan merendahkan martabat orang kulit putih. Namun Ktut yang dibesarkan dalam budaya Amerika dan seorang seniman, memberontak terhadap anjuran pejabat tersebut. Bagi Ktut, semua orang punya derajat yang sama. Jadi tidak ada alasan untuk merasa superior. Ktut melanjutkan kehidupan sebagai seniman dengan menghasilkan lukisan-lukisan indah. Dia juga kemudian berinvestasi dengan membangun hotel artistik untuk menerima tamu-tamu dari kalangan seniman dari berbagai negara.

 

Pada saat Perang Dunia II, Bali merupakan salah satu wilayah pendaratan tentara Jepang. Hotel milik Ktut hancur karena perang. Agung Nura, pangeran istana kemudian menjadi tokoh pergerakan bawah tanah melawan Jepang. Ktut sendiri kemudian terlibat dan membantu pergerakan tersebut sampai akhirnya dia ditangkap dan dipenjara oleh Kempetai (polisi Jepang). Penderitaan dan siksaaan di penjara sangat berat bagi Ktut. Fisik dan psikologi dia sempat terguncang. Untunglah penjajahan jepang hanya 3 tahun, sehingga penderitaaanya cepat berakhir. Meski demikian, Ktut juga menemukan pembelajaran bahwa selama di penjara dia juga menemukan banyak orang Jepang yang baik hati dan welas asih serta berjiwa seni. Jadi tidak semua orang Jepang itu jahat.

Menjelang tahun 1945, Jepang menyerah kepada tentara Sekutu. Pasukan Inggris kemudian  direncanakan masuk Indonesia untuk melucuti tentara Jepang dan memulihkan keamanan di sini. Kekosongan pemerintahan ini dimanfaatkan oleh tokoh pergerakan seperti Sukarno dkk untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Ketika Inggris masuk Indonesia, ternyata tentara Belanda membonceng dan ingin menguasai Indonesia kembali. Hal ini menimbulkan perlawanan dari pejuang dan rakyat Indonesia.  Dalam situasi ini, Ktut kemudian bergabung dengan para pejuang untuk menyiarkan kemerdekaan dan kondisi bangsa Indonesia ke dunia Internasional melalui ”Radio Pemberontakan” di Jawa Timur yang dibawah komando Bung Tomo. Radio ini berpindah-pindah lokasi untuk menghindarkan serangan Belanda. Siaran yang dilakukan oleh Ktut menjangkau dunia internasional dan banyak menjadi rujukan bagi dunia internasional.

 

Keberadaan Ktut yang dinilai sangat membantu perjuangan di kancah internasional, membuat Pemerintah Republik Indonesia di Yogyakarta meminta Ktut untuk membantu public relation khususnya siaran radio dan publikasi tentang Indonesia. Dia kemudian berkenalan dengan Bung Karno, Bung Sjahrir dan khususnya Bung Amir Sjarifuddin (Menteri Pertahanan). Peran ini membuat nama Ktut semakin terkenal di kancah internasional.

Semangat juang Ktut dalam membela Indonesia, juga dilakukan dalam bentuk menembus  blokade Belanda untuk membeli senjata ke Singapura. Dia juga bisa memfasilitasi seorang wakil dari mesir dan Liga Arab yang ingin menyampaikan dukungan pengakuan kemerdekaan Indonesia. Wakil dari mesir tersebut diterbangkan dari Singapura ke Yogyakarta. Pengakuan kemerdekaan dari Mesir  tersebut menjadi sangat penting karena menjadi salah satu pengakuan awal bagi kemerdekaan Indonesia.

Selain ke Singapura, Ktut juga melakukan kunjungan ke Australia. Ktut  berhasil melakukan penggalangan dana untuk membeli obat-obatan bagi bangsa Indonesia. Dia juga berhasil membangun solidaritas dari kaum buruh, politisi dan mahasiswa Australia untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. 

Setelah 15 tahun di Indonesia dan membantu perjuangan pergerakan Indonesia, Ktut yang capek secara fisik dan psikis, akhirnya pulang kembali ke Amerika.

 

Komentar:

Membaca buku ini yang berisi perjuangan Ktut dalam membantu Indonesia, membuat kita berefleksi sejauh mana kita sudah berjuang untuk negara dan bangsa kita? Saat banyak orang berebut jabatan dan berebut kekuasaan, sudah kah kita dan mereka berjuang secara tulus untuk bangsa ini ??? Kita harus malu pada seorang Ktut tantri yang rela bertaruh nyawa untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia...

Buku ini ditulis dengan bahasa yang sangat indah dan alur yang sudah runtut. Saya sampai terkagum-kagum dengan gaya story telling yang digunakan. Saya sampai bingung, apakah ini sebuah novel? Ataukah sebuah true story?....

 

Monday, February 02, 2026

Rumah Tanpa Hutang

 


Rumah Tanpa Hutang

Dr. Akram Ridha

Penerjemah Hj Umma Farida Lc MA.

Penerbit Khalifa, Jakarta 2005

ISBN 979 99871-0-5

180 halaman

 

Buku ini merupakan dari sebuah buku berbahasa Arab karya Dr. Akram Ridha yang diterbitkan di Mesir. Buku ini berisi tentang kiat-kiat mengelola keuangan rumah tangga agar  kebutuhan keluarga bisa tercukupi dan suasana harmonis dalam rumah tangga bisa tercipta. Buku ini sangat relevan dengan kondisi di Indonesia pada saat ini dimana sekarang banyak perceraian muncul karena faktor tekanan ekonomi.

Untuk menciptakan rumah tangga bahagia, suami istri dan anggota keluarga sebaiknya bermusyawarah dan bekerjasama dalam mengelola keuangan rumah tangga. Pengelolaan keuangan rumah tangga bisa dirumuskan dalam persamaan matematika berikut ini:

Penghasilan = Pengeluaran/Konsumsi + Tabungan  + Sedekah/Donasi 

1.    Penghasilan
Satu prinsip tegas terkait dengan penghasilan adalah harus berasal dari sumber yang HALAL. Penghasilan ini bisa berasal dari gaji suami, pendapatan istri maupun anggota keluarga yang lain (misal anak) yang digunakan untuk menopang kehidupan k.eluarga tersebut. Penghasilan ini juga bisa berasal dari penghasilan tambahan misalnya hasil investasi maupun kerja sampingan suami/istri dan anggota keluarga

2. Pengeluaran/Konsumsi
Pengeluaran mencakup semua biaya yang harus ditanggung sebuah keluarga baik sifatnya harian, mingguan, bulanan, semesteran atau tahunan. Pengeluaran ini bisa berupa  biaya makan minum, biaya listrik, transportasi, biaya sekolah anak, perawatan kendaraan, pajak, angsuran dan perawatan rumah dll.

3.Tabungan
Merupakan penghasilan yang disisihkan untuk kepentingan jangka panjang rumah tangga termasuk untuk investasi, pendidikan tinggi anak dan lain-lain. Penulis merekomendasikan kita harus menabung minimal 10% dari penghasilan kita. Ketika ada penghasilan tambahan atau sisa uang belanja bulanan sebaiknya uang tersebut ditabung agar kelak bisa lebih bermanfaat

4. Sedekah/Donasi
Penulis juga merekomendasikan agar kita juga menyisihkan penghasilan kita untuk disedekahkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita, fakir miskin, yatim piatu dan lain-lain. Bentuk sedekah ini bisa berupa zakat, sedekah, infaq dan lain-lain. Tidak ada besaran angka prosentase  yang pasti terkait sedekah ini,  yang diutamakan adalah sisi keikhlasan. Perkecualian untuk besaran nilai  zakat yang ditentukan sekitar 2,5% dari penghasilan

 

 Bagaimana cara menyusun perencanaan keuangan Keluarga??

  1. Identifikasi sumber penghasilan Keluarga secara detail baik yang bersifat penghasilan pokok maupun penghasilan tambahan
  2. Identifikasi pengeluaran Keluarga secara realistis baik  yang bersifat harian (misal biaya makan minum, biaya transport anak sekolah dst), mingguan (missal belanja bensin mobil ayah), bulanan missal iuran Listrik, iuran air PDAM, cicilan kredit motor), semesteran (biaya kuliah), tahunan (seperti pajak kendaraan, pajak bumi dan bangunan dll
  3. Sisihkan penghasilan untuk Tabungan (minimal 10%) dan Sedekah (misal 5-10%)
  4. Sisa Penghasilan setelah dikurangi tabungan dan sedekah, digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi/pengeluaran Keluarga.
  5. Uang pengeluaran dibagi dengan menggunakan sistem amplop misal dibuat amplop minggu pertama, kedua, ketiga dst dan amplop2 untuk pengeluaran khusus (misal listrik, PDAM, kredit motor). Jangan lupa sediakan amplop untuk “kebutuhan tidak terduga”. Sistem amplop ini untuk mempermudah alokasi pengeluaran.
  6. Sistem amplop ini harus dijalankan dengan disiplin, agar keuangan rumah tangga terkontrol.

 

Bagaimana yang harus kita lakukan bila  Penghasilan jauh lebih besar dari Pengeluaran?

  1. Jangan merubah gaya hidup menjadi bersifat boros dengan membeli barang bermerk, barang sekunder dan tersier yang tidak banyak bermanfaat.
  2. Perbanyak tabungan dan sedekah

 

Bagaimana strategi yang harus kita lakukan bila  Penghasilan  lebih kecil dari Pengeluaran?

  1. Berusaha memperbesar penghasilan halal melalui kerja sampingan oleh suami istri dan anggota Keluarga lain, mengembangkan kegiatan wiraswasta sampingan, mengembangkan investasi untuk menambah penghasilan Keluarga (passive income).
  2. Menekan pengeluaran Keluarga melalui: (1) menekankan prioritasi pembelian untuk barang-barang primer yang dibutuhkan, (2) mengurangi kuantitas jumlah pembelian barang misal biasanya tiap bulan beli beras 50 kg dikurang 5% menjadi 47,5 kg ,(3) gunakan peralatan hemat energi untuk mengurangi biaya listrik, (4) hemat dalam pemanfaatan barang misal memasak tidak berlebihan agar tidak ada makanan sisa, (5) gunakan tenaga sendiri untuk pekerjaan tertentu misal mencuci sendiri dan bukan di-laundry di luar, (6) beli barang-barang kebutuhan pokok  di toko yang murah atau diskon, (7) gunakan barang-barang substitusi yang sesuai misal untuk sumber protein  dari daging digantikan dengan tahu atau tempe yang lebih murah.
  3. Dalam buku ini penulis juga menekankan pentingnya terus bersedekah kepada orang yang membutuhkan serta terus berdoa agar Tuhan memberikan rejeki halal yang penuh berkah kepada kita. Namun selain itu penulis juga menyarankan agar diri kita harus berlatih untuk menjadi orang yang pandai bersyukur, tidak boros dan selalu merasa cukup (qona’ah).

 

Komentar:

  • Buku ini secara sederhana mengajarkan kita untuk mengatur ekonomi rumah tangga. Saya sendiri belajar banyak dari praktik yang dilakukan oleh ibu saya dlaam pengelolaan ekonomi rumah tangga. Ibu saya yang seorang petani padi, ketika habis panen padi beliau sudah menghitung dan membagi uangnya untuk kebutuhan 5-6 bulan ke depan sampai masa panen tiba kembali, baik untuk biaya konsumsi Keluarga, biaya sekolah anak, biaya membajak sawah dst. Pengelolaan ekonomi rumah tangga oleh petani padi sangat besar tantangannya karena penghasilan yang sifatnya 4-5 bulan baru panen, resiko gagal panen senantiasa mengintai, resiko harga pertanian yang fluktuatif dll. Oleh karenanya Keluarga petani padi cenderung tidak mau spekulatif dan suka menyisihkan pendapatannya untuk ditabung dalam bentuk emas maupun investasi ternak yang mudah diuangkan bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Mereka jarang sekali berfoya-foya ketika panen berhasil dan lebih suka menabung. 
  • Untuk keluarga petani, terdapat strategi menambah penghasilan misalnya dengan penganeka ragaman sumber penghasilan dengan cara menanam sayuran di pematang, tanaman pisang, beternak ayam dll. Di banyak keluarga buruh petani, strategi mendapatkan tambahan penghasilan dilakukan dengan keterlibatan istri untuk mencari tambahan penghasilan dengan menjadi buruh tanam, buka warung, pedagang dll. Peran kaum perempuan ini cukup signifikan untuk menopang ekonomi rumah tangga.
  • Sistem amplop, saya bersama istri menerapkan system amplop ini saat awal pernikahan kami. Dengan gaji yang agak pas-pasan, strategi itu kami pakai agar kami bisa berhemat. Hasilnya?? Sangat manjur.. dik Siti sangat disiplin mengatur keuangan keluarga dan kebutuhan primer kami terpenuhi dengan baik. Kami tidak kaya raya, tapi kami merasa cukup…alhamdulillah….
  • Suatu pengalaman yang tidak terlupa adalah jangan ragu dan pelit untuk bersedekah kepada orang tua kita. Karena keridhoan mereka akan semakin membukakan pintu rejeki kita..Insya allah.

 

 

 

 

 

Wednesday, January 21, 2026

DIA DIMANA-MANA: „Tangan“ Tuhan di balik setiap fenomena

 


DIA DIMANA-MANA: „Tangan“ Tuhan di balik setiap fenomena

Penulis M. Quraish Shihab

Penerbit Lentera Hati, Jakarta 2004

ISBN 979-9048-29-X

400 halaman

Ayat pertama yang turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad swt, menyuruh umat manusia untuk membaca. “Membaca” dalam konteks ini ditasirkan tidak hanya membaca tulisan atau angka, tetapi sebagai makhluk yang berakal, manusia juga disuruh untuk membaca dan merenungkan fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita.  Selaras dengan hal tersebut, melalui buku ini Bapak Quraish Shihab selaku penulis  mengajak para pembaca untuk belajar “membaca”, merenungkan dan akhirnya mengambil hikmah dari  fenomena yang ada di sekitar kita. Dari refleksi saya, mutiara hikmah dari “membaca” fenomena alam ini akan berujung pada beberapa hal yakni: (1) kesadaran betapa agungnya kuasa Allah swt yang mengatur alam semesta yang begitu luas sampai dengan mengatur mahluk  kecil yang tidak kasat mata seperti bakteri (2) tumbuhnya kesadaran adanya keeteraturan dan keseimbangan semesta ini, terjadi bukan karena faktor alami belaka, namun itu semua ada yang mengaturnya yakni Allah swt, (3) Keteraturan dan keseimbangan alam semesta, membuat kita harus pintar bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah swt. Dia menciptakan banyak kemudahan dan kenyamanan hidup bagi mahluk di muka bumi ini. (4) sebagai makhluk berakal, manusia hendaknya bisa meniru dan matau mengadopsi hal-hal positif yang ada di makhluk lain

Dalam buku ini penulis mengupas contoh-contoh fenomena alam di sekitar kita seperti keberadaan alam semesta seperti Matahari, bumi, bintang, bulan, gunung, sungai dan lain-lain. Beliau juga mengupas berbagai hal terkait kehidupan manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain. Beliau menuntun kita untuk bisa mengambil hikmah dan meniru perilaku binatang seperti lebah. Beberapa perilaku lebah yang perlu kita tiru antara lain: (1) makan  dari sumber yang bersih, baik dan sehat, (2) pekerja keras dan bekerjasama dengan lebah lain (3) memproduksi karya yakni madu yang bermanfaat bagi mahluk lain, (4) kehadiran lebah juga memberikan manfaat terjadinya penyerbukan bunga yang akhirnya bermanfaat untuk menghasilkan biji dan buah, (5) kehadirannya tidak merusak. Sebaliknya penulis juga mengajak pembaca untuk menjauhi sifat-sifat binatang babi yang rakus karena dan suka makan apapun baik yang bersih (halal) maupun yang kotor atau busuk (haram). Sifat buruk babi yang juga perlu dijauhi adalah tidak bisa mengendalikan hawa nafsu dan tidak tahu malu. Dalam hal ini babi biasa melakukan hubungan kelamin dengan lawan jenis di sembarang tempat dan sembarang waktu.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Saya juga dibuat kagum oleh keluasan wawasan dan pengetahuan Bapak Quraish Shihab terkait alam semesta, dunia binatang, dunia tumbuhan dan pengetahuan umum lainnya. Banyak bacaan yang jadi sumber referensi beliau. Satu tema bahasan, rata-rata dibahas sekitar 3-4 halaman sehingga untuk rekan-rekan yang aktif dalam kegiatan masjid, buku ini nampaknya cocok untuk dijadikan referensi saat melakukan kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) atau ceramah pendek. Semoga berkah melimpah untuk Bapak Quraish Shihab yang sudah berkenan bersedekah ilmu kepada kita semua melalui buku ini