Showing posts with label Hikmah Kehidupan. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Kehidupan. Show all posts

Thursday, June 30, 2016


Saturday, June 25, 2016

Janji Saijah dan Adinda


SAIJAH DAN ADINDA (Kisah kasih tak sampai ala Sunda)

Oleh Multatuli

Crita ini meruakan bagian dari novel Max Havelaar yang ditulis Multatuli 1859.

Saijah merupakan seorang anak laki-laki yang berasal dari keluarga petani sederhana di wilayah Lebak. Suatu ketika kerbau milik ayah Saijah, dirampas oleh Kepala Distrik Parangkujang. Sebagai orang desa, ayah saijah tidak kuasa dan tidak berani melawan kehendak pemimpinnya.
Hilangnya kerbau, membuat ayah saijah kuatir dia tidak bisa menggarap sawahnya dan tidak bisa mencukupi kebutuhan pangan keluarganya. Dia kemudian menjual keris harta pusakanya untuk kemudian dibelikan kerbau. Kerbau baru dirawat penuh kasih oleh Saijah, dan kerbau itu menjadi penurut ditangan Saijah dan sangat giat bekerja.

Tak berapa lama, saat usia Saijah sembilan tahun, kerbau tersebut dirampas lagi oleh kepala Distrik Parangkujang. Ayah saijah tak kuasa melawan, dan hanya bisa merelakan kerbaunya berpindahtangan. Ayah saijah kemudian menjual harta pusaka laiinya untuk membeli kerbau lagi. Walau kerbau barunya lebih kecl, saijah berusaha merawatnya sebaik mungkin. Kerbau tersebut juga tahu diri dengan majikannya dan membantu menyelamatkan Saijah ketika Saijah akan diterkam harimau.

Namun kerbau inipun dirampas kembali oleh Kepala Distrik Parang Kujang. Ibu Saijah kemudian sakit-sakitan karena hartanya selalu dirampas pemimpin daerahnya. Ayah Saijah pun ikut frustasi dan lari ke daerah lain di Bogor. Namun nasib malang menimpanya karena dia tertangkap kembali dan dihukum cambuk karena meninggalkan kampong halamannya tanpa ijin. Ayah Saijah kemudian dijebloskan ke penjara dan meninggal disana.

Saijah yang yatim piatu, kemudian bertekad merantau ke Batavia untuk mengumpulkan modal guna membeli kerbau. Sebelum berangkat merantau, Saijah berpamitan kepada Adinda. Adinda merupakan seorang gadis tetangganya dan sudah dijodohkan dengan Saijah oleh orangtuanya. Adindapun ternyata juga menaruh hati kepada Saijah.Mereka saling berjanji setia untuk bertemu di bawah pohon ketapang di pinggir desa setelah 3 tahun ke depan.

Saijah yang anak kampong terheran-heran melihat majunya kota Pandeglang, Serang, Tangerang dan Batavia. Keluguan dan tekadnya untuk bekerja keras telah mengantarnya untuk bekerja pada sebuah keluarga. Sikapnya yang rajin membuat saijah disukai oleh keluarga itu dan mendapatkan gaji yang memadai. Sampai tahun ke tiga, Saijah merasa tabungannya sudah cukup untuk membeli kerbau untuk modal berumahtangga dengan Adinda. Saijah kemudian mengundurkan diri untuk pulang ke kampong halamannya dan bertemu Adinda kekasih hatinya.

Rasa rindunya kepada Adinda, membuat Saijah tak sabar ingin segera sampai di kampungnya. Ditunggunya Adinda di bawah pohon ketapang di batas desa. Namun dari fajar hingga mentari tenggelam, Adindanya tidak menampakkan batang hidungnya.  Saijah memasuki kampungnya dan dia terkejut rumahnya dan rumah Adinda-nya telah musnah dan hanya tonggak-tonggak yang tersisa. Dari penuturan tetangga, diketahui ayah Adinda melarikan diri beserta anak-anaknya setelah kerbaunya dirampas kepala Distrik Parangkujang 2 tahun setelah kepergian Saijah untuk merantau. Ditengarai, ayah Adinda kabur dengan perahu ke wilayah Lampung.

Demi cintanya, Saijah kemudian memburu ke Lampung. Di sana dia mendapatkan ayah dan adik-adik Adinda sudah menjadi jazad di bawah tikaman bayonet tentara Belanda. Dia juga mendapati jenazah Adinda yang tanpa busana dan telah dianiaya dengan penuh kebiadaban. Saijah menjadi beringas dan menuntut balas. Dibunuhnya tentara Belanda dan dia sendiripun akhirnya tewas dalam upaya menuntut balas nyawa kekasihnya......



Tuesday, June 21, 2016

TUKANG BATU YANG TIDAK PERNAH PUAS

Ada seorang pemahat batu yang rajin namun berupah kecil. Dia tidak puas dengan  upahnya, sehingga dia berteriak: “oh seandainya aku kaya, aku bisa istirahat di atas bale-bale dengan kelambu sutera”. Teriakannya terdengar oleh malaikat yang turun dari langit, dan dikabulkannya.
Ketika dia beristirahat di atas bale-bale , lewatlah seorang raja yang mengendarai kereta kencana dipayungi payung emas. Pemahat batu berkeluh kesah: “alangkah enaknya bila aku jadi raja kemana-mana bisa berkereta dan diiring pasukan.”. Malaikat di langit mendengarkan keluhnya dan mengabulkannya menjadi raja.
Suatu ketika musim kemarau yang terik melanda kerajaannya. Sinar mentari membuat tanaman di kerajaannya menjadi layu dan gersang. Sang raja berkeluh kesah; “ seandainya aku jadi matahari, aku akan menjadi terkuat di dunia.” Malaikatpun berbaik hati mengabulkan permintaannya menjadi matahari.
Matahari berlaku seenaknya dan membakar bumi. Suatu ketika awan datang dan menghalangi sinar teriknya. Mataharipun kecewa karena ada  lawan yang lebih kuat darinya. Mataharipun berkata; “aku ingin jadi awan yang sangat kuat”. Malaikatpun mengujinya dengan menjadikannya sebagai awan.
Awan kemudian memamerkan kekuatannya. Dihimpunnya uap air dan diturunkan menjadi hujan deras yang menyebabkan banjir bandang. Bangunan, pohon, jembatan dan semua diterjang. Namun awan terkesima ketika melihat sebuah batu yang tegak kokoh berdiri tak bergeming dari banjir. Awan berpikir, batu lebih kuat darinya. “jadikanlah aku menjadi batu” teriaknya.  Malaikatpun menuruti kehendaknya menjadi batu.
Batu menikmati keberadaannya yang kokoh, tapi suatu ketika dia merasa kesakitan ketika ada seorang pemahat datang dan membelahnya. Batu tersadar bahwa ada pihak lain yang lebih kuat darinya. “Jadikanlah aku seorang pemahat”, jeritnya. Malaikatpun kembali menyetujui pintanya menjadi pemahat batu.
Sejak saat itu si pemahat batu tersadar bahwa keinginan manusia tidak akan pernah ada putusnya. Kebahagiaan hanya akan bisa dicapainya bila dia bisa mengelola rasa cukup dan syukurnya.  Sejak sata itu di menjadi pemahat yang rajn bekerja, tapi dia merasa puas dengan hasil kerjanya walau upahnya tetap kecil dan tiada jauh berbeda dengan awalnya.  (Dikutip dari buku Max Havelaar karya Multatuli , 1859 yang edisi bahasa Indonesia terbit tahun 2014)

Sudahkah puasa Ramadhan kali ini membuat kita menjadi seorang pemahat batu yang sudah mengalami pencerahan  sehingga bisa lebih bersyukur dan merasa cukup atas rejeki yang kita peroleh?

TRIPLE FILTER TEST STORY DARI SOCRATES

Filsuf Yunani Kuno, Socrates, terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat lagi bijaksana. Suatu hari seorang kenalannya bertemu dengan filsuf besar itu dan berkata; “Tahukah Anda, apa yang saya dengar tentang teman Anda?”  “Tunggu sebentar,” jawab Socrates.  “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana. Ini disebut triple filter test.” “Triple filter test?” tanya temannya. “Benar,” kata Socrates.  “Sebelum kita bicara tentang teman saya, kita perlu menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya triple filter test.”

Filter pertama adalah: KEBENARAN
“Apakah Anda yakin sepenuhnya bahwa yang akan Anda katakan pada saya BENAR?” tanya Socrates. “Tidak,” jawab orang itu, “Sebetulnya saya hanya mendengar tentang itu.” “Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin bila itu benar. Sekarang saya berikan filter yang kedua.”

Filter kedua: KEBAIKAN
Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang BAIK?” lanjut Socrates. “Tidak, malah sebaliknya.. .” jawab temannya. “Jadi,” Socrates melanjutkan, “Anda akan berbicara tentang sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi karena masih ada satu filter lagi.”

Filter ketiga:  MANFAAT
Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu bermanfaat bagiku?” tanya Socrates. “Tidak, sama sekali tidak.” temannya menjawab.  “Jadi,” Socrates menyimpulkannya, “Bila Anda ingin mengatakan sesuatu yang belum tentu benar, buruk dan bahkan tidak bermanfaat, mengapa Anda harus mengatakannya kepada saya?”

Itulah mengapa Socrates adalah filsuf besar dan sangat terhormat. Dalam percakapan sehari-hari, sering kali kita terjebak dalam kegiatan memulai gosip. Mulai saat ini, setiap datang godaan untuk menyampaikan cerita mengenai orang lain, pastikan terlebih dahulu informasi tersebut telah berhasil melalui triple filter test Socrates. Apabila yang hendak kita katakan belum tentu benar, buruk, dan tidak bermanfaat, maka lebih baik kita jangan membuka mulut.


Demikian pula dengan maraknya media social saat ini, sangat mudah bagi kita untuk memforward, copy paste dan menyebarluaskan berita. Marilah kita belajar untuk bisa berpikir lebih jernih, bijak dan sabar sehingga tidak asal forward informasi yang kita terima yang belum tentu jelas kebenarannya...

Monday, August 29, 2011

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

Setelah berpuasa selama sebulan dan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pengampun, saya berharap semangat permaafan juga menetes dalam relung hati rekan-rekan semua. Oleh karenanya untuk membuktikan spirit permaafan tersebut sudah meresap dalam sanubari anda, saya atas nama pribadi dan keluarga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin atas khilaf dan dosa yang selama ini telah saya perbuat ke rekan-rekan semua...wassalam...

Monday, August 15, 2011

PASPORT

PASPORT

Oleh:Rhenald Kasali

Artikel: Jawapos 8 Agustus 2011

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport.

Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.
"Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?"
Saya katakan saya tidak tahu. *Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.

Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri. Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan,
teknologi, kedewasaan, dan wisdom.

Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya.Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.

Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan pasportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat
teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.


*The Next Convergence*

Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.

Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki pasport.Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki pasport dan melihat minimal satu negara.

Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punya pasport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.

Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipasportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing. Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita,
gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.

Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki pasport. Pasport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari pasport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena pasport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya pasport dari uang negara.

*Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia *

Saturday, March 19, 2011

We are the family

Film India ini berkisah tentang pasangan Asram dan Maya yang mempunyai anak 3 yakni Aleya (remaja putri 13 tahun), Askun (remaja putra 9 tahun) dan Anjali (anak putri 5 tahun). Karena ketidak cocokan, pasangan Asram dan Maya bercerai.

Asram kemudian berpacaran dengan Shreya. Untuk mendekatkan Shreya dengan anak-anaknya, Asram mengajak Shreya menghadiri ultah Anjali. Namun apa yang terjadi, kehadiran Shreya malah menimbulkan keonaran karena kecemburuan anak-anak Asram terhadap kehadiran Shreya yang dianggap merampas ayahnya. Namun Asram tidak putus asa untuk mendekatkan Shreya terhadap anak-anaknya. Ketika Asram sedang ke luar negeri dan Maya pergi ke luar kota, Asram meminta Shreya untuk menemani anak-anaknya. Di situlah mulai tumbuh persahabatan antara Shreya dan anak-anak Asram walaupun Aleya masih menunjukkan sikap permusuhan. Namun persahabatan yang mulai tumbuh ini tercoreng karena hilangnya Anjali yang melarikan diri karena dihasut oleh Aleya. Mengetahui Anjali menghilang, Maya marah besar terhadap Shreya dan melarang Shreya mendekati anak-anaknya.

Suatu ketika, Maya dihadapkan kenyataan pahit karena pemeriksaan dokter menunjukkan dia terkena kanker rahim yang ganas dan harapan untuk sembuh sangat tipis. Mengetahui hal ini, Asram dengan berat hati kemudian meninggalkan Shreya untuk kembali ke Maya. Di sisi lain, Mayapun berpikir bahwa dia akan meninggalkan anak-anaknya dan untuk itu dia perlu mencarikan seorang ibu pengganti. Mengingat anak-anaknya pernah dekat dengan Shreya yang penuh kasih, Maya terpikir untuk meminta Shreya menggantikan posisinya sebagai ibu dan istri Asram. Keinginan Maya ini didukung oleh anak-anak. Maka mulai saat itu Shreya diminta tinggal serumah dengan mereka. Terdapat konflik-konflik kecil ketika Shreya beradaptasi tinggal dengan maya dan anak-anak.

Ketika sakitnya sudah makin parah dan harus opname di rumah sakit, Shreya-lah yang merawat anak-anak. Maya sangat terkesan dengan cinta kasih Shreya terhadap anak-anaknya. Sebuah perpisahan yang sangat mengharukan bagaimana Asram, Shreya dan anak-anak berusaha mendukung dan menguatkan Maya agar bisa bertahan terhadap penyakitnya walau akhirnya kematian merenggutnya....

Film ini dapat dinikmati dalam layanan penerbangan garuda yang mempunyai fasilitas video untuk masing-masing kursi (seperti route Balikpapan-Jakarta). Suatu film yang sangat menyentuh dan membuatku meneteskan airmata keharuan...Film yang penuh inspirasi bagaimana sebuah keluarga dibangun penuh dengan cinta kasih.... Sebuah film yang cukup menghibur karena artis Indianya molek-molek (salah satunya Kareena Kapoor yang bening itu...).......

Friday, August 20, 2010

PERCAKAPAN DENGAN TUHAN

"Selamat pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit, aku ingin bicara."

"Ooo..waktu-KU adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu? "

"Terimakasih. .. Apa yg paling mengherankan bagi-MU tentang kami manusia?"

"Hahaha.. kalian itu memang aneh.
Pertama, suka mencemaskan masa depan, sampai lupa hari ini.
Kedua, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.
Ketiga, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun setelah dewasa rindu lagi jadi anak-anak: suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal2 sepele.
Lalu keempat, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, tetapi membayarnya kembali mengeluarkan begitu banyak uang untuk mengembalikan kesehatan itu. Hal2 begitulah yang membuat hidup kalian susah."

"Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup bahagia?"

"Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian: suka melupakan nasihat-KU. Baiklah KU-ulangi lagi ya, beberapa yang terpenting:
Pertama, kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki. jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.
Kedua, ingat "siapa" yang kalian miliki itu lebih berharga dari pada "apa" yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.
Ketiga, jangan bodoh dengan cemburu dan membandingkan yang dimiliki orang lain. Melainkan bersyukurlah dengan apa yg sudah kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yang kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia unggul. Otomatis rejeki yang akan mengejar kalian.
Keempat, ingat orang yg disebut kaya bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan yang terbanyak, tetapi adalah dia yg paling "sedikit" memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kepada sesamanya.
Ok? Ingat janji ini: AKU tidak akan meninggalkanmu.

"Terimakasih Tuhan"

Postingan kawan
Suatu hari beberapa alumni Univ California Berkeley yg sdh bekerja & mapan dlm karir, mendatangi profesor kampus mereka yg kini sdh lanjut usia. Mereka membicarakan banyak hal menyangkut pekerjaan maupun kehidupan mereka.

Sang profesor lalu ke dapur & kembali dng membawa seTéko kopi panas. Disebuah nampan ia membawa bermacam2 cangkir. Ada yg terbuat dr kaca, kristal, melamin, beling & plastik. Beberapa cangkir nampak indah & mahal, tetapi ada jg yg bentuknya biasa2 saja & terbuat dari bhn yg murah. "Silahkan masing2 mengambil cangkir & menuang kopinya sendiri", Sang prof mempersilahkan tamu2nya. Stlh masing2 sdh memegang cangkir berisi kopi, profesor itu berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir2 yg bagus & yg tertinggal kini hanya cangkir murah & tidak begitu menarik. Memilih yg terbaik adalah hal yg normal. Tetapi sebenarnya justru disitulah persoalanya. Ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus, perasaan kalian menjadi terganggu. Kalian mulai melihat cangkir2 yg dipegang orang lain & membandingkannya dgn cangkir yg kalian pegang. Pikiran kalian terfokus kpd cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya, melainkan kopinya."

Sesungguhnya kopi itu adalah kehidupan kita, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, uang & posisi yg kita miliki. Jangan pernah membiarkan wadah dari kopi mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Orang boleh saja menaruh kopi kedalam gelas kristal yg sangat mahal & indah, tetapi belum tentu mereka dpt merasakan nikmat dari kopi tsb. Artinya, ada sebagian orang yg menurut penglihatan jasmaniah kita mereka begitu beruntung & berbahagia, tetapi belum tentu mereka dpt menikmati indahnya karunia kehidupan yg diberikan oleh Tuhan.

Postingan seorang kawan

Saturday, February 20, 2010

KISAH SEBUAH OMPRENG TUA

Kupandangi ompreng alumunium tua yang gagang pegangannya tinggal sebuah. Gagang yang satunya patah ketika ompreng itu terjatuh ketika dicuci oleh adik iparku. Ompreng untuk menanak nasi itu sudah tua dan setia mengiringi kehidupan rumahtanggaku selama 15 tahun.

Ompreng itu kubeli bulan september 1995 di Pasar Kranji - Bekasi, sebuah pasar dekat aku mengontrak sebuah rumah sederhana di Perumahan Pondok Cipta - Bintara. Panci itu kubeli untuk persiapan menyambut kedatangan istriku yang kunikahi bulan Mei 1995. Sebagai pengantin baru, istriku semula kutitipkan sama ibuku terus kutitipkan ke mertuaku karena aku kerja di Jakarta dan belum punya rencana mengontrak rumah di Jakarta. Untunglah rejeki berpihak kepadaku, Mas Haryo seorang kawan baikku mau pindah ke Pandeglang dan menawarkan aku untuk melanjutkan kontrak rumah yang dia tinggali dengan harga sewa yang miring. Akupun setuju untuk melanjutkan kontrak rumah yang disewanya dan mulailah aku mempersiapkan kepindahan istriku. Istriku hanya seorang ibu rumahtangga biasa sehingga tidak perlu repot mengurus kepindahannya. Meski demikian aku ingin kedatangan istriku berjalan mulus, maka aku mencoba menyiapkan perabotan dapur ala kadarnya.

Ditemani kawan baikku yakni Mas Ibnu dan Mas Ruruh, aku membersihkan rumah yang aku kontrak. Berbekal uang Rp. 600.000,- aku melangkah ke Pasar Kranji untuk membeliperabotan sekedarnya. Dengan uang itu aku bisa membeli beberapa meter karpet plastik. dua lembar tikar plastik, dua buah kasur gulung yang berbusa tipis dengan bantal, kompor minyak butterfly, setengah lusin piring, setengah lusin gelas, sendok, mangkok, kipas angin kecil, 2 buah lemari plastik, ompreng, wajan, sutil, talenan dll.

Aku bukan orang kaya, maka aku tidak bisa beli banyak perabotan. Untuk meja, aku bikin sendiri meja model jepang untuk lesehan. Aku bikin meja itu dari kaso dan tripleks bekas yang kututup karpet diatasanya. aku belum punya TV sehingga kalo mau nonton TV harus nebeng kepada tetanggaku yang sangat baik hati yakni Pak Rudi Widarto. Aku bisa beli TV di tahun 1996. TV itu ukuran 14 inchi merk samsung yang kubeli di pasar senen dengan harga Rp. 450.000,-. Aku beli springbed murahan juga di tahun 1996, supaya anakku yang lahir di bulan september 1996 itu tidak kedinginan bobo di lantai.

Seiring perjalanan waktu, walau gajiku di LSM tdk terlalu besar, aku masih bisa menyisihkan penghasilan untuk beli tape deck, lemari kayu dan almari bufet kecil. Semuanya serba murahan karena aku bukan orang kaya yang berkecukupan.

Di akhir tahun 1997, seorang tetangga terbaikku yang sekaligus "mama angkat" anakku yakni Mama Dita boyongan pindah ke Pati, namun karena repot maka barang-barang perabotannya dititipkan ke rumahku. Mulai saat itulah, di ruang tamu rumah kontrakanku ada meja tamu, ada kulkas, ada dispenser, ada mixer dll. Barang2 tersebut baru diambil setelah aku mau pindah ke samarinda di tahun 1999.

Ketika pindah ke samarinda, ompreng dan perabotan dapur kubawa serta. sedangkan untuk springbed, kasur gulung, barang pecah belah dan lemari murahan kukirim ke ibuku di magelang sana. Di samarinda aku mengulang kembali beli perabotan murah seperti kasur murah, tikar plastik, pecah belah dll. Namun omprengku yang lama tidak tergantikan karena dia masih bagus kondisinya walaupun mulai penyok sana sini. aku bisa beli tempat tidur bekas, ketika ada tetangga yang mau pindahan dan melego barang-barangnya. demikian kulkas pertama yang kubeli adalah kulkas bekas milik tetangga yang kesulitan duit...

Omprengku sayang, kamu adalah saksi bisu perjalanan hidup rumah tanggaku yang penuh dengan kesederhanaan... namun dibalik itu, kau telah banyak berjasa untuk merajut cinta dan kebahagiaan dalam keluargaku selama ini....

Sunday, December 13, 2009

Beda cinta dan perkawinan

Suatu pagi yg dingin, terjadilah satu pembicaraan antara seorang guru falsafah & pelajarnya.. .

Pelajar: guru, apakah arti cinta..? bagaimanakah saya mendapatkannya. ..?
Guru: ada sebuah ladang gandum yg luas didepan sana. berjalanlah kamu & jangan sesekali kamu mundur. kemudian ambillah satu ranting sekiranya kamu mendapati ranting tersebut sangat menakjubkan, artinya kamu telah menemui cinta.
Pelajar tersebut pun berjalan dan tidak berapa lama dia kembali dengan tangan yg kosong.
Guru bertanya: mengapa kamu tidak membawa sebatang ranting pun...?
Pelajar menjawab: saya terpaksa memilih satu ranting saja, & sewaktu berjalan saya tidak boleh mundur kebelakang, sebenarnya saya telah berjumpa dengan satu ranting yg paling menakjubkan tapi saya tak tahu apakah itu menakjubkan di hadapan saya, maka saya biarkan ranting itu lalu saya dapati tidak ada lagi ranting yg paling menakjubkan selain daripada yg saya lihat tadi. jadi saya tidak mengambil sebatang pun akhirnya.
Gurunya menjawab: ye, itu lah cinta...

Dihari lainnya pula pelajar tersebut bertanya kepada gurunya, apa itu perkawinan. ..?
Guru: ada hutan yg subur didepan sana. berjalanlah kamu. Tapi janganlah kamu sesekali mundur kebelakang. tebanglah sepohon saja & tebanglah jika kamu merasakan bahawa pohon tersebut adalah yg paling cantik,segar dan tinggi, karena kamu telah menemukan apa itu perkawinan.
Pelajar tersebut pun berjalan, & tidak berapa lama, dia datang semula dengan membawa sepohon kayu, walaupun pohon tersebut tidaklah berapa segar, cantik & tinggi pada pandangan guru tersebut.
maka Gurunya pun bertanya: mengapa kamu memotong pohon seperti ini....?
Pelajar itu menjawab: sebab, berdasarkan pengalaman ku sebelum ini, aku hanya berjalan separuh daripada hutan tersebut & aku takut akan kembali dengan tangan kosong. jadi saya mengambil kesempatan menebang pohon ini lalu dibawa kesini. pada pandangan saya adalah pohon yg terbaik buat saya. saya tidak mahu kehilangannya atau menyesal karena tidak memilihnya.. .

maka guru itu menjawab: itulah perkawinan. ......kalau sudah berkenan cepat-cepatlah.

Thursday, November 12, 2009

Dongeng Aktivis

Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut: "Waktu aku masih muda, aku ini seorang revolusioner dan aku selalu berdoa: Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!".

"Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orangpun, aku mengubah doaku menjadi: Tuhan, berilah aku rakhmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku: keluargaku dan kawan-kawanku, dan aku merasa puas".

"Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku satu-satunya sekarang adalah: Tuhan, berilah aku rakhmat untuk mengubah diriku sendiri".

Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku.

(Catatan: Katanya sihh...., setiap orang berpikir mau mengubah umat manusia. Hampir tidak seorangpun berpikir bagaimana mengubah dirinya sendiri).

Dikutip dari email seorang karib

Wednesday, October 07, 2009

Tinggal di Norwegia Yuk!

Kompas - Selasa, Oktober 6

Tinggal di Norwegia Yuk!

BANGKOK, KOMPAS.com - Norwegia mempertahankan statusnya sebagai negara yang paling diinginkan di dunia untuk tinggal. Hal ini menurut data PBB yang dikeluarkan Senin (5/10), yang memeringkat negara-negara sub-Sahara Afrika yang dirundung oleh perang dan HIV/AIDS sebagai tempat yang paling tidak menarik.

Data yang dikumpulkan sebelum krisis ekonomi global menunjukkan orang di Norwegia, Australia, dan Islandia memiliki standar hidup terbaik. Sementara, Niger, Afganistan, dan Sierra Leone tercatat yang terburuk menurut ketentuan pembangunan manusia.

Indeks Program Pembangunan PBB (UNDP) menyusun dengan menggunakan data 2007 mengenai GDP per kapita, pendidikan dan usia harapan hidup, dan menunjukkan perbedaan yang ditandai antara negara-negara maju dan dunia berkembang. "Meskipun ada peningkatan yang signifikan, kemajuan telah tak seimbang," kata UNDP dalam satu pernyataan.

"Banyak negara mengalami kemunduran pada beberapa dasawarsa belakangan ini, menghadapi kecenderungan menurun ekonomi, krisis terkait-konflik dan epidemi HIV/AIDS, dan ini bahkan sebelum dampak krisis ekonomi global dirasakan."

Usia harapan hidup di Niger adalah 50 tahun, sekitar 30 tahun lebih pendek dari di Norwegia, menurut indeks tersebut. Untuk setiap dollar AS yang diperoleh per orang di Niger, 85 dollar AS diperoleh di Norwegia.

Separuh orang di 24 negara termiskin buta aksara, dibanding 20 persen di negara-negara yang tergolong sebagai tingkat menengah dari pembangunan manusia, indeks itu menunjukkan.

Orang Jepang hidup lebih lama dari orang lainnya, yakni 82,7 tahun rata-rata, dengan usia harapan hidup di Afganistan yang dirusak-perang hanya 43,6 tahun.

Liechtenstein memiliki GDP per kapita tertinggi 85.383 dollar AS di kerajaan sangat kecil yang menampung 35.000 orang, 15 bank, dan lebih dari 100 perusahaan manajemen kaya. Orang termiskin di Republik Demokratik Kongo, tempat rata-rata pendapatan per kapita 298 dollar AS per tahun.

Lima negara -- China, Venezuela, Peru, Kolombia dan Perancis -- naik tiga tingkat atau lebih dari tahun sebelumnya, yang didorong oleh pendapatan yang lebih besar dan usia harapan hidup lebih lama. China, Kolombia dan Venezuela juga mencatat lebih baik karena perbaikan dalam pedidikan.

UNDP, yang mempublikasikan indeks tahunan sejak 1990, mengatakan pembangunan manusia meningkat secara global dengan 15 persen sejak 1990, dengan China, Iran dan Nepal sebagai negara-negara yang mencapai peningkatan terbesar menurut peta itu.

Monday, October 05, 2009

Siapa yang Lebih Jorok, Pria Atau Wanita?

Senin, 05/10/2009 08:01 WIB

Siapa yang Lebih Jorok, Pria Atau Wanita?
Nurul Ulfah - detikHealth


Pria biasanya lebih cuek ketimbang wanita jika sudah menyangkut soal kebersihan. Tapi sebuah studi berkata lain. Meskipun pria cenderung kotor dan kurang memperhatikan masalah kebersihan, tapi hasil survei menunjukkan wanitalah yang lebih jorok. Kenapa?

Berdasarkan survei yang dilakukan di 113 kantor di 5 kota di Arizona, Amerika Serikat, peneliti menemukan bahwa wanita terutama wanita kantoran lebih banyak mengandung bakteri dan jamur pada mejanya ketimbang pria. Hal itu disebabkan karena wanita lebih banyak menyimpang barang-barang seperti makanan, alat make up, ponsel, dompet dan pernak-pernik lainnya.

Namun anehnya, bakteri MRSA,-- salah satu bakteri yang sangat ganas dan bisa makan dagung manusia,-- justru lebih banyak ditemukan pada tempat pria seperti pada telefon, mouse komputer dan bawah rak meja. Dr Gurba, salah seorang peneliti studi itu pun mengatakan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Kantor memang diketahui sebagai tempat yang paling banyak mengembangbiakkan bakteri. "Bakteri yang tertinggal di keyboard, mouse dan meja dapat berkembang 400 kali lebih banyak daripada bakteri di tempat duduk toilet. Hal itu dikarenakan meski toilet lebih kotor, tapi lebih sering dibersihkan dengan desinfektan," ujar Charles Gerba, mikroboilogis dari University of Arizona's Department of Soil, Water and Environmental Science seperti dikutip dari Wallstreet Journal, Senin (5/10/2009).

Studi yang didanai oleh sebuah perusahaan desinfektan, Procter & Gamble and Clorox pun menyebutkan tempat-tempat lain yang berisiko menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri. "Risiko terbesar tempat bersarangnya bakteri adalah benda-benda atau ruangan yang paling banyak digunakan untuk beraktivitas," jelas Gerba.

Di rumah, dapur adalah ruangan yang paling banyak mengandung bakteri. Sebanyak 50 hingga 80 persen penyakit berasal dari rumah. Bakteri seperti E.Coli, Salmonella dan Campylobacter adalah jenis bakteri yang paling banyak ditemukan di dapur dan menyebabkan penyakit food borne illness. Penyakit itu menyerang hampir 76 juta orang setiap tahunnya, 300.000 diantaranya masuk rumah sakit dan 5.000 orang meninggal dunia.

Di kamar mandi, sikat gigi adalah barang yang senang dijadikan bakteri sebagai tempat perkembangbiakannya. Langkah terbaik untuk mencegah penularannya ke dalam mulut adalah mengganti sikat gigi setiap beberapa bulan sekali.

Dalam sebuah studi yang dilakukan Hygiene Council di Inggris menemukan bahwa sebanyak 12 persen permukaan yang terlihat bersih ternyata masih terkontaminasi bakteri.

"Jutaan orang menyentuh berbagai jenis benda tiap harinya, tidak ada yang tahu apakah benda itu bersih atau tidak dari bakteri. Beberapa orang tidak mengalami apa-apa, namun beberapa lainnya sering terkena sakit. Langkah terbaik untuk mengatasinya adalah dengan memiliki sistem imun tubuh yang baik dan ikutilah akal sehat Anda," ujar Gerba.

Monday, August 03, 2009

Rahasia Perempuan dengan Bayaran Termahal

Kompas - Jumat, Juli 31

KOMPAS.com - Ada banyak hal yang diperlukan untuk mencapai posisi atau gaji yang diinginkan. Contohnya, kemampuan kerja, kecerdasan, atau keahlian berbicara. Namun bagi lima wanita yang memiliki gaji atau bayaran termahal ini, ada hal-hal sederhana yang juga diperlukan. Apa sajakah itu?

1. Jadilah diri sendiri
Indra Krishnamurthy Nooyi, CEO PepsiCo kelahiran India, adalah CEO wanita dengan gaji tertinggi di Amerika. Saat menghadapi beberapa wawancara kerja pada awal karirnya, Nooyi dengan pede mengenakan pakaian tradisional negaranya, sari. Hingga sekarang, Nooyi masih memakai pakaian tersebut untuk menghadiri acara-acara korporat.

2. Nama Anda adalah merek Anda, jadi jagalah sebaik-baiknya
"Saya sangat berhati-hati dengan merek itu sendiri. Vas bunga yang ada nama saya itu, saya desain sendiri," kata Rachael Ray, host talk show "Rachael Ray" yang juga celebrity chef dengan bayaran termahal di Amerika.

3. Jangan menghabiskan energi melawan pembenci Anda
"Saya enggak bisa berharap semua orang menyukai apa pun yang saya lakukan," ujar Beyoncé Knowles, penyanyi, penulis lagu, produser rekaman, aktris, dan desainer pakaian untuk label miliknya, House of Dereon.

4. Pastikan pasangan mendukung Anda
"Saya biasa pulang ke rumah setelah menghadiri meeting, dan saya hanya bilang, 'Sori, aku terlambat', dan suami saya cuma geleng-geleng kepala. Suami saya memang baik sekali," ujar Sallie Krawcheck, mantan Chief Financial Officer dan Head of Strategy Citigroup yang juga peraih Most Powerful Women in Business dari majalah Forbes.

5. Posisikan diri Anda untuk pekerjaan yang Anda inginkan
"Ketika saya masih meniti karier menuju puncak di dunia tenis, saya tidak pernah mengatakan ingin menjadi nomor dua. Saya katakan, saya ingin menjadi nomer satu," demikian dikatakan mantan petenis nomer satu dunia dan peraih tiga gelar Grand Slam, Maria Sharapova.

Tuesday, June 23, 2009

Airmata wanita


A little boy asked his mother "Why are you crying?
"Because I'm a woman", she told him.
"I don't understand", he said.
His mum just hugged him and said, "And you never will"

Later the little boy asked his father, "Why does mother seem to cry for no reason?"
"All women cry for no reason", was all his dad could say

The little boy grew up and became a man, still wondering why women cry.
Finally he put in a call to God; and when God got on the phone, he asked, "God, why do women cry so easily?"
God said:

"When I made the woman she had to be special. I made her shoulders strong enough to carry the weight of the world; yet, gentle enough to give comfort"
"I gave her an inner strength to endure childbirth and the rejection that many times comes from her children"
"I gave her a hardness that allows her to keep going when everyone else gives up, and take care of her family through sickness and fatigue without complaining"
"I gave her the sensitivity to love her children under any and all circumstances, even when her child has hurt her very badly"
"I gave her strength to carry her husband through his faults and fashioned her from his rib to protect his heart"
"I gave her wisdom to know that a good husband never hurts his wife, but sometimes tests her strengths and her resolve to stand beside him unfalteringly"
"And finally, I gave her a tear to shed. This is hers exclusively to use whenever it is needed."


"You see:
The beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries, or the way she combs her hair."
"The beauty of a woman must be seen in her eyes, because that is the doorway to her heart - the place where love resides.

(dikutip dari sebuah email yang aku lupa sumbernya)