The Art of Reading; mengapa 90% buku yang dibeli tidak habis dibaca dan cara mengatasinya.
Penulis Agus Setiawan
PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2012
ISBN 978-979-22-8166-8
146 halaman
Buku The Art of Reading: Mengapa 90% Buku yang Dibeli Tidak (Habis) Dibaca dan Cara Mengatasinya karya Agus Setiawan membahas tentang bagaimana membangun kebiasaan membaca yang efektif, menyenangkan, dan tuntas. Buku ini lahir dari fenomena banyak orang gemar membeli buku tetapi kesulitan menyelesaikannya. Penulis menjelaskan bahwa masalah utama bukan pada kemampuan membaca, melainkan pada hambatan mental, kurangnya motivasi, lemahnya fokus, dan strategi membaca yang kurang tepat.
Isi buku dibagi ke dalam beberapa pembahasan utama. Pertama, penulis mengajak pembaca mengenali penyebab rendahnya minat membaca, seperti rasa malas, cepat bosan, sulit konsentrasi, atau kebiasaan membaca tanpa tujuan yang jelas. Agus Setiawan menekankan bahwa membaca bukan sekadar menamatkan halaman demi halaman, tetapi memahami informasi yang benar-benar dibutuhkan. Karena itu, pembaca dianjurkan menentukan tujuan sebelum membaca agar lebih fokus dan tidak mudah jenuh.
Selanjutnya, buku ini menawarkan berbagai teknik membaca efektif. Beberapa di antaranya adalah menentukan posisi membaca yang nyaman, memahami gambaran besar isi buku sebelum membaca detail, menjaga fokus, menggunakan teknik “jump start”, melibatkan imajinasi dan dialog dengan isi buku, mengatur kecepatan membaca, serta mencatat poin penting seperti menggunakan mind mapping. Penulis juga menjelaskan bahwa kecepatan membaca harus disesuaikan dengan tingkat kesulitan materi: bagian yang mudah bisa dibaca cepat, sedangkan bagian penting perlu dibaca lebih perlahan dan mendalam.
Buku ini juga memperkenalkan konsep “baca kilat” atau speed reading yang dikembangkan penulis. Namun, fokus utamanya bukan sekadar membaca cepat, melainkan meningkatkan pemahaman dan efisiensi belajar. Agus Setiawan percaya bahwa membaca yang baik dapat memperluas wawasan, meningkatkan kualitas berpikir, dan membantu pengembangan diri. Gaya penulisannya ringan, praktis, dan penuh motivasi sehingga mudah dipahami pembaca umum.
Secara keseluruhan, The Art of Reading adalah buku pengembangan diri yang cocok bagi siapa saja yang ingin membangun kebiasaan membaca, meningkatkan konsentrasi, serta memahami isi buku dengan lebih efektif. Pesan utama buku ini adalah bahwa membaca bukan tentang banyaknya buku yang dimiliki, tetapi bagaimana kita mampu mengambil manfaat dari buku yang dibaca.
Dalam buku ini juga dikupas sepintas tentang cara relaksasi, cara memfokuskan diri, cara membangkitkan alam bawah sadar serta teknik speed reading. Namun hanya sepintas dan kita sulit mempraktekkannya secara langsung. Mungkin itu dilakukan karena penulis "menjual" berbagai teknik tersebut dalam bentuk pelatihan, sehingga sengaja tidak dikupas tuntas dalam buku ini .
Catatan:
Tulisan ini dibuat dengan menggunakan teknologi artificial inteligence dan saya menambahkan beberapa poin yang saya tangkap ketika membaca buku ini.

No comments:
Post a Comment