Wednesday, January 21, 2026

DIA DIMANA-MANA: „Tangan“ Tuhan di balik setiap fenomena

 


DIA DIMANA-MANA: „Tangan“ Tuhan di balik setiap fenomena

Penulis M. Quraish Shihab

Penerbit Lentera Hati, Jakarta 2004

ISBN 979-9048-29-X

400 halaman

Ayat pertama yang turun sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad swt, menyuruh umat manusia untuk membaca. “Membaca” dalam konteks ini ditasirkan tidak hanya membaca tulisan atau angka, tetapi sebagai makhluk yang berakal, manusia juga disuruh untuk membaca dan merenungkan fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita.  Selaras dengan hal tersebut, melalui buku ini Bapak Quraish Shihab selaku penulis  mengajak para pembaca untuk belajar “membaca”, merenungkan dan akhirnya mengambil hikmah dari  fenomena yang ada di sekitar kita. Dari refleksi saya, mutiara hikmah dari “membaca” fenomena alam ini akan berujung pada beberapa hal yakni: (1) kesadaran betapa agungnya kuasa Allah swt yang mengatur alam semesta yang begitu luas sampai dengan mengatur mahluk  kecil yang tidak kasat mata seperti bakteri (2) tumbuhnya kesadaran adanya keeteraturan dan keseimbangan semesta ini, terjadi bukan karena faktor alami belaka, namun itu semua ada yang mengaturnya yakni Allah swt, (3) Keteraturan dan keseimbangan alam semesta, membuat kita harus pintar bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah swt. Dia menciptakan banyak kemudahan dan kenyamanan hidup bagi mahluk di muka bumi ini. (4) sebagai makhluk berakal, manusia hendaknya bisa meniru dan matau mengadopsi hal-hal positif yang ada di makhluk lain

Dalam buku ini penulis mengupas contoh-contoh fenomena alam di sekitar kita seperti keberadaan alam semesta seperti Matahari, bumi, bintang, bulan, gunung, sungai dan lain-lain. Beliau juga mengupas berbagai hal terkait kehidupan manusia, binatang, tumbuhan dan lain-lain. Beliau menuntun kita untuk bisa mengambil hikmah dan meniru perilaku binatang seperti lebah. Beberapa perilaku lebah yang perlu kita tiru antara lain: (1) makan  dari sumber yang bersih, baik dan sehat, (2) pekerja keras dan bekerjasama dengan lebah lain (3) memproduksi karya yakni madu yang bermanfaat bagi mahluk lain, (4) kehadiran lebah juga memberikan manfaat terjadinya penyerbukan bunga yang akhirnya bermanfaat untuk menghasilkan biji dan buah, (5) kehadirannya tidak merusak. Sebaliknya penulis juga mengajak pembaca untuk menjauhi sifat-sifat binatang babi yang rakus karena dan suka makan apapun baik yang bersih (halal) maupun yang kotor atau busuk (haram). Sifat buruk babi yang juga perlu dijauhi adalah tidak bisa mengendalikan hawa nafsu dan tidak tahu malu. Dalam hal ini babi biasa melakukan hubungan kelamin dengan lawan jenis di sembarang tempat dan sembarang waktu.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Saya juga dibuat kagum oleh keluasan wawasan dan pengetahuan Bapak Quraish Shihab terkait alam semesta, dunia binatang, dunia tumbuhan dan pengetahuan umum lainnya. Banyak bacaan yang jadi sumber referensi beliau. Satu tema bahasan, rata-rata dibahas sekitar 3-4 halaman sehingga untuk rekan-rekan yang aktif dalam kegiatan masjid, buku ini nampaknya cocok untuk dijadikan referensi saat melakukan kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) atau ceramah pendek. Semoga berkah melimpah untuk Bapak Quraish Shihab yang sudah berkenan bersedekah ilmu kepada kita semua melalui buku ini

 

 

 

 

No comments: