The 7 Fundamentals Highly Performed Corporate University
Penulis Anna Maria Ph.D
& Prim @ Farim
Penerbit Intipesan
Pariwara
Jakarta, 2016
ISBN 978-602-73390-5-7
160 halaman
Buku ini berisi
konsep dasar tentang Corporate University (Corpu), yang sejak beberapa tahun
lalu menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat pengembangan kapasitas
sumberdaya manusia. Di Indonesia, pengembangan Corpu pada awalnya banyak
diinisiasi oleh sector bisnis. Namun dalam perkembangannya Lembaga Administrasi
Negara (LAN) sebagai instansi pembina lembaga pelatihan pemerintah telah menerbitkan
Peraturan Kepala LAN No. 6 Tahun 2023 tentang Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Corporate
University), yang menjadi acuan implementasi CorpU di seluruh kementerian
dan lembaga negara guna memastikan proses pembelajaran yang lebih terstruktur,
relevan, dan berkelanjutan.
Corpu oleh Dibta Group didefinisikan sebagai “ One of the organization’s strategic engine that integrates all available “Learning Resourcess, Process and People” within the corporation , to enable best-in-class performance, by continuously enhancing the knowledge, skill and attitude/beliefs of the people within the “business ecosystem”. Corporate University berbeda dengan Universitas akademik pada umumnya. Corpu Pertamina berbeda dengan Universitas Pertamina. Perbedaan itu antara lain mencakup:
|
Aspek |
Universitas akademis |
Corporate University |
|
Learning Focus |
Membangun kompetensi sesuai bidang keilmuan |
Membangun kompetensi inti dan strategis yang sesuai bisnis proses lembaga/
perusahaan |
|
Learning Management |
Pengajar dan pengelola berasal dari sebuah institusi akademik. |
Sumberdaya pengajar dan pengelola Corpu utamanya berasal dari internal
karena merekalah yang memahami visi dan misi lembaga. |
|
Learning Curriculum |
Kurikulum bersifat
umum sesuai bidang ilmu |
Kurikulum bersifat khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan utama lembaga pemilik
Corpu. |
|
Learning Output |
Alumni dengan
kompetensi yang bersifat umum. |
Melahirkan pegawai dan calon leader
perusahaan yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang sesuai
kebutuhan dengan bisnis proses perusahaan. |
Secara umum, Corpu bertujuan untuk: (1) pembelajaran dan pengembangan pegawai dan stakeholder yang relevan, (2) alat mengoperasikan knowledge management, dan (3) pusat keunggulan organisasi yang berdaya saing tinggi.
Target ideal dari keberadaan Corpu: (1) menjamin relevansi dan efektivitas pembelajaran yang berdampak pada peningkatan performa bisnis, (2) terjadinya percepatan pembelajaran karena perusahaan bisa responsif terhadap dinamika yang ada atau learning agility tinggi, (3) efisiensi anggaran karena menggunakan sumberdaya internal yang sudah ada, (4) menekan cost of learning ignorance atau biaya pelatihan yang tidak relevan, (5) integrasi Corpu dengan sistem pengembangan SDM yang lain seperti sistem insentif, promosi jabatan yang bisa meningkatkan motivasi dan budaya belajar.
Sepuluh ciri utama Corpu yang sukses: (1) Proaktif mencari jalan keluar atas hal-hal yang berkaitan dengan kinerja perusahaan melalui pendekatan pembelajaran, (2) Corpu memberikan dukungan yang kuat terhadap pembelajaran yang berkaitan dengan kebutuhan bisnis dan pengembangan diri insan perusahaan, (3) Corpu mengembangkan dan mendidik karyawan dan stakeholder seperti supplier, customer jika dibutuhkan, (4) secara fisik maupun virtual selalu terhubung dan terintegrasi dengan fasilitas pendukung seperti learning management system /LMS dan knowledge management system, (5) Bermitra dengan lembaga pendidikan lain untuk pengembangan staf termasuk sertifikasi dan pemberian gelar akademik, (6) memiliki „brand“ yang menarik dan membanggakan bagi karyawan dan customer (7) menjadi tempat transfer pengetahuan dan kompetensi ke generasi berikut melalui program Leader as Teacher & Retired faculty, (8) Menjaga dan mengawal/internalisasi budaya organisasi, (9) Selaras dan terintegrasi dengan seluruh inisiatif pengembangan SDM, (10) Dijalankan dan dikelola oleh para ahli di bidang teknologi pembelajaran yang profesional.
Corpu yang profesional membutuhkan pengelolaan yang serius dan berbeda dengan pengelolaan training secara konvensional. Perbedaan tersebut antara lain:
|
NO. |
LEMBAGA DIKLAT KONVENSIONAL |
CORPORATE
UNIVERSITY |
|
1 |
Menjalankan kelas training
berdasarkan kebutuhan populer (mengikuti tren) |
Menyelaraskan pembelajaran
sesuai dengan kebutuhan atau inisiatif
perusahaan |
|
2 |
Menggunakan elearning untuk memangkas anggaran |
Memanfaatkan teknologi secara strategis untuk mendukung pembelajaran |
|
3 |
Menggunakan jasa provider
luar untuk menghindari biaya rutin |
Membangun partnership untuk mensupport goal perusahaan |
|
4 |
Manajemen menganggap
training sebagai „cost center“ sehingga perlu diminimalisir seekonomis
mungkin. |
Manjemen senior terlibat
aktif dalam proses pembelajaran sebagai upaya peningkatan keunggulan
kompetitif perusahaan. |
|
5 |
Terkadang lebih berperan
sebagai event organizer |
Membangun kapabilitas
karyawan (dan stakeholder) untuk menghasilkan performa unit kerja yang
tinggi. |
Untuk menghasilkan program pengembangan
kapasitas yang berkualitas dan tepat sasaran, Corpu harus mampu
mengindentifikasi bisnis proses lembaga/perusahaan secara komprehensif,
mengidentifikasi gap performance dan mengidentifikasi gap competency
yang dibutuhkan.
Dari sisi proses internal, Corpu harus mengimplementasikan
proses belajar yang terstruktur dan terstandard (Learning Value Chain):
(1) Mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran/ Learning Need Diagnosis, (2)
Mendesain dan mengembangan program pembelajaran sesuai hasil identifikasi, (3)
Menyelenggarakan program pembelajaran untuk karyawan yang membutuhkan dan memastikan penerapan hasil pembelajaran di tempat kerja,
(4) mengukur dampak pembelajaran untuk memastikan bahwa semua pembelajaran yang dilakukan menghasilkan output dan
outcome sesuai harapan.
Corpu akhir-akhir ini semakin berkembang. Setidaknya ada 7 alasan mengapa pengembangan Corpu menjadi kebutuhan bagi banyak lembaga/perusahaan, yakni: (1) keharusan untuk belajar lebih cepat untuk antisipasi perubahan dan persaingan, (2) Ekspektasi dunia bisnis yang berubah terhadap Learning center, dimana disadari kualitas SDM menjadi kunci keunggulan kompetitif, (3) Dukungan aktif top management, (4) perlunya keterlibatan aktif unit bisnis/ ownership of learning, (5) ekspektasi karyawan yang berubah yang mengharapkan program pembelajaran terintegrasi dengan jalur karir, (6) Key Performance Indicator Learning Center yang berubah dan tidak cukup menjadi event organizer, tapi langsung berkontribusi terhadap performa bisnis lembaga misal dengan indikator Return on Training Investment/ROTI, Cost of Ignorance (7) Corpu harus dikelola oleh tenaga profesional.
Berkaca dari beberapa pengalaman lembaga/perusahaan dalam pengembangan Corpu, terdapat beberapa kunci sukses pengembangan Corpu yakni: (1) dukungan kuat dan keterlibatan aktif top management, (2) Pembelajaran organisasi mendukung strategi bisnis, (3) Pembelajaran organisasi selaras dengan pengembangan kapabilitas individu karyawan, (4) membangun sistem pembelajaran/ enterprise learning system (input-proses-output pembelajaran) yang terstandar.
Komentar:
- Menurut pendapat saya, buku ini mampu memberikan gambaran umum konsep Corporate University khususnya di dunia usaha. Dalam buku ini juga dikupas beberapa pengalaman dari Corpu Telkom, Corpu Alfamart, Corpu PLN, Corpu Binus, Corpu Semen Indonesia dan Institut BPJS Ketenagakerjaan.
- Terkait pengembangan Corpu di instansi pemerintah, hipotesis saya, tantangan terbesar bagi lembaga diklat Pemerintah untuk mengadopsi konsep Corpu adalah perlu kerja keras untuk membangun budaya belajar termasuk membangun knowledge management. Perusahaan bisnis, suka tidak suka harus mengembangkan SDM karena eksistensi bisnis dan perusahaan mereka antara lain tergantung kualitas SDM-nya. Mereka lengah, mereka akan terlindas dalam persaingan. Sedangkan di lembaga diklat pemerintah, kinerja baik atau buruk, anggaran pemerintah akan tetap mengucur. Hal ini membuat budaya belajar dan inovasi di banyak instansi diklat pemerintah menjadi rendah.
- Penulisan buku ini menggunakan bahasa yang relatif mudah dipahami. Beberapa room for improvement untuk buku ini Adalah: (1) ada poin-poin tertentu yang terkesan mengulang-ulang, (2) gambar tabel atau bagan terlalu kecil sehingga sulit terbaca oleh saya yang sudah berkacamata plus. Padahal isi tabel nampaknya sangat menarik.
No comments:
Post a Comment