Panduan Praktis Ibadah Umrah
Penulis: Dave
Ariant Yusuf Wicaksono
64 halaman
Buku ini berisi
petunjuk tata cara ibadah Umrah. Secara bahasa, umroh berarti berziarah ke
tempat ramai atau berpenghuni. Sedangkan secara istilah, umroh adalah ibadah
dengan cara mendatangi Baitullah untuk melaksanakan rangkaian amalan tertentu,
seperti thawaf (mengelilingi Ka'bah) dan sa’i (berlari-lari kecil antara bukit
Safa dan Marwah). Berbeda
dengan haji, umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun karena tidak
terikat oleh waktu tertentu.
Umroh hanya memiliki 5 rukun, di antaranya adalah:
1. Ihram
Pakaian ihram yang digunakan untuk umroh sama dengan ibadah haji. Laki-laki
menggunakan kain putih yang tidak terjahit, sedangkan perempuan mengenakan
busana yang sopan sesuai ketentuan syariat.
2. Tawaf
Tawaf dalam umrah dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh
kali, dan merupakan rukun yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan umrah. Thawaf
dilakukan dalam keadaan bersuci (wudhu).
Sa’i dalam umrah juga sama dengan sa’i dalam haji, yaitu berjalan antara
bukit Safa dan Marwah. Seperti dalam haji, sa’i dalam umrah juga dilakukan
sebanyak tujuh kali. Jarak antara bukit Shafa dan bukit Marwah sekitar 450 meter.
Sa’i boleh dilakukan dlam kondisi tidak bersuci.
Tahallul adalah rukun umroh yang keempat atau terakhir. Jamaah Umroh
melakukan Tahallul selesai menunaikan Sa’i. Tahallul dilaksanakan di Bukit
Marwah. Saat melakukan Tahallul, jamaah mencukur sebagian atau seluruh rambut
di kepala.
Tertib maksudnya semua rukun di atas harus dilakukan secara berurutan. Jika
tidak ibadah umroh tidak sah
Selama melakukan ibadah Umroh, dianjurkan untuk banyak melakukan ibadah seperti shalat, membaca Qur’an, dan i’tikaf. Dalam buku ini juga dikupas tips melakukan ibadah Umroh seperti perlengkapan yang harus dibawa, cara bertayamum di pesawat dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment