Saturday, May 16, 2026

Adab di atas Ilmu 2; Panduan belajar mengajar Al Qur’an yang barakah

 


Adab di atas Ilmu 2; Panduan belajar mengajar Al Qur’an yang barakah

Penulis Imam Nawawi

Penerbit Diva Press, Yogyakarta 2022

ISBN 978-623-293-711-6

264 halaman

 

Buku ini merupakan terjemahan buku at-Tibyan fi adab Hamalatil Qur’an  karya Imam Nawawi. Imam Nawawi bernama asli Abu Zakariya Yahya bin Syaraf, berasal dari keluarga pedagang dan dilahirkan di sebuah desa Nawa (dekat Damaskus-Syria) pada tahun 631 Hijriyah atau sekitar 1233/1234 Masehi. Beliau rajin beribadah harian seperti puasa, shalat malam, dzikir dan baca Quran. Selain itu beliau rajin melakukan aktivitas keilmuan. Beliau banyak berguru ke ulama kenamaan berkenaan dengan ilmu Hadits, Ushul Fiqh, Fiqh dan Bahasa. Beliau meninggal pada tahun 676 Hijriyah (sekitar 1277/1278 Masehi)  dalam usia 45 tahun. Beliau meninggalkan banyak karya di bidang Fiqh, Hadits, Ilmu Hadits dan lain-lain. Keaktifannya dalam menulis dan syiar Islam membuat beliau diberi gelar ”muhyidin” atau yang menghidupkan agama. Selain itu beliau juga mendapat gelar Nashir as-Sunnah (Penolong Sunnah).

Dalam buku ini Imam Nawawi mengupas arti penting adab belajar mengajar Al-Qur’an dan adab membaca Al-Qur’an.

 

Keutamaan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an

 Beberapa hadits yang menekankan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an:

  • Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya. (HR Bukhari)
  • Orang membaca al-Qur’an dengan mahir akan bersama malaikat yang mulia lagi baik. Orang yang membaca al-Qur’an  dengan terbata-bata dan susah payah, maka ia akan mendapatkan pahala dua kali (HR Bukhari dan HR Muslim).
  • Orang mukmin yang membaca al-Qur’an adalah seperti buah jeruk, baunya wangi dan rasanya manis. Orang mukmin yang tidak membaca al-Qur’an adalah seperti buah kurma, tidak berbau tapi manis rasanya. Orang munafiq yang membaca al-Qur’an  adalah seperti bunga kanthil , baunya harum tapi pahit rasanya. Orang munafik yang tidak baca al-Qur’an ibarat daun brotowali (hanzhalah), tidak berbau dan rasanya pahit. (HR al Bukhari dan Muslim).
  • Sesungguhnya Allah Ta’ala mengangkat derajat segolongan kaum muslim dengan al Qur’an ini, dan dengannya pula Dia merendahkan segolongan kaum lainnya (kafir) (HR Muslim)
  • Baalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi pembacanya (HR Muslim)
  • Tidak boleh ada hasad (dengki) yang dibenarkan kecuali terhadap dua macam orang  yaitu oang yang dikaruniai pengetahuan tentang al-Qur’an dan dia mengamalkannya sepanjang siang dan malam dan orang yang dianugerahiu harta oleh Allah Ta’ala  kemudian dia menginfal-Qur’an-kannya sepanjang siang dan malam (HR al Bukhari dan Muslim).

 

Memuliakan ahli al-Qur’an

 Beberapa hadits yang menekankan tentang keutamaan memuliakan ahli Al-Qur’an:

  • Hendaklah orang yang berhak menjadi imam suatu kaum adalah orang yang paling pandai membaca al-Qur’an di antara mereka. (HR Muslim)
  • Termasuk diantara perilaku mengagungkan Allah Ta’ala adalah menghornati orang islam yang sudah tua umurnya, memuliakan orang yang hafal al-Qur’an dengan sepatutnya serta menghormati pemimpin yang adil (HR Abu Dawud)


 AAdab seorang guru dalam mengajar al Qur’an

  • Berangkat dari rasa ikhlas
  • Jangan mengharap keuntungan duniawi
  • Jangan bertujuan semata-mata memperbanyak jumlah murid
  • Hiasi diri dengan akhlak mulia
  • Perlakukan murid dengan sebaik-baiknya
  • Berikan nasehat dan hormati murid
  • Jangan congkak terhadap murid
  • Didiklah murid dengan akhlak yang luhur
  • Ketahuilah hukum (ilmu) mengajar
  • Cintailah aktivitas mengajar
  • Dahulukan murid sesuai dengan urutan kedatangannya
  • Jangan menolak mengajari murid yang belum baik niatnya
  • Penuh konsentrasi saat mengajar
  • Jangan sekali-kalui merendahkan ilmu
  • Sediakan ruang belajar yang luas

 

Adab bagi Murid ketika belajar Al-Qur’an

  • Jangan menyibukkan diri dengan hal yang tidak penting
  • Sucikanlah hatinu
  • Tunduk dan patuh kepada guru
  • Belajarlah kepada ahlinya
  • Gunakan adab dalam memasuki majelis ilmu
  • Gunakan adab terhadap sesama murid
  • Pilihlah waktu terbaik untuk belajar
  • Milikilah semangat tinggi dalam belajar
  • Berangkatlah belajar pada pagi hari, serta hindari perihal iri hati dan kesombongan


 Adab bagi penghafal Al Qur’an

  •  Jangan sekali-kali menjadikan al Qur’an sebagai mata pencaharian
  • Khatamkan bacaan al Qur’an  dalam waktu tertentu
  • Lestarikan kebiasaan membaca al Qur’an pada malam hari
  • Senantiasa mengikat (mengingat) al Qur’an  dan peringatan terhadap orang yang melalaikannya karena terlupa.
  • Jangan meninggalkan wirid karena tertidur

·    

Adab dalam membaca al Qur’an

  • Bersiwaklah (menggosok gigi) sebelum membaca al Qur’an
  • Bacalah al-Qur’an dalam keadaan suci
  • Bertayamumlah ketika membaca al-Qur’an
  • Bacalah al-Qur’an di tempat yang bersih dan utama
  • Bacalah al-Qur’an dengan menghadap qiblat
  • Mohonlah perlindungan dengan membaca ta’awudz
  • Senantiasa membaca basmallah
  • Bacalah al-Qur’an dengan khusyuk dan resapi maknanya
  • Ulangi bacaan ayat agar dapat merenungi maknanya
  • Menangislah ketika membaca al-Qur’an
  • Bacalah al-Qur’an dengan tartil
  • Bacalah tasbih, mohonlah perlindungan dan mintalah karunia ketika menemukan bacaan ayat yang sesuai dengannya
  • Muliakan al-Qur’an
  • Jangan membaca al-Qur’an dengan selain bahasa Arab
  • Bacalah al-Qur’an  dengan cara baca (qira’ah) yang mutawatir
  • Jangan berpindah dari satu qira’ah kepada qira’ah yang lain
  • Bacalah sesuai urutan mushaf
  • Bacalah al-Qur’an dari mushaf
  • Bacalah al-Qur’an secara bersama-sama
  • Bacalah al-Qur’an secara bergantian
  • Bacalah al-Qur’an dengan suara nyaring
  • Bacalah al-Qur’an dengan suara yang indah
  • Carilah guru yang baik bacaannya dan bagus suaranya
  • Perhatikan makna kalimat ketika berhenti ataupun melanjutkan bacaan
  • Jangan membaca al-Qur’an dalam situasi yang dimakruhkan

·      

D      Dalam buku ini juga dikupas tentang

  • Hal penting terkait membaca alQuran dalam shalat
  • Hal penting terkait sujud Tilawah
  • Adab dalam mengkhatamkan al-Qur’an
  • Adab semua orang berinteraksi dengan al-Qur’an
  • Ayat dan surat yang disunnahkan dibaca dalam waktu dan kondisi tertentu misal bacaan sebelum tidur, sesudah bangun tidur, menengok orang sakit
  • Penulisan al-Qur’an dan cara memuliakan mushaf


Catatan:

Beberapa bagian buku jilid 2 ini mengalami overlap dengan jilid 1 khusunya bab etika guru sedang mengajar dan etika murid sedang belajar.  Beberapa bagian buku ini nmenurut saya harusnya diperkenalkan sejak dini ketika seseorang mulai belajar membaca al-Qur’an, khususnya adab murid dalam belajar dan adab ketika membaca al-Qur’an. Membaca buku ini saya semakin kagum pada Imam Nawawi yang pengetahuannya sangat luas dan bijak dalam menuntun pembaca dalam merangkum sesuatu pemikiran. Semoga berkah melimpah untuk Imam Nawawi yang sudah bersedekah ilmu dan juga kepada siapapun yang terlibat dalam proses berbagi ilmu ini.

 

 

 

 

 

No comments: