Friday, August 20, 2010

Suatu hari beberapa alumni Univ California Berkeley yg sdh bekerja & mapan dlm karir, mendatangi profesor kampus mereka yg kini sdh lanjut usia. Mereka membicarakan banyak hal menyangkut pekerjaan maupun kehidupan mereka.

Sang profesor lalu ke dapur & kembali dng membawa seTéko kopi panas. Disebuah nampan ia membawa bermacam2 cangkir. Ada yg terbuat dr kaca, kristal, melamin, beling & plastik. Beberapa cangkir nampak indah & mahal, tetapi ada jg yg bentuknya biasa2 saja & terbuat dari bhn yg murah. "Silahkan masing2 mengambil cangkir & menuang kopinya sendiri", Sang prof mempersilahkan tamu2nya. Stlh masing2 sdh memegang cangkir berisi kopi, profesor itu berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir2 yg bagus & yg tertinggal kini hanya cangkir murah & tidak begitu menarik. Memilih yg terbaik adalah hal yg normal. Tetapi sebenarnya justru disitulah persoalanya. Ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus, perasaan kalian menjadi terganggu. Kalian mulai melihat cangkir2 yg dipegang orang lain & membandingkannya dgn cangkir yg kalian pegang. Pikiran kalian terfokus kpd cangkir, padahal yg kalian nikmati bukanlah cangkirnya, melainkan kopinya."

Sesungguhnya kopi itu adalah kehidupan kita, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, uang & posisi yg kita miliki. Jangan pernah membiarkan wadah dari kopi mempengaruhi kopi yg kita nikmati. Orang boleh saja menaruh kopi kedalam gelas kristal yg sangat mahal & indah, tetapi belum tentu mereka dpt merasakan nikmat dari kopi tsb. Artinya, ada sebagian orang yg menurut penglihatan jasmaniah kita mereka begitu beruntung & berbahagia, tetapi belum tentu mereka dpt menikmati indahnya karunia kehidupan yg diberikan oleh Tuhan.

Postingan seorang kawan

KISAH ANEH KELUARGAKU.. .(Kisah Nyata..!)

KASUS KELUARGAKU SANGAT ANEH, WALAUPUN SECARA HUKUM ADALAH LEGAL DAN SAH....

WAKTU AKU BERUMUR 23 TAHUN AKU MENIKAHI SEORANG JANDA CANTIK BERUSIA 35 TAHUN. JANDA ITU MEMILIKI ANAK YANG JUGA SANGAT CANTIK BERUSIA 12 TAHUN. LIMA TAHUN KEMUDIAN, ANAK TIRIKU SALING JATUH CINTA DENGAN AYAHKU YG DUDA DAN TAK LAMA KEMUDIAN MEREKA MENIKAH.HAL INI BERARTI AYAHKU SEKALIGUS MENJADI MENANTUKU, SUATU HAL YG MEMBINGUNGKANKU, SEBAB ANAK TIRIKU SEKALIGUS MENJADI IBU TIRIKU, KARENA DIA MENIKAH DENGAN AYAHKU.

KOMPLIKASI INI MENJADI SEMAKIN PARAH DAN KACAU BALAU, KARENA AKU TELAH PUNYA SEORANG ANAK LELAKI DENGAN ISTRIKU YG BEKAS JANDA ITU. ANAKKU MENJADI SAUDARA DARI ANAK TIRIKU, BERARTI DIA ADALAH SAUDARA DARI AYAHKU, INI BERARTI ANAKKU ADALAH SEKALIGUS PAMANKU, SUATU HAL YG MEMBUATKU SEDIH SEKALI.ISTRI AYAHKU, YG JUGA ANAK TIRIKU, KEMUDIAN MELAHIRKAN SEORANG ANAK PEREMPUAN.

HAL INI BERARTI ANAK PEREMPUAN ITU ADALAH CUCUKU, KARENA AKU ADALAH SUAMI DARI
NENEKNYA. DAN SEKALIGUS SAUDARA PEREMPUANKU, KARENA DIA ADALAH ANAK DARI AYAHKU.ISTRIKU ADALAH IBU DARI ANAK TIRIKU, YG JUGA MENJADI IBU TIRIKU, KARENA DIA ADALAH ISTRI AYAHKU. INI BERARTI DIA ADALAH ISTRIKU, DIA JUGA SEKALIGUS NENEKKU, KARENA DIA ADALAH NENEK DARI SAUDARA PEREMPUANKU.

BILA ISTRIKU ADALAH NENEKKU, BERARTI AKU ADALAH CUCUNYA.DAN 1 HAL YG BIKIN AKU GILA BILA MEMIKIRKANNYA ADALAH, SEBAGAI SUAMI DARI NENEKKU, BERARTI AKU MENJADI 'KAKEK DARI DIRIKU SENDIRI!!!!

Yang super gila, ya yang baca ini..., udaah aneh, bingung, gak ngerti...eeeeeh diterusin ajaaah..!!.. .nekaaat beneeerrrr.. ..

Postingan dari seorang kawan....

Tidur

Just Joke...

1. Tidur dengan wanita cantik = bangga 1/2 mati
2. Tidur dengan wanita PSK = mahal 1/2 mati
3. Tidur dengan wanita jelek = stress 1/2 mati
4. Tidur dengan wanita Hyper = cape 1/2 mati
5. Tidur dengan sahabat = nyesal 1/2 mati
6. Tidur dengan pacar = nafsu 1/2 mati
7. Tidur dengan istri orang = nafsu gak mati2
8. Tidur dengan istri tentara = sudah pasti MATI

postingan dari kawan di milis

Monday, August 09, 2010

Mandala

Mandala
Pearl S. Buck
PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta 2007
476 halaman

Tanya: apa sebabnya aku tak pernah menemukan kedamaian?
Orang bijak menjawab: Karena Nafsu
Tanya: Tapi aku Cuma bernafsu mendapatkan kedamaian...
Jawab: Hilangkan nafsu itu
Tanya: Kaua begitu, apa yang bisa mendatangkan rasa damai pada pikiran manusia?
Jawab: Cinta
Tanya: Cinta kepada siapa?
Jawab: Bisakah kausuruh lampu itu hanya menerangi sisi sebelah sini saja dan tidak menerangi sebelah sana? Buat siapa api menyala kalau bukan buat semuanya.
Tanya: apakah kedamaian terletak dalam nyala?
Jawab: Apakah kedamaian mematikan api? Tidak.... kedamaian menanti di pusat api yang menyala...

Itu sepenggal kutipan dari dialog sang Maharaja Jagat dengan Brooke seorang wanita Amerika yang dicintainya dalam novel “Mandala” karya Pearl S. Buck.

Novel Mandala yang bersetting India jaman paska kemerdekaan mengisahkan pergulatan anak manusia dalam mengatasi perubahan jaman. Dari sistem monarki dan sistem kasta ke pemerintahan yang lebih demokratis, perubahan orientasi kaum bangsawan dari penguasa menjadi pengusaha, perubahan budaya dari paternalistik menjadi egaliter, perubahan dari model perjodohan ala Siti Nurbaya menjadi pernikahan yang lebih terbuka dan lain-lain. Pertemuan budaya Timur dan Barat, juga menumbuhkan intrik percintaan antar bangsa dan antar budaya. Dalam perubahan jaman tersebut kehidupan cinta juga mengalami ujian........

Novel yang cukup menarik dari novelis yang secara intens mencoba merekatkan budaya barat dengan budaya timur yang penuh dengan filsafat dari Bhagavat Gita maupun kitab Upanishad... Salah satu kelemahan novel ini adalah akhir yang dipaksakan happy ending secara terburu-buru tanpa melalui proses refleksi dan penyadaran yang intens... Meski demikian untaian kata-kata yang sangat indah, alur mengalir jernih dan penuh nasihat spiritual penuh pembelajaran kehidupan menjadikan novel ini sangat layak dibaca oleh para pencari cinta....

Sunday, July 18, 2010

Himpunan Materi Pelatihan Perencanaan Pembangunan Partisipatif bagi Fasilitator Desa

Himpunan Materi Pelatihan Perencanaan Pembangunan Partisipatif bagi Fasilitator Desa
Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa,
Yogyakarta 2007
87 halaman

Buku ini membahas materi Pelatihan Perencanaan Pembangunan Partisipatif Masyarakat Desa (P3MD) yang sejak pertengahan 90-an dijadikan metode resmi dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa. P3MD sendiri seingatku merupakan integrasi dan penyatuan konsep dari beberapa metode perencanaan partisipatif seperti Participatory Rural Appraisal (PRA), Participatory Learning Action (PLA), Action Research, Rapid Rural Appraisal dll.

Terkait dengan buku ini ada beberapa kritik, yakni:
1. P3MD menjadi simplifikasi yang berlebihan terhadap PRA, PLA dll. Simplifikasi itu terjadi terhadap prinsip-prinsip filosofis hingga teknis kajian. Spirit awal perencanaan partisipatif sebagai bentuk perlawanan terhadap top down approach kurang banyak dikupas. Demikian pula teknis kajian hanya ditekankan pada teknik pemetaan, bagan hubungan kelembagaan dan kalender musim. padahal sebebarnya masih ada belasan bahkan puluhan teknik kajian lain yang bisa dikembangkan di lapangan sesuai dengan data yang dibutuhkan.
2. Training di buku ini hanya cenderung menekankan aspek kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan). Sedangkan sisi afektif (sikap) tidak banyak dikupas. Padahal sebagai pendamping masyarakat, utamanya mereka dituntut mampu bersikap adaptif dan berempati dengan masyarakat. Saya kuatir dari pelatihan ini nanti akan lahir "robot-robot" yang trampil dalam aplikasi P3MD namun tidak punya empatthy dan keberpihakan terhadap masyarakatnya.
3. Secara de jure, P3MD selama ini jadi metode resmi. Namun secara de facto, hasil perencanaan masyarakat banyak terpinggirkan dan kalah dengan usulan dari instansi pemerintah (SKPD)ataupun kalah dari usulan yang bersifat politis dari Bupati dan DPRD. Di banyak daerah, usulan masyarakat yang diadopsi oleh Pemda terkadang kurang dari 10 %/tahun. Makanya banyak masyarakat yang frustasi dan menolak P3MD. Perlu ada suatu terobosan agar ada jaminan bahwa usulan masyarakat ini akan diadopsi oleh pemerintah daerah. Oleh karenanya SKB Bappenas-Depdagri ttg Juklak Musrenbang perlu diperbaiki content-nya.