Friday, January 18, 2013

SEJUTA PELANGI


Oleh:  Oki Setiana Dewi
Penerbit Mizania, Bandung
Maret 2012 (cetakan ke 2)
ISBN 978-602-9255-17-1
294 halaman

Buku ini merupakan perenungan Oki terhadap cerita dan pengalaman hidup sahabat-sahabatnya. Dengan daya bertutur yang sederhana, Oki memberikan ulasan-ulasan relijius terhadap pengalaman hidup sang sahabat.  Beberapa sikap positif kehidupan yang diungkap dalam buku ini antara lain:

  1. Sikap kerja keras, yang tertuang dalam cerita Indah Kusuma yang semula selalu mendapat ranking paling buncit di sekolahnya. Namun melalui belajar yang tidak kenal lelah sang sahabat bisa menggapai prestasi yang menakjubkan.
  2. Pengabdian kepada sesama yang diungkap dalam cerita Profesor Helmi yang masih berusaha terus membagikan ilmunya kepada orang lain walau beliau menderita gagal ginjal yang akut. 
  3. Sikap pantang menyerah terhadap keterbatasan,  yang tersirat dalam cerita Siwi dan Dimas yang menderita cacat fisik (tuna netra) namun senantiasa belajar keras untuk menyelesaikan studinya.
  4. Sikap mau memperbaiki diri, tentang kasus seorang sahabat Oki yang sempat putus asa karena hamil di luar nikah tapi kemudian bangkit menjadi wirausahawan yang sukses.
  5. Sikap ulet dan optimis, yang tertuang dalam cerita Akbar seorang anak usia 12 tahun dari keluarga miskin yang rajin mencari nafkah dan menabung  rupiah demi rupiah untuk bisa meneruskan sekolah di SMP yang diidamkannya.
  6. Percaya diri terhadap kekuatan yang dimiliki, yang termuat dalam cerita Ria (adik Oki) yang sering minder karena lemah di pelajaran matematika dan berkulit agak hitam. Namun disisi lain Ria mempunyai ketrampilan menulis yang sangat baik.
  7. Keteladanan, yang termuat dalam kisah Rakan seorang anak berusia 6 tahun yang rajin beribadah karena tuntunan dan bimbingan keteladanan dari orang tuanya.
  8. Kedermawanan, yang termuat dalam kisah seorang cacat yang berprofesi sebagai penjual peralatan dapur keliling, namun dengan penuh kerelaan dia memberikan sebagian penghasilannya untuk seorang pengemis. 
  9. Belajar sebuah proses yang tiada akhir, yang termuat dalam cerita nenek sahabat Oki yang sudah renta (93 tahun) namun masih terus bersemangat mengajari mengaji pada anak cucu dan tetangga di lingkungannya. Bahkan sang nenek senantiasa terus belajar al quran dan hadits  serta mengikuti ceramah para dai melalui siaran televisi di pagi hari.
  10. Kemandirian dan berkarya, cerita anak kecil bernama Rofifah yang  menderita kanker dan kakinya diamputasi. Rofifah berusaha mandiri dengan membuat bros  cantik dan dijual kepada orang lain. Di tengah penderitaan hidupnya anak kecil tersebut mampu berkarya dan tidak mau dibelas kasihani orang lain.
  11. Ketulusan cinta seorang anak pada ayahnya, yang tertuang dalam cerita Fikri seeorang anak yatim berusia 9 tahun yang sangat rajin beribadah karena melalui ibadah itu dia berharap bisa mendoakan ayahnya yang sudah meninggal dan bisa bertemu di sorga-Nya kelak.
  12. Sikap hormat terhadap ibunda, yang termaktub dalam cerita Iffah yang berusaha membahagiakan dan menghormati ibundanya dengan menikmati hidangan yang disediakan ibundanya dan jarang mau jajan di luar.
  13. Kenanglah kasih sayang dari orangtuamu dan lupakanlah dendam terhadap kesalahannya., yang termaktub dalam cerita seorang sahabat Oki yang ditinggalkan ayahnya sejak usia balita. Ketika sahabat Oki tersebut mau menikah, sang ayah diminta menjadi wali nikahnya. Ayahnya bersedia jadi wali nikah asalkan diberi uang 50 juta.Sahabat Oki berusaha memenuhi permintaan ayahnya (walau mungkin permintaan itu dirasa berlebihan bagi orang banyak), karena sahabat Oki yang mau menikah tersebut menydari bahwa ayahnya merupakan perantara bagi adanya dia di dunia dan walaupun hanya di usia balita dia menikmati kasih sayang ayahnya namun dia merasakan kasih sayang itu  begitu melekat dalam batinnya.
  14. Ketulusan cinta tidak harus dengan kata-kata, yang termuat dalam cerita sahabat Oki yang mempunyai kakak pendiam bernama Mas Helmi.  Mas Helmi mengalami kecelakaan cukup berat ketika dengan motornya berusaha menjemput sang adik yang kehujanan di tengah perjalanan pulang kerja.
  15. Insaf dan kembali ke jalan yang benar, yang tertuang dalam cerita Zaenuddin seorang penghuni penjara  (lapas) anak. Dia masuk penjara karena membunuh dalam sebuah tawuran sekolah. Di lapas tersebut dia insyaf dan rajin beribadah di mushola lapas. Dia bahkan aktif sebagai muadzin dan penjaga kebersihan musholla tersebut. Pesan senada juga terungkap dari kunjungan Oki ke Penjara perempuan dimana banyak narapidana yang kemudian rajin mengaji serta memperbaiki diri.  Bahkan mereka merasa lebih suka tinggal di penjara karena di situ mereka menemukan kebersamaan dan menemukan Tuhannya. Mereka bahkan sering kuatir kalau mereka keluar dari penjara, mereka  belum siap mental menerima perlakuan masyarakat di sekitarnya yang sering men-cap mereka dengan stigma “orang jahat”. 
  16. Kepedulian kepada yang terpinggirkan, yang dimuat dalam kisah perjalanan Oki ketika mengunjungi sebuah panti anak-anak penyandang cacat. Oki melihat anak-anak tersebut  sebagai sosok yang haus kasih sayang orangtuanya. Oki juga kagum melihat para pegawai panti yang penuh ketulusan mengulurkan tali kasih sayang pada anak-anak penyandang cacat tersebut.
  17. Pasrah berserah diri dan  pentingnya berkomunikasi dengan Allah, kisah ini termaktub dari renungan Oki ketika mengunjungi Rumah Sakit Jiwa. Banyak penyakit kejiwaan berawal dari adanya halusinasi dan stress/depresi. Cobaan hidup terkadang tidak kuat disangga seseorang. Ketika orang tersebut tidak mempunyai kesadaran dan kemampuan berkomunikasi dengan Tuhannya, maka orang tersebut akan sangat mudah mengalami putus asa yang berujung pada munculnya stress dan halusinasi. Kisah lain yang mengandung pesan serupa adalah kisah tentang para penghafal Al Quran yang  tanpa kenal lelah berusaha mengumandangkan ayat-ayat suci sebagai upaya untuk  mendekatkan diri dengan sang Pencipta.
  18. Istiqomah, yang termaktub dalam renungan Oki tentang rasa cintanya kepada Rasulullah s.a.w. Perasaan cinta harus disertai totalitas untuk meneladani sikap perilaku Rasulullah dengan sepenuh kesadaran.
  19. Semua tingkah perilaku harus dilandasi ibadah, hal ini tercantum dalam perenungan Oki tentang pernikahan. Pernikahan tidak harus selalu menunggu semua siap. Yang paling penting adalah kesiapan mental bahwa pernikahan adalah untuk ibadah serta komitmen untuk menjalankan bahtera rumah tangga secara proporsional. Meski pertimbangan material terkadang harus dipikirkan, namun hal ini janganlah menjadi sebuah kendala dalam menjalankan perintah-Nya.
  20. Kasih sayang dan saling menghirmati dalam keluarga menjadi pilar rumah tangga bahagia. Hal ini terkait cerita Oki tentang keluarganya yang panuh rasa saling hormat dan saling sayang. Ibunda Oki begitu penuh pengabdian untuk mengurus suami dan anak-anaknya termasuk dengan cara menghidangkan masakan yang disukai oleh putri-putrinya. Sang Ayah bekerja keras untuk mencari nafkah. Oki dan adik-adiknya berusaha menjalankan tuntunan orang tua dengan sebaik-baiknya. Rumahku surgaku hanya akan tercipta bila suasana penuh cinta dan hormat terbangun didalam keluarga. 


Buku ini sangat bagus, penuh tuntunan yang disampaikan dengan bahasa sederhana. Oki mempunyai inner beauty yang luar biasa yang ditunjukkan dengan kepekaan sosial-nya terhadap nasib sebagian masyarakat yang terpinggirkan.  Oki juga mempunya ketajaman berpikir yang sangat mempesona sehingga dia mampu menangkap hikmah-hikmah dari peristiwa yang didengar atau dialaminya....semoga Allah menciptakan Oki-Oki yang lain yang mampu memberikan secercah cahaya, bagi bangsa Indonesia yang sedang dirudung kegelapan dan keprihatinan....


Saturday, January 12, 2013

MELUKIS PELANGI (Catatan Hati Oki Setiana Dewi)


Oleh: Oki Setiana Dewi
Penerbit Mizania, Bandung ,
Cetakan IX 2012
ISBN 978-602-8236-89-8
347 halaman

Buku ini diangkat dari catatan harian Oki Setiana Dewi, seorang aktris muda yang melejit lewat film Ketika Cintaku Bertasbih.

Oki kecil dilahirkan tahun 1989 oleh keluarga keturunan Jawa dan Palembang. Ayah Oki merupakan pegawai negeri sipil yang hidup sederhana. Di tengah kebersahajaan itu Oki tumbuh menjadi anak yang pemberani dan kreatif serta relijius.  Oki sejak kecil sudah melatih kemandirian dengan membuat pernak-pernik kerajinan, ikut lomba dan lain-lain untuk menambah uang saku-nya. Oki juga senantiasa rajin belajar sehingga prestasi sekolah juga tidak mengecewakan. Berbagai lomba seperti model, MC dan kegiatan ekstrakurikuler dia ikuti dengan hasil yang cukup membanggakan. Oki rajin menuliskan cita-cita hidupnya dalam buku hariannya, dan dia berusaha keras untuk mencapai apa yang dituliskannya.

Ketika menginjak SMA, Oki merasa membutuhkan tantangan baru sehingga dia hijrah ke Jakarta. Adalah perjuangan hidup yang cukup berat ketika gadis 16 tahun hidup sendirian di Jakarta untuk bersekolah dan mencoba mencari kerja serta untuk menambah uang saku serta ikut berbagai audisi untuk mewujudkan cita-citanya sebagai artis. Cobaan itu ditambah dengan ibundanya yang menderita penyakit kulit yang kronis dan harus sering berobat ke Jakarta. Ditengah cobaan itu, Oki menerima hidayah untuk tegar, sabar dan  menjalankan tuntunan agama dengan memakai jilbab. Walaupun banyak pihak yang mencemoohnya ketika dia memakai jilbab kali pertama.

Oki yang kemudian berhasil masuk Universitas Indonesia terus berikhtiar dengan belajar secara tekun, aktif dalam berbagai kegiatan kampus termasuk teater. Kegiatan itulah yang kemudian menjadi pembuka pintu karir Oki ke dunia film, dan menghantarnya untuk bertemu Kang Abik (penulis novel Ayat-ayat Cinta, novel Ketika Cintaku Bertasbih dll) seorang penulis yang dikaguminya serta bertemu Dedy Mizwar seorang aktor film yang diimpikanuntuk bisa bermain dengannya. Keberhasilan merambah dunia film diikuti dengan kekhusyukannya untuk menjalankan perintah Illahi. Dari hasil kerja kerasnya, Oki berhasil mengantar ibundanya untuk mewujudkan mimpi mengunjungi Baitullah...

Membaca buku ini, saya sempat menangis mengingat besar dan indahnya cinta kasih Oki kepada Ibundanya (dan sebaliknya).  Buku ini sangat menginspirasi  karena kita bisa belajar banyak dari tulisan Oki dimana untuk meraih keberhasilan kita harus bersikap sabar, bekerja keras, mampu menyusun prioritas, harus punya cita-cita, hemat, pandai bersyukur,  pandai membagi waktu, tawadhu’dll...Pengalaman hidup Oki yang dituliskan dengan ringan tanpa menggurui di buku ini, tidak kalah bobotnya dengan tulisan para ahli teori manajemen yang gelarnya berderet-deret. Di tengah jaman yang semakin materialis (profan),  Oki saat ini merupakan mahluk langka yang mampu mengintegrasikan kehidupan yang beretos kerja tinggi (profesional) dengan kehidupan yang relijius... Semoga Allah senantiasa membimbing Oki untuk memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa ini serta menjadi rahmatan lil’alamin di dunia ini.....

Tuesday, January 01, 2013

Nogo Sosro Sabuk Inten

buku silat klasik jawa yang cukup menarik. Perjuangan Mahesa Jenar untuk mencari keris nogososro sabuk inten yang menjadi simbol tahta Kerajaan Demak merupakan sentral cerita. Buku ini juga banyak memuat filsafat Jawa seperti rendah hati, pasrah, loyalitas, kerja keras dll. Buku ini merupakan masterpiece SH Mintarja

Monday, October 15, 2012

Filsafat untuk Pemula (4)


9. Reaksi Romantik
Arthur Schopenhauer (1788-1860) yang  berpendapat bahwa kehendak merupakan dasar, sedang  budi dan sensasi mengalir darinya. Kehendak individu hanyalah satu yakni kehendak umum. Kehendak umum ini bersifat buta, irasional dan jahat. Hanya melalui penyangkalan kehendak melalui kemurnian, kemiskinan, kasih  dan puasa seseorang dapat memperoleh kebijaksanaan.
Soren Kierkegaard (1813-1855), mengatakan bahwa manusia pada mulanya merupakan manusia estetik yang menyandarkan pada akal dan sensualitas. Selanjutnya manusia akan menyelidiki tanggung jawab moral untuk menjadi manusia etis.  Selanjutnya melalui kerja keras, ketakutan dan locatan iman maka dia akan melibatkan nasibnya dengan keabadian.

10. Materialisme
Feuerbach (1804-1872), yang membicarakan kehidupan spesies manusia, dimana manusia menghidupi hidup sosial penuh kesadaran diri.
Marx, mengambil dialektika Hegel dan mengkaitkannya dengan pemahaman nyata  mengenai alam, kerja  dan ekonomi. Dalam hal ini Marx  membagi kehidupan manusia dalam tiga tahap yakni (1) tahap Pertama ketika alam mendominasi kehidupan manusia, (2) Tahap Kedua, kekayaan pribadi berkembang dan alam melulu menjadi obyek manusia, (3) Tahap Ketiga, dimana kekayaan pribadi dihapuskan dan manusia secara penuh menyadari diri.

11. Sui Generis
Nietzsche, yang menekankan pada manusia yang punya kehendak lebih berkuasa. Dari proses evaluasi ulang semua mahluk hidup nanti akan ditemukan “manusia mulia” (superman) yang kuat, keras bahkan kejam.  Kalau Marx berpendapat bahwa masa depan akan memihak massa, Nietzsche berpendapat bahwa masa depan adalah  di tangan orang-orang besar.

12. Utilitarianisme
Aliran ini berkembang di inggris . Aliran ini berpendapat bahwa tindakan disebut benar bila meningkatkan kebahagiaan (kesenangan dan tiadanya rasa sakit), dan disebut salah bila menghasilkan ketidak bahagiaan.
Jeremy Bentham (1748-1832), berpendapat bahwa hukum sipil melalui pembaharuan akan membuat setiap orang aman, sama dan damai.
John Stuart Mill (1806-1873) berpendapat bahwa terkait prinsip kegunaan, rasa nikmat tidak dapat diukur dengan kuantitas. Sehingga perlu dipikirkan adanya pendekatan kualitas yang berbeda. Dalam buku lain Mill berpendapat bahwa pembatasan sipil terhadap individu hanya diperbolehkan bila hal itu sangat mutlak perlu untuk menghindari kerugian pihak lain. Kebebasan berbicara, hak politik, emansipasi, kesamaan didepan hukum merupakan prinsip utilitarisme yang baik.

13. Positivisme
Auguste Comte (1798-1857), membagi tahapan kemajuan dalam 3 tahap yakni:  (1) teologis, segala sesuatu dijelaskan dengan kekuasaan ilahi, (2) Metafisik, kekuasaan Ilahi menjadi esensi atau kekuatan abstrak, (3) Positif, hanya fenomena  dan keterkaitan antar fenomena yang diperhitungkan.
Ajaran dasar positivisme al: (1) dalam alam terdapat hukum yang dapat diketahui, (2) dalam Alam penyebab benda-benda tidak dapat diketahui, (3) Setiap pernyataan yang pada prinsipnya tidak dapat direduksikan ke pernyataan sederhana mengenai fakta, baik khusus maupun umum, tidak dapat mempunyai arrti nyata maupun masuk akal, (4) hanya hubungan antar fakta dapat diketahui, (5) perkembangan intelektual merupakan sebab utama perubahan sosial.

14. Eklektisisme
Herbert Sepencer (1820-1903), yang mengembangkan evolusionisme untuk bidang sosial (Darwinisme sosial) termasuk dengan konsep survival of the fittest yang menyerupai konsep Superman-nya Nietzsche.
Charles Darwin (1809-1882) yang mengembangkan konsep evolusionisme biologi. Adanya pengertian bahwa manusia dna monyet tingkat tinggi mempunyai nenk moyang yang sama telah menimbulkan perumusan baru mengenai ide manusia. Menurut Darwin, alam berkembang mengikuti prinsip seleksi alam. Hanya organisme yang mempunyai kelengkapan adaptasi memadai, yang akan mampu bertahan hidup.

15. Pragmatisme
Merupakan salah satu aliran filsafat yang berkembang di Amerika. Aliran ini dipelopori oleh CS. Pierce (1839-1914) dan William James (1842-1910). Bagi mereka, pikiran hanyalah merupakan alat untuk melakukan sesuatu, dan kebenaran adalah apa yang secara pragmatis berguna.
John Dewey (1859-1952) mengembangkan konsep pragmatisme untuk etika dan filsafat pendidikan. Dalam konsepnya, pikiran adalah alat untuk memecahkan masalah. Dewey percaya bahwa intelejensi, tingkah laku dan  pengetahuan dapat berubah, sehingga pendidikan merupakan salah satu hal penting untuk membentuk masyarakat.

16. Irrasional
Aliran ini bagian gelombang anti intelektualisme, menolak rasionalitas dan analisis ilmiah. Henri Bergson (1859-1900) menolak ide bahwa sains merupakan sumber utama pengetahuan, dan menyatakan bahwa intuisi lebih penting.
Sigmund Freud (1856-1939),  merupakan pengembang psiko analisa. Yang didalamnya mengatakan bahwa dalam jiwa manusia terdapat jiwa bawah sadar.


17. Logika
Aliran ini berkembang setelah dinamika sosial yang cukup tinggi sempat membuat pemikirn filsafat mengalami kebuntuan. Tokoh aliran logika ini antara lain Gottlob Friege (1848-1925) yang meletakkan matematika sebagai dasar baru  dan mendudukan matematika sebagai bagian dari logika. Tokoh lain aliran ini adalha Whitehead, Bertrand Russell dan Kurt Goddel. Ciri aliran ini adalah keinginan untuk memperjelas, melalui analisis dan kebenciannya terhadap metafisika.

18. Bahasa
Ludwig Wittgenstein (1889-1951) berpendapat bahwa semua yang dipikirkan haruslah bisa dikatakan. Selain Wittgenstein., muncul lingkaran Wina (carnap & schlick, Weissman & Frank, Jraft, Kauffmann & Feigl) yang mendukung aliran ini. Mereka memperkenalkan Prinsip Verifikasi yakni: makna suatu proposisi adalah metode verifikasinya. (1) suatu proposisi hanya berarti bila dapat dibuktikan benar atau salah, (2) ada bentuk2 logis kebenaran dan bentuk faktual, (3) kebenaran faktual hanya dapat dibuktikan melalui pengalaman (verifikasi).

19. Fenomenologi dan eksistensialisme
Tokoh-tokohnya antara lain Franz Brentano (1838-1917), Edmund Husserl (1859-1938). Martin Heidegger (1889-19760. Aliran ini beruaha melihat dari sisi subyektivitas terhadap persoalan atau fenomena tertentu. Tokoh lainnya adalah Jean Paul Sartre (1905-1980) yang memperkenalkan filsafat ke jalan-jalan serta mengembangkan pemikiran Husserl dan Heidegger menjadi tubuh pengetahuan yang koheren yang dikenal dengan eksistensialisme. Sartre juga dikenal sebagai tokoh  anti imperialisme dan revolusioner. Sedangkan Simone de Beauvoir,  merupakan rekan Sartre yang banya mengembangkan feminisme dimana perhatian filsafat terhadap kaum perempuan masih sangat minim pada saat itu .

20. Marxists
Setiap orang bisa mempunyai interpretasi berbeda0beda tentang marxis. Ada yang menekankan pada dialektika materialisme, sifat revolusioner, segi ekonomi, segi ilmiah dll, sampai kemudian lahir marxis Struktural dan marxisme pasca marxis.
Beberapa tokoh pemikir marxis antara lain Rosa Luxemburg yang  terbunuh setelah memimpin revolusi tahun 1919, George Lukacs (1885-1971)yang mendorong perlunya revolusi agar manusia  dapat menjadi dirinya sendiri secara utuh,  Antonio Gramsci (1891-1937) yang memperkenalkan konsep hegemoni kekuasaan  dimana kelas penguasa mengarahkan dan mengorganisir masyarakat melalui kekuasaan struktural.
Sekolah Frankfurt yang antara lain terdiri dari Carl Grunburg, MaxHorkheimer, Herbert Marcuse, Theodor Adomo, Leo Lowenthal, Erich Fromm. Sekolah Frankfurt ini berusaha menggabungkan pemikiran Marx dengan Freud. Tokoh lain yang juga penting adalah Jurgen Habermas yang mengembangkan pendekatan filosofis marxis terakhir yang memahami totalitas, meski konsepnya ditentang paska Strukturalis. Louis Althusser (1918) merupakan  pemikir marxis yang mengkhususkan  pada pralktek politik, kulturak, intelektual dan utamanya ekonomi.

21. Linguistik, Semiologi, Strukturalsime
Tokohnya antara lain Ferdinand de Saussure (1857-1913, Claude Levi Strauss, Focault, Jaques Derrida. Aliran ini mencoba mengangkat bahwa dalam struktur budaya suatu masyarakat dapat diidentifikasi dari sinbol dan bahasa yang mereka pergunakan.

Filsafat: untuk Pemula (3)


7. Pencerahan
Copernicus (1473-1543), yang memperkenalkan metode observasi. Teorinya yang terkenal adalah tentang Bumi mengelilingi Matahari.
Montaigne (1533-1592), yang memperkenalkan ide mengenai penyelidikan yang kritis dan konstan.
Perkembangan budaya dan pendidikan di Italia cukup pesat.  Namun kegiatan ekonomi bergeser ke Belanda, Inggris dna Prancis Utara yang menghasilakan pengusaha baru yang diikuti dengan filosof dan scientist. Pada periode ini muncul penemuan2 yang spektakuler seperti Galileo Galilei yang melahirkan dasar-dasar teori gerak, William Gilbert yang menemukan Dunia sebagai magnet, Johanes Kepler tentang Lintasan planet berbentuk elips, Wiliam Harvey tentang sirkulasi darah.
Francis Bacon (1561-1626), merupakan  seorang yang menekankan pada pengembangan dunia ilmiah baru melalui observasi dan eksperimen. Dia terkenal dengan ungkapannya “knowledge is power”.  Kecintaannya  terhadap dunia  pengetahuan sangat tinggi , bahkan dia meninggalpun ketika sedang melakukan eksperimentasi.
Isaac Newton  mengembangkan kalkulus , gravitasi  dan uraian alam semesta yang mekanistis. Tokoh lain adalah Boyle yang mengembangkan fisika dasar gas dan atomisme. Robert Hooke merupakan ahli percobaan praktis. Leuwenhoek telah mengembangkan mikroskop.
Thomas Hobbes (1588-1679), yang menggambarkan model semesta yang mekanistik. Perubahan di dunia terjadi karena adanya gerak dan perubahan  dari berbagai komponen individu yang ada didalamnya.
Rene Descartes (1596-1650), yang sering disebut Bapak Filsafat Modern merupakan seorang filosof yang menenkankan pada penggunaan akal budi untuk menemukan prinsip rasional sebuah sistem pengetahuan yang mantap.  Descartes terkenal dengan ungkapannya Cogito Ergo Sum (saya berpikir makan saya ada).
Baruch Spinoza (1632-1677) yang mengembangkan geometri filsafat. Dia menjelaskan bahwa tata dan hubungan ide-ide sama dengan tata dan hubungan benda-benda. Spinoza merupakan seorang yang sangat sopan. Petuah bijaknya: “Tidak ada kebahagiaan yang terlalu besar; yaitu selalu baik”
Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) merupakan intelektual yang hebat termasuk dalam kalkulus diferensial. Dia mengatakan bahwa allah telah menciptakan dunia yang terbaik dengan harmoni yang telah ditentukan oleh Nya.
Giambatista Vico (1688-1744) yang mengembangkan  studi tentang sejarah yang sata itu tertinggal karena orang lebih menyukai sains. Ia menolak  pendapat tentang kodrat manusia. Dia menekankan perlunya perhatian terhadap hukum, mitos, bahasa, budaya dalam pembentukan suatu masyarakat.
Pada periode ini, di Inggris  berkembang perang saudara dimana kelas borjuis menumbangkan monarkhi feodal.  Perkembangan lain adalah empirisme yang merupakan antitesis terhadap rasionalisme daratan eropa yang berkembang saat itu. Liberalisme dan Demokrasi ekonomi dan politik, toleransi beragama dan persamaan hak menjadi semakin berkembang.
John Locke (1632-1704), merupakan seorang yang menentang rasionalisme. Pendapatnya: budi diperlengkapi dengan ide hanya lewat pengalaman”.
George Berkeley (1685-1753, yang berpendapat bahwa “berada berarti dipersepsi”.
David Hume (1711-1776), merupakan pengembang empirisme sampai  pada kesimpulan logisnya.
Dalam perkembangannya Filsafat juga merasuk ke dunia politik.  Kalau filsafat Yunani menekankan manusia sebagai mahluk  komunal dalam negara, filsafat abad pertengahan menekankan pada peranan negara dan sintesis Kristiani dan filsafat modern menekankan pada invidu dan negara. Hobbes  merupakan salah satu tokoh yang mengatakan bahwa secara kodrati manusia  adalah serigala bagi yang lain. Namun rasionalitasnya menuntut agar bertahan hidup dan mencari perdamaian. Oleh karena itu kemudian mereka perlu membuat kontrak sosial  untuk menyepakati hak-hak mereka. Penguasa merupakan kekuasaan yang absolut dan benar sehingga warga tidak boleh melanggar hukum/norma.
Konsep tersebut dikritik oleh John Locke yang menyatakan bahwa tidaka ada hak ilahiyah untuk raja  karena raja sederajat dengan manusia yang lain. Locke juga menyatakan bahwa secara kodrati  manusia juga mempunyai aturan moral sehingga tidak boleh saling merugikan. Locke  menekankan bahwa ada hak individu yang tidak boleh dirampas  antara lain: hak atas hidup, hak atas kebebasan dan hak atas milik. Locke juga menyampaikan konsep pemikiran tentang pemisahan kekuasaan eksekutif dan legislatif untuk check and balances.
Setelah 1688 berkembang Zaman Pencerahan  yang antara lain didukung oleh reputasi sains Newtonian dan liberalisme Locke. Ide-ide rasional, progresif, liberal dan ilmiah terus bergulir.
Baron Montesquieu (1689-1755), merupakan tokoh filsafat politik yang mengembangkan konsep Locke untuk checks and balances dengan membagi kekuasaan kepada eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Voltaire (1694-1778), merupakan seorang pemikir dan seniman yang  mengatakan bahwa alam adalah produk Allah. Sedang manusia merupakan produk alam dan tidak melulu dari Allah. Voltaire mencoba menemukan jalan tengah dimana manusia melalui akal budi menemukan keutamaan moral.
Beberapa tokoh pencerahan dari Perancis antara lain: (1)Quesnay  yang mengaatakan kekayaan berasal dari tanah dan prinsip laissez faire maksimal membantu kepentingan umum, (2) Buffon yang mengatakan bahwa alam merupakan sebuah jaringan yang terhubungkan, (3) D’alembert yang mendorong sekulerisasi ilmu pengetahuan dengan mendasarkan pada sains dan kesempurnaan manusia, (4) Diderot,  berpendapat bahwa alam merupakan proses kreatif akbar  dengan manusia sebagai bagian didalamnya. Dia mengembangkan relativisme kebudayaan dan keniscayaan perubahan.
Beberapa ide pokok zaman pencerahan ini antara lain: (1) Manusia tidak rusak bawaan, (2) Tujuan hidup adalah hidup itu sendiri, bukan hidup abadi, (3) syarat utama bagi hidup yang baik didunia adalah Membebaskan pikiran manusia dari kebodohan dan takhayul, (4) Manusia yang terbebas dari kebodohan dan kesewenang2an negara, akan mampu untuk maju dan mencapai kesempuranaan, (5) segala sesuatu saling terkait dan membentuk bagian dari skema akbar/sistem.
Edmund Burke (1729-1797), merupakan pendukung kemerdekaan Amerika, namun menjadi agak kecut dengan demokrasi massa di Perancis. Dia menulis buku tentang bahaya-bahaya revolusi Perancis sehingga dia dianggap cenderung konservatif.
Tom Paine (1737-1809), Dia merupakan pendukung kemerdekaan Amerika dan menyatakan pemerintah harus bertanggungjawab kepada rakyat serta harus memberikan hidup, kemerdekaan dan kebahagiaan kepada rakyatnya. Pemerintah yang tidak mampu memberikan kebebasan dan kebahagiaan kepada warganya, harus digulingkan.
Mary Wollstonecraft (1759-1797),merupakan pejuang hak-hak kaum perempuan di Perancis. Ungkapannya yang terkenal: ”akal budi tidak mengenal jenis kelamin, oleh karenanya hak-hak tidak ditentukan oleh gender”
Adam Smith (1723-1790), merupakan tokoh pendukung  ide individualisme masyarakat di sektor ekonomi.setiap orang bebas untumengembangkan kegiatan ekonomi dan hal itu akan memberikan kebaikan bagi semuanya.
Jean Jacques Rousseau (1712-1778), merupakan seorang tokoh yang mengatakan bahwa perasaan  lebih penting daripada pikiran sebagai  dasar pendekatan teologi dan politik.   Dengan  pendekatan yang menempatkan hati di atas akal, puisi di atas ilmu, menekankan perasaan dan emosi serta imajinasi merupakan pokok pendekatan Romantisisme. Rousseau dalam buku Social Contract juga mendukung adanya demokrasi langsung daripada aristokrasi terpilih.
Di Jerman, beberapa pemikir terkenalnya antara lain Christian Wolff (1659-1754)  yang mengembangkan pendekatan romantisme yang membandingkan kenyataan sosial masa lalu yang indah dengan  masa sekarang yang hancur.
Gotthold Lessing (1729-1781), merupakan seniman dan filosof yang mendasarkan pada kebebasan berekspresi. Dia menulis beberapa drama yang menyerang feodalisme kaum ningrat.
Herder (1774-1803) yang mencoba mendorong perubahan dan kemajuan melalui ide romantik dan mistik karena rezim berkuasa Jerman relatif tertutup terhadap perubahan.
J.W. van Goethe (1749-1832), merupakan pengembang romantisme radikal. Puisinya “Faust” berbicara tentang gejolak spiritual dan material revolusi industri, dimana seseorang rela menjual jiwanya kepada setan demi uang, seks, ketenaran serta tdk memiliki lagi hak untuk mengontrol alam.
Immanuel Kant (1724-1804), filosof besar yang mencoba mengembangjabn sintesis sistematik dari empirisme dan rasionalisme. Kant mencoba mengembangkan pengetahuan A PRIORI (yang datang dari penalaran) dan pengetahuan APOSTERIORI (yang datang dari pengalaman). Bagi Kant, proses  memperoleh pengetahuan merupakan satu kesatuan yang melibatkan persepsi, imajinasi dan pemahaman: sensibilitas dan pemahaman berinteraksi. Kant mengembangkan rasionalitas moral yang disebut aksioma Imperatif Kategoris (bertindaklah seolah-olah maksim yang mendasari tindakan anda akan menjadi, melalui kehendak anda, hukum yang umum). Kant juga mendorong adanya Interpretasi Kategoris yaitu kategorisasi terhadap interpretasi pemikiran-pemikiran dari para filosof yang terkadang pemikirannya cukup complicated.

Secara umum Filosof zaman Pencerahan bercirikan: (1) Borjuisme radikal. Optimisme didasarkan pada ilmu materialistis/mekanik dan percaya penyelenggaraan yang murah hati, (2) Gigih melawan klerikalisme dan menyukai agalma alami/Deisme (3) Ekonomi Laissez Faire, (4) awal studi sejarah, geologi, antropologi, zoologi, (5) pentahtaan akal dan kemasukakalan, (6) keutamaan disamakan dengan budaya intelektual.


8. Idealisme Jerman
Johann Gottlieb Fichte (1762-1814), yang meluncurkan ide tentang dunia hanyalah ego absolut atau sejenis subyek raksasa.
Friedrich von Schelling (1775-1854)  yang mencoba menggabungkan filsafat kritis Kant dengan pentingnya seni.
Friedrich von Schiller (1759-1805)  yang mencoba menggabungkan filsafat kritis Kant dengan seni. Idenya banyak berkaitan dengan sikap romantik yang melihat seni sebagai hal mutlak.
Madame de Stael (1766-1817) merupakan orang yang memperkenalkan karya Kant ke Perancis. De Stael juga merupakan salah seorang pengembang sosiologi sastra.
G.W.F Hegel (1770-1831), merupakan tokoh idealis Jerman terbesar  yang terkenal dengan teori dialektika-nya (thesis – antithesis-sinthesis hingga mencapai ide mutlak). Beberapa inti pemikiran Hegel antara lain: (a) Kebenaran merupakan sistem dan sistem ini bergerak, (b) Dialektika merupakan sebab terjadinya gerak perubahan, (c) Rupa benda ketika diam berbeda dengan ketika bergerak, (d) Seluruh Sejarah merupakan kerja Roh melalui waktu. Itu merupakan derap maju budi, (e) Logika=metafisika.