Thursday, September 25, 2008

Oncor dan Takbiran

Oncor adalah obor minyak yang terbuat dari bambu kecil dengan diameter sekitar 2,5 cm diberi sumbu dari kain dan diberi bahan bakar minyak tanah. Sewaktu aku kecil, menjelang malam lebaran anak-anak sudah menyiapkan oncor ini untuk pawai takbiran. Oncor ini benar-benar merupakan sarana penerangan yang efektif karena di kampungku belum ada listrik, agak gelap gulita dimalam hari dan jalan kampung merupakan jalan tanah yang terkadang becek di sana-sini.

Sambil membawa oncor dan tetabuhan seperti bedug dan kentongan, anak-anak pawai keliling kampung bahkan terkadang sampai ke kampung tetangga. Setelah takbir keliling, anak-anak biasanya melanjutkan dengan takbir di masjid/musholla. Di musholla ini biasanya terdapat banyak makanan snack karena tiap-tiap rumah tangga menyajikan sekitar dua piring snack untuk mengganjal perut orang-orang yang sedang takbiran di masjid. Snack yang dihidangkan sebagian besar berupa snack yang akan disajikan untuk berlebaran oleh masing-masing rumah. Ada roti panggang, roti dahlia, jenang dodol, krasikan, wajik, rempeyek kacang dll.

Acara takbir di masjid biasanya diakhiri di tengah malam. Sebagai penutup acara taknir biasanya dilakukan kenduri. Nasi untuk kenduri ini biasanya berasal dari warga pula. Nasi kenduri ini biasanya berupa nasi urap, dengan lauk tempe kripik, keper atau rempeyek ikan asin, krupuk udang, telur rebus, bakmi goreng dll. Makanan yang sederhana memang, tapi mungkin karena sudah berbau doa dan suasana kebersamaan antar warga, menu yang sederhana tadi terasa sangat nikmat untuk dirasa....maknyussss......

No comments: