Sunday, May 27, 2012

INDONESIA, WIKILEAKS & JULIAN ASSANGE


Oleh: Hendri F. Isnaeni
Ufuk Press
Jakarta, 2011
ISBN; 978-602-9159-05-9
350 halaman

Buku ini mengupas tentang  situs Wikileaks yang dikomandani oleh Julian Assange, yang sempat menghebohkan dunia beberapa waktu lalu karena membocorkan berbagai informasi rahasia tingkat tinggi (militer dan diplomatik) dari negara Amerika Serikat dan berbagai negara lain. Buku ini lebih difokusikan pada berbagai dokumen diplomatik dari Kedutaan Amerika  Serikat di Jakarta ke Departemen Luar Negeri Amerika. Sejak era 1960an sampai tahun 2000an.  Dalam dokumen diplomatik yang bocor ke Wikileaks dimuat adanya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Presiden SBY dan kroninya. Tetapi dalam buku ini, dokumen tersebut tidak ditampilkan dan tidak dibahas lebih mendalam.

Buku ini memuat beberapa beberapa dokumen yakni:

  1. Publik Diplomacy, dimana USA memanfaatkan Facebook dan Blogger untuk menyebarluaskan pengaruhnya karena pengguna internet di Indonesia cukup tinggi.
  2. Pemilihan Umum 2004, berisi kegalauan USA bila Wiranto terpilih jadi Presiden karena Wiranto dituding mempunyai catatan hitam dalam pelanggaran HAM di Timtim.
  3. Gerakan Islam Garis Keras,  yang  berisi pandangan kaum muslimin yang radikal maupun tradisional yang masih melihat budaya barat sebagai ancaman. Artikel ini kemudian mengupas keberadaan FPI sebagai salah satu ormas Islam radikal di Indonesia.
  4. Perang melawan terorisme, berisi tentang dukungan USA untuk pelatihan antiterorisme bagi kepolisian Indonesia karena keberhasilan Indonesia memerangi terorisme berarti akan bermanfaat banyak bagi kepentingan bisnis dan politik amerika.
  5. Pembunuhan Munir; berisi informasi tentang adanya konspirasi tingkat tinggi dalam pembunuhan aktivis HAM Munir (almarhum) yang akhirnya hanya berhasil menghukum kaki tangannya saja (Polycarpus).
  6. Krisis Timor Timur, berisi pasang surut dukungan amerika terhadap Indonesia dalam kasus Timor Timur pada tahun 1975 yang akhirnya berubah menjadi tekanan politik ketika referendum dilakukan.
  7. Gerakan Aceh Merdeka; yang berisi sikap politik USA yang cenderung tidak mendukung kemerdekaan Aceh
  8. Papua; Freeport, Militer dan Papua Merdeka, yang berisi informasi pasang surut dukungan USA dalam kasus Papua dan sikap politiknya yang cenderung tidak mendukung Papua Merdeka.
  9. JCET, HAM dan KOPASSUS;  berisi informasi tentang perdebatan Konggres dan Pemerintah USA atas dukungan pelatihan militer yang diberikan oleh USA kepada Kopassus yang oleh para aktivis HAM dituduh  banyak terlibat dalam pelanggaran HAM di Timtim.
  10. Hubungan AS dan Militer Indonesiayang berisi informasi tentang tarik menarik antara Kongres dan Pemerintah USA dalam mensikapi hubungan dengan militer Indonesia. Sebagian menuding militer Indonesia banyak melanggar HAM, tapi posisi strategis militer dan geografis Indonesia membuat USA mau tidak mau harus menjaga hubungan baik dengan Indonesia.
  11. Hubungan ekonomi AS dan Indonesia yang berisi harapan USA  untuk meningkatkan investasi dan volume perdagangan dengan Indonesia.


Komentar saya terhadap beberapa artikel di atas, adalah:
  • Tidak ada makan siang gratis. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh USA baik di bidang politik, militer maupun sosial pasti mengandung pamrih yang menguntungkan kepentingan mereka.
  • USA selalu berkoar-koar menjunjung tinggi demokrasi tetapi dalam menjalankan demokrasi tersebut terkadang muncul KEKURANG AJARAN mereka dalam bentuk intervensi atau campurtangan terhadap kedaulatan negara lain misal kasus Timtim, Aceh, Papua dst.
  • Saya mengagumi kepintaran Soekarno dalam menjaga keseimbangan hubungan dengan negara adidaya misalnya dengan agak pro Rusia atau China. Dengan posisi seperti itu Soekarno menjadi agak sulit didikte oleh USA, karena posisi tawar Soekarno cukup kuat.
  • Wikileaks dengan segala kelebihan dan kekurangannya punya visi untuk membangun transparansi agar publik bisa melakukan kontrol terhadap penguasa/negara. Hal ini bisa berdampak positif untuk membangun good governance di masa depan.


Secara umum buku ini ringan dan enak dibaca, hanya saja saya terkadang agak rancu memilah isi dokumen dengan opini dari penulis.

No comments: