Friday, June 03, 2011

LAGU CAPING GUNUNG DAN TEGURAN BUAT PEJABAT, POLITISI DAN PARPOL...

Di siang bolong yang penuh kantuk, kudengarkan suara kenes Mbakyu Waldjinah yang menyanyikan lagu Caping Gunung. Ketika kucermati, lagu tersebut sangat jumbuh (nyambung) dengan kondisi politik saat ini. Terjemahan dan tafsir bebas lagu tersebut adalah sebagai berikut:

CAPING GUNUNG

Dek jaman berjuang,
Njur kelingan anak lanang,
Biyen tak openi,
Ning saiki ono ngendi,

Jare wis menang,
Keturutan sing digadang,
Mbiyen ninggal janji,
Ning saiki opo lali,

Neng nggunung,
Tak cadhongi sego jagung,
Yen mendung,
Tak silihi caping gunung,

Sokur bisa nyawang
Gunung deso dadi rejo
Dene ora ilang
Nggone podho lara lapa…


Terjemahan bebas:

CAPING GUNUNG

Teringat jaman berjuang,
Lalu teringat anak laki-laki
Dulu saya rawat,
Tapi sekarang tidak tahu kemana,

Katanya sekarang sudah menang,
Sudah tercapai apa yang dicita-citakan,
Dulu dia meninggalkan janji,
Tapi sekarang apakah dia sudah lupa?

Di daerah gunung,
Saya suguh dia dengan nasi jagung,
Kalau mendung,
Saya pinjami caping gunung (caping = topi bambu petani)

Saya bersyukur seandainya bisa melihat
Daerah pegunungan bisa jadi makmur
Dan kita tidak melupakan
Saat kita bersama bersakit-sakit dan berprihatin…


TAFSIRAN BEBAS:

Lagu caping gunung tersebut menyiratkan kerinduan warna “nggunung” atau pelosok perdesaan/pedalaman yang dulu dijadikan basis perjuangan oleh suatu pihak (bisa diterjemahkan pejabat daerah, politisi atau parpol). Masyarakat desa dulu menerima dengan tulus dan membantu pihak luar tersebut. Tapi setelah pihak luar tersebut “berhasil” berjuang dan memperoleh kedudukan, pihak luar tersebut lalu melupakan janji-janji yang pernah dilontarkan. Padahal dulu ketika di desa, masyarakat desa rela menyisihkan nasi jagung makanan pokoknya untuk pihak luar itu dan menyediakan perlindungan bagi mereka ketika diperlukan. Masyarakat desa tidak berharap banyak, mereka hanya ingin melihat kampungnya tenteram dan sejahtera. Setidaknya masyarakat ingin pihak luar tersebut tidak melupakan saat indah ketika mereka sedang berjuang dan bersakit-sakit bersama………

Sebuah lagu yang perlu dijadikan renungan oleh presiden, pejabat daerah, anggota dewan, parpol dll agar tidak hanya pandai mengobral janji. Diharapkan ketika sudah memperoleh kedudukan mereka tetap ingat akan konstituen yang sudah mendukung perjuangannya……….

No comments: