Thursday, June 02, 2016

MENGGELINDING 1; Tulisan awal Pramoedya Ananta Toer

Oleh Pramoedya Anata Toer
Penerbit Lentera Dipantara
Jakarta 2004
576 halaman
ISBN 979-97312-2-4

Buku ini berisi tulisan-tulisan awal  Pramoedya Ananta Toer yang dimuat di bulletin Mimbar Penyiaran DUTA,  dan berbagai majalah  seperti Mimbar Indonesia, majalah Pemuda, majalah sadar dan lain-lain. Tulisan yang dimuat berasal dari tulisan tahun 1947-1957. Tulisan yang dimuat dalam buku ini sebagian berupa opini, cerpen, reportase  dan sajak.

Pram dalam beberapa cerpen menyoroti berbagai perubahan social pada saat revolusi 1945 seperti maraknya tukang catut, pelacuran, pengkhianatan terhadap pergerakan, boss yang korup, dan lain-lain. Sedangkan dalam tulisan opini, Pram banyak mengkritisi peran kesusasteraan dalam menyokong pergerakan dan pembentukan karakter bangsa. Dia mengkritisi tulisan Buya Hamka yang terkesan mengekor Hemingway, mengkritisi HB Jassin yang kritikus sastra, dia mengkritisi dukungan pemerintah yang rendah terhadap kesenian. Pram juga mengkritisi tentang nasib para pengarang yang tidak memperoleh imbalan memadai yang membuat mereka sulit menghasilkan karya sastra yang menawan. Pram berpendapat bahwa kesusasteraan dan kesenian adalah media untuk membangun karakter bangsa dan mengobarkan semangat juang, oleh karenanya kesusasteraan tidak boleh lembek dan mengikuti selera pasar.


Membaca buku Pram ini, saya dibuat kagum oleh keluasan pengetahuan beliau. Ternyata pengetahuan beliau yang sangat luas ditopang oleh kerajinan membaca karya-karya sastra maestro dunia maupun buku pengetahuan lainnya. 

Seperti buku Pram yang lain, membaca buku ini kita dihadapkan pada karya yang padat dan cerdas dalam memilih kata-kata. Meski demikian kita terkadang dituntut untuk mengetahui latar belakang sejarah saat tulisan dimuat, karena artikel opini yang ditulis Pram terkadang merupakan sebuah reaksi terhadap suatu kejadian atau reaksi terhadap opini dari orang lain. Buku ini saya pikir sangat cocok untuk kawan2 yang menyukai belajar tentang filsafat kesusasteraan....

No comments: