Sunday, November 13, 2011

PALACE OF ILLUSIONS (Istana Khayalan)

PALACE OF ILLUSIONS (Istana Khayalan)
Chitra Banerjee Divakaruni
PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2009
ISBN 978-979-22-4556-1
496 halaman

Buku yang INDAH...Buku ini memakai setting cerita wayang Mahabarata dari sudut pandang perempuan yang bernama Dorpadi. Dorpadi sendiri merupakan anak pemepuan Raja Durpada dari negeri Pancala. Dia mempunyai saudara kembar yang bernama Drestadyumna (Dre). Dorpadi merasa semenjak awal kelahirannya, dia tidak sebenarnya tidak diinginkan karena Raja Drupada sebenarnya mendambakan kehadiran Dre yang nanti akan menjadi penerus tahta dan membalaskan dendam terhadap musuhnya yakni Dorna. Dorpadi tumbuh sebagai gadis “pemberontak” yang menerobos belenggu jaman dimana dia tidak mau hanya menjadi “putrI keraton”. Dia berusaha belajar tentang seni tata pemerintahan bersama Dre. Dia juga belajar tentang filsafat hidup kepada sahabatnya yakni Krisna.

Ketika Dorpadi menginjak dewasa, Raja Dorpada menyelenggarakan sayembara memanah untuk mencari ksatria yang berhak menyunting Dorpadi. Ketika melihat para calon peserta sayembara, Dorpadi jatuh hati pada pandang pertama kepada Karna. Dalam sayembara tersebut, Karna tersebut sebenarnya memenangkan sayembara namun karena berasal dari kasta yang rendah maka dia tidak berhak memboyong Dorpadi. Karna merasa dipermalukan karena Dorpadi didepan umum menanyakan identitas orangtuanya yang tidak jelas. Akhirnya lomba memanah ini dimenangkan oleh Arjuna yang saat itu menyamar jadi brahmana.

Dorpadi kemudian dibawa ke rumah Arjuna dan dipertemukan dengan saudara-saudaranya yang diebut Pandawa yakni Yudistira, Bima, Nakula dan Sadewa dan Ibunya yakni Kunti. Demi keadilan, Kunti menyarankan Dorpadi melakukan poliandri dengan kelima anaknya. Kondisi ini semula menimbulkan gejolak, tapi kemudian bisa diterima dan secara bergilir setiap tahun Dorpadi berganti pasangan. Pada masa awal sebagai istri Pandawa, Dorpadi tidak jarang bersinggungan dengan ibu mertuanya (Kunti) karena saling berebut cinta kasih dan pengaruh terhadap Pandawa.

Setelah beberapa lama penyamaran Pandawa kemudian berakhir dan kakeknya yakni Bisma menjemput Pandawa untuk diboyong ke Astina. Di Astina ini cinta pertama Dorpadi kembali merebak karena dia bertemu Karna walaupun Karna bersikap cuek dan menjaga jarak kepadanya. Di Astina, para Pendawa kemudian diberi wilayah Indrarastra dan mendirikan Istana yang indah dan megah yang diberi nama Istana Khayalan.. Istana Khayalan ini kemudian membawa petaka karena menimbulkan kecemburuan dari Duryudana (Raja Korawa). Melalui strategi bermain dadu, Yudistira yang kalah dipaksa melepaskan Istana Khayalan. Tidak cukup itu, Dorpadi sebagai istri Yudistira juga dipertaruhkan. Dorpadi dipermalukan didepan umum dengan ditelanjangi oleh Duryudana dan Dursasana. Hal ini menimbulkan dendam yang sangat hebat bagi Dorpadi dan keluarga Pandawa dan dendam inilah yang kemudian menyulut terjadinya Perang Bharata (Bharatayudha).

Setelah mengalami pembuangan 13 tahun akibat kalah bermain dadu, Pandawa bermaksud meminta kembali haknya, namun ditolak oleh Duryudana. Hal ini kemudian menjadi awal terjadinya Bharatayudha. Perang ini dibumbui oleh kisah kepahlawanan Bisma dan Karna yang berperang di pihak Korawa dengan tujuan membela tanah air dan balas budi. Di sisi lain, di pihak Pandawa muncul Gatotkaca dan Abimanyu yang gagah perkasa untuk menjunjung tinggi nama harum keluarga.

Bagi Dorpadi, Baratayudha bisa menjadi penyaluran pembalasan dendam terhadap Korawa yang sduah menelenjangi dirinya dan ‘balas dendam” terhadap Karna yang bersikap cuek terhadap dirinya padahal di dalam relung yang paling dalam Dorpadi sangat mendambakan cinta Karna. Namun seiring perjalanan waktu, hati Dorpadi tersayat-sayat karena Baratayuda telah menimbulkan korban yang sangat besar bagi pihak yang tidak berdosa. Dorpadi merasa bersalah bahwa dendamnya maupun cinta tak kasihnya telah menyulut api kematian yang begitu besar. Perasaan sesal juga menimpa keluarga Pandawa lainnya karena korban Bharatayudha sangat besar dan perang suci itupun penuh dengan muslihat termasuk dari pihak Pandawa. Dendam yang tidak terkendali akhirnya akan membakar apapun jua....

Perasaan sesal ini kemudian membuat Dorpadi bersama para istri Pandawa kemudian melakukan upaya2 untuk menolong janda dan anak-anak korban perang. Sebagai penyucian diri, di akhir masa tuanya, Dorpadi akhirnya mengikuti perjalanan spiritual para suaminya (Pandawa) untuk menemukan nirwana...

Buku ini sangat bagus alur ceritanya dan lugas dalam bahasanya (penterjemahannya sangat baik!!). Secara umum alur cerita buku ini tidak berbeda jauh dengan cerita wayang yang beredar di kalangan dalang di Indonesia. Hal ini mempermudah untuk pemahaman alur cerita. Dari sisi substansi, buku ini mengandung pembelajaran yang perlu kita renungkan tentang emansipasi, keterpinggiran, kearifan terhdap takdir, cinta, dendam yang tidak terkendali... selamat menikmati....................

No comments: