Wednesday, December 07, 2011

THE TEMPLAR LEGACY (Warisan Templar)

THE TEMPLAR LEGACY (Warisan Templar)
Steve Berry
PT. Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2006
ISBN 979-22-2475-0
528 halaman.

Buku ini berisi kisah tentang tokoh Cotton Malone yang merupakan mantan agen lapangan Departemen Kehakiman USA. Malone setelah pensiun sebagai agen lapangan, berwiraswasta membuka toko buku antik di Kopenhagen. Malone terpaksa meninggalkan kehidupannya yang tenang ketika mantan bosnya (Stephanie Nelle) datang ke Kopenhagen untuk mengikuti lelang buku antik dan dirampok. Setelah diselidiki, ternyata buku tersebut merupakan salah satu petunjuk menuju harta karun Ordo Templar yang tersembunyi berabad-abad lalu. Ordo Templar merupakan salah satu ordo Kristen yang dibentuk dilatar belakangi dengan adanya perang Salib sehingga Ordo ini berisi biarawan ksatria dan mempunyai ketrampilan tempur yang mengagumkan. Kredibilitas Ordo ini membuat namanya harum di masyarakat dan memperoleh kepercayaan masyarakat untuk penyimpanan harta mereka.

Stephanie Nelle terlibat dalam pencarian buku ini sebagai upaya menebus kesalahan yang telah dilakukan dengan meninggakan suaminya yang bernama Lars Nelle. Lars sendiri merupakan seorang peneliti yang menelusuri perjalanan kaum Templar. Dalam pencarian panjangnya yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pemecahan kode-kode rahasia yang rumit, konon Lars mengalami frustasi sehingga bunuh diri. Anak mereka yang sudah dewasa bernama Mark Nelle sering membantu ayahnya melakukan penelitian. Mark dikabarkan meninggal tertimpa longsoran salju.

Penelusuran Stephanie dan Malone akhirnya membawa mereka berhadapan dengan De Roquefort yang menjadi Ketua Ordo Templar yang ambisius. Dalam pencarian itu, Stephani akhirnya berhasil bertemu kembali dengan Mark yang diselamatkan oleh Gereja Templar dan kemudian bergabung dengan Ordo tersebut. Dari petualangan tersebut akhirnya terkuak bahwa selain harta karun kaum templar, ada rahasia penting yang tersimpan didalamnya yakni Rancangan Besar yang merupakan berupa kesaksian bahwa Yesus tidak dibangkitkan. Hal ini konon merupakan salah satu simpul konflik Katholik versus Kristen.

Dari sisi alur cerita dan bahasa, buku ini merupakan cerita detektif yang sangat enak dinikmati. Buku ini juga mirip dengan buku Da VInci Code yang juga bercerita tentang kaum Templar yang penuh rahasia. Cuma saja bagi kawan-kawan yang mencari pesan moral dari sebuah cerita, anda harus bersiap kecewa karena novel ini tidak terlalu menyajikan banyak pesan moral. Tapi dari sisi alur dan detail cerita, novel ini memang layak diacungi jempol.

No comments: